BBM Naik, Parbetor dan Pedagang di Madina Tolak Kenaikan BBM dan ” Rugi ” Waktu

SPBU 15.229.111/ Siti Khoiriah

PANYABUNGAN ( Malintangpos Online) : ” Ada – Ada Saja,” Kalimat itulah yang terucap dari sejumlah Pengemudi Becak Motor (Parbetor) dan Pedagang, karena jika hendak Mengisi BBM Bersubsidi, harus Mengisi Aplikasi yang telah sediakan disetiap SPBU.

” Kenaikan harga BBM Jelas tidak sepakat, apalagi harus mengisi Aplikasi yang makan waktu minimal setengah (0,5) jam, kita sebagai Parbetor jelas bertambah rugi,” Ujar Parlin(Parbetor), Senin(5/9) di SPBU 15.229.111 Aek Galoga Panyabungan, saat mengisi BBM.

SPBU 15.229.111/Dita Risky Saputri,SKM.

Kata Parlin, Setelah di umumkan Presiden Joko Widodo kenaikan harga Bahan Bakar minyak bersubsidi. Para Pengemudi Becak dan pedagang mengaku kebijakan terbaru pemerintah itu merugikan pihak mereka.

Ia mengatakan untuk masalah ongkos becak motor,  untuk saat ini kita masih menunggu keputusan Dinas Perhubungan Kabupaten Mandailing Natal.

” akan tetapi, saya salaku tukang becak motor, mau tidak mau,  harus segera menaikan ongkos becak,  karena kalau tidak dinaikan saya tidak akan memiliki penghasilan yang cukup,” ujarnya.

Harapan saya,  sebagai Masyarakat terhadap pemerintah mohon perhatikanlah kami masyarakat miskin ini

Kenapa..? karena dengan menaikan harga BBM ini secara tidak langsung,  sudah membuat masyarakat menjadi susah dan tertekan, ujar Parlin

Tidak banyak pengemudi becak saja yang merasa dirugikan salah satu pedagang yang di jumpai waktu pengisian minyak.

Siti (30) pedagang sayur , mengatakan semenjak kenaikan harga BBM waktu saya terbuang

” kalau saya sehari bisa mengisi minyak 3 sampai 4 kali itu cepat ,” ujarnya.

Semenjak kenaikan BBM ini , harus menunggu mengisi Aplikasi , baru di isi minyaknya menunggu hampir 1 jam membuang – buang waktu.

Kalau masalah kenaikan BBM, saya tidak terlalu masalahkan , karena saya biasa mengisi 15.000 yang masalah soal waktunya harus mengisi Aplikasi ,ujar siti.

Setelah mewawancarai pedagang dan tukang becak selanjutnya kita wawancarai petugas SPBU,  Keterangan petugas SPBUSPBU 15.229.111, Bahwa setiap mengisi minyak jenis Pertalite dan jenis minyak bersubsidi di semua SPBU Se- Indonesia dan terutama di Kabupaten Mandailing Natal, pengendara roda 2 dan 3 harus melakukan registrasi menggunakan QR yang sudah tersedia

Dan ini memakan waktu yang cukup lama, karena harus menunggu 5-10 menit dalam satu kendaraan, terlebih lagi dalam satu kali registrasi hanya bisa dilakukan satu kendaraan.

” Tentu hal ini akan merugikan masyarakat yang mengejar waktu , terutama bagi mereka yang bekerja dengan tekanan waktu yang ditentukan jam masuknya. ( Dita /Riah)

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.