BERAKHIR di SELEMBAR KERTAS. Oleh : Fenni Angraini

Penulis Fenni Angraini

Teet..tet..tet…

Suara bel berbunyi yang menandakan waktunya untuk pulang sekolah. Semua siswa pun berlarian keluar dari kelasnya masing-masing, terkecuali untuk siswa kelas VIII yang mengikuti ekstrakurikuler Pramuka di Mts NU Batahan, mereka tidak diperbolehkan untuk pulang karena disorenya mereka akan mengadakan PERSAMI (perkemahan sabtu minggu) untuk pelantikan kacu. Tepat pukul 13.00 wib mereka semua dikumpulkan dlapangan untuk pemberian arahan mengenai persiapan PERSAMI mereka. Ada sekitar 20 orang yang akan mengikuti perkemahan untuk pelantikan kacu tersebut.

Sementara barisan diistirahatkan, Pembina pramuka, bapak akbar langsung memberikan arahan kepada peserta.

“setelah barisan nanti dibubarkan, kalian semua segera pulang kerumah masing-masing dan persiapkan apa saja kebutuhan dan keperluan untuk PERSAMI ini, dan kalian harus tiba dilapangan ini lagi tepat pada pukul 15.00 wib,kita akan mulai memasang tenda, dan pada pukul 16.00 wib, kita akan memulai upacara Pembukaan, terutama untuk para petugas upacara, mohon dipersiapkan sebaik mungkin, PAHAM !! (ujar pak arbar dengan tegas).

“paham pak ! (jawab peserta serentak).

Pak arbar pun menutup arahannya, dan barisan dibubarkan, semua peserta bergegas pulang kerumahnya masing-masing.

Perpindahan jarum jam dari pukul 13.00 wib menuju 15.00 tidaklah terasa, satu per satu peserta pramuka pun berdatangan menuju lokasi perkemahan. Begitu juga dengan para tamu yang sengaja diundang dalam acara tersebut. Setelah semua peserta sampai kelapangan, para pinru (pimpinan regu) nya masing segera mengarahkan anggotanya untuk bekerja baik itu untuk mendirikan tenda, mempersiapkan bahan untuk api unggun, dan untuk cewek yaitu memasak untuk makan malam, serta GR (gladi resik) persiapan upacara pembukaan dan api unggun.

Tiupan pendek peluit secara terus menerus berbunyi yang menandakan semua peserta berkumpul untuk melaksanakan upacara pembukaan. Upacara sempat terundur 15 menit dikarenakan sebagian tamu yang diundang baik itu dari DKC (dewan kerja cabang), DKR (dewan kerja ranting), pembina dari sekolah lain , serta kakak-kakak dari penegak bantara belum hadir dilapangan.

Upacara pun dimulai tepat pada pukul 16.15 wib. Putra yang tepilih sebagai Pratama, Feni dan kawan-kawan sebagai petugas bendera, Nisa dan Putri yang ditugaskan untuk Pembacaan Tri satya dan Dhasa dharma pramuka, mereka menjalankan tugasnya dengan maksimal. Sehingga upacara berjalan dengan lancar dan tertata.

Setelah upacara selesai, semua peserta pun kembali ke tendanya masing-masing dan juga mempersiapkan diri untuk pelantikan kacu dimalam harinya. Matahari sudah terbenam, sebagai aba-aba bagi peserta untuk sholat magrib, makan malam serta bersiap-siap untuk upacara api unggun dan pelantikan kacu.

Jarum jam sudah menuju pukul 21.00 wib. Para peserta pramuka dan juga  para tamu sudah hadir dilapangan untuk mengikuti upacara api unggun. Para peserta tampak gembira dan sangat menantikan moment tersebut. Mereka tampak begitu senang menyaksikan api unggun di depan mereka.

Setelah upacara api unggun selesai, para peserta yang akan dilantik kembali dikumpulkan, mereka diawasi oleh semua kakak-kakak dari penegak bantara. Sementara itu, para DKR dan pembina lainnya sibuk untuk mempersiapkan kegiatan pelantikan Kacu yang akan berlangsung sebentar lagi.

Semua peserta dihibur oleh kakak-kakak dari penegak bantara. Antara peserta yang akan jadi penggalang dengan kakak-kakak dari penegak bantara tampak begitu akrab. Mereka saling share tentang pengalaman-pengalaman mereka selama di kepramukaan sejak mereka jadi peserta penggalang. Dan seketika itu juga kak rini dan kak fitri dari penegak bantara meminta semua peserta untuk menuliskan biodata masing-masing. Para peserta pun sempat bingung apa maksud dari itu.  akan tetapi, mereka tidak terlalu memperdulikannya.

Beberapa menit kemudian, kak rini kembali kelapangan untuk menjumpai salsa, salah satu peserta putri yang akan dilantik.

“Mohon perhatian semuanya, disini yang namanya salsa, siapa?” (tanya kak rini, kepada semua peserta)

“saya kak”!! (jawab salsa dengan cemas)

“oke, ikut kakak sekarang juga, soalnya kakak ada perlu sebentar” (lanjut kak rini)

“iya kak”! (jawab salsa , dengan ekspresi yang bingung)

Salsa pun keluar dari barisan dan mengikuti kak rini,sementara peserta yang lain asyik bernyanyi, dan bercanda ria bersama kakak bantara yang ditugaskan saat itu. kak rini membawa salsa ke ruang kelas IX, disana tidak hanya ada kak rini dan salsa tapi juga kak fadil. Salsa pun sempat bingung, kenapa dia dibawa keruangan itu dan mereka hanya bertiga.

“ada apa ya kak, kenapa saya dibawa kesini?” (tanya salsa kepada kak rini)

“oke, kakak hanya mau minta tolong untuk mengambil kacu kakak yang ketinggalan diruang kelas VII A, bisa kamu ambilkan sekarang? Dan 5 menit kemudian kamu harus segera tiba diruangan ini lagi. Paham !! (ujar kak rini dengan tegas)

“ pa..paham kak” (jawab salsa dengan gugup)

Salsa pun bergegas keluar dari ruangan tersebut, dan berlari menuju ruang kelas VII A. Ruang kelas tersebut lumayan jauh dari lokasi perkemahan, disana juga gelap dan sepi. Sesampainya didepan kelas tersebut, salsa pun ragu-ragu untuk masuk karena dia merasa ketakutan. Tetapi karena dia harus menjalankan perintah nya kak rini dia memberanikan diri untuk masuk.

“saya kan anak pramuka, anak pramuka seharusnya tidak pernah takut, saya harus berani masuk kedalam”(ucap salsa dalam hati).

Kreeeekkkkk….(suara pintu yang dibuka salsa), salsa pun masuk keruangan tersebut, tiba-tiba disana dia bertemu dengan alex, merupakan peserta pramuka putra yang akan dilantik juga malam itu.

“salsa! Kamu ngapain disini”! (tanya alex kepada ssalsa)

“saya disuruh kak rini untuk mengambil kacu, yang katanya ada diruangan ini” (jawab salsa)

“Loh, saya juga disuruh kak rini ngambil kacu diruangan ini”(jawab alex lagi).

Ternyata sebelum kak rini menyuruh salsa untuk mengambil kacunya, ternyata alex lebih dulu disuruh kak rini keruangan yang sama untuk mengambil kacu kak rini.

“lah, kok bisa samaan yah “(ucap alex dengan mimik wajah yang bingung)

Sementara itu,  kak dian dan kak boy (kakak dari penegak bantara) sengaja ada diruangan tersebut dan lebih dulu tiba dari salsa dan alex.

Salsa dan alex akhirnya memutuskan untuk barengan mencari kacunya kak rini, akan tetapi mereka sama sekali tidak menemukan kacu tersebut.

Seketika itu juga, kak dian dan kak boy masuk keruangan tersebut secara diam-diam untuk memergoki alex dan salsa .

“wah..wah kalian ngapain disini, berduaan lagi. (tanya kak dian dengan ekspresi marah)

“seharusnya kalian sekarang ada dilapangan, bersama peserta yang lainnya, kok malah asyik berduaan diruang yang gelap dan sepi seperti ini.” (lanjut kak boy)

“kami nggk bermaksud berduaan kak, justru kami kesini disuruh kak rini untuk mencari kacunya”( jawab alex)

“ iya kak, sebelumnya saya juga dari lapangan, namun kak rini memanggil saya dan menyuruh saya kesini” (lamjut salsa).

Kak rini dan kak fadil pun tiba diruangan tersebut , seolah-olah mereka sama sekali tidak melakukan apa yang diucapkan alex dan salsa.

“ada apa ini”? salsa, alex kenapa kalian ada disini? (tanya kak rini)

“apa benar rin, kamu menyuruh salsa dan alex mencari kacu mu yang ketinggalan disini?” (tanya kak dian).

“tidak ada, justru kacu saya ada disini, nih lagi saya pakai” (jawab kak rini, sambil memegang kacu nya yang terpasang dileher).

“lah, tapi bukannya kakak……(ucap salsa , dan langsung dipotong kak dian)

“ sudah , kakak tidak perlu jawaban dari kalian, sudah jelas-jelas kakak melihat kalian berdua diruangan ini, bukankah kalian ingat apa yang dikatakan pembina kalian, selama persami berlangsung tidak ada yang boleh berdua”an atau pun pacaran, jika ada yang melakukannya maka akan diberi sanksi, dan dikeluarkan serta dipulangkan kerumahnya masing-masing saat itu juga”( ucap kak dian).

“sekarang kalian ikut saya, kejadian ini akan dilaporkan ke pembina kalian, untuk diselesaikan” (lanjut kak fadil).

Alex dan salsa ketakutan, apalagi mereka sama sekali tidak melakukannya. Mereka berusaha untuk membantah, dan menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Kak fadil dan kawan-kawan membawa salsa dan alex untuk memjumpai pembina. Sesampainya disana, kak fadil dan kawan-kawan pun menceritakan kejadian yang melibatkan alex dan salsa. Dan kejadian tersebut membuat pembina yaitu pak arbar menjadi sangat marah, begitu juga dengan pembina lainnya yang sengaja diundang dalam kegiatan tersebut. Namun, alex dan salsa terus berusaha untuk membantah  bahwa kejadian yang sebenarnya tidak seperti yang diceritakan kak fadil. Karena kak akbar sangat marah kepada mereka berdua, kak akbar mengambil keputusan untuk tidak mengikutsertakan mereka dalam kegiatan tersebut. Mereka dipulangkan pada saat itu juga.

“bukankah kakak sudah memberitahu kalian, bahwa di acara ini tidak dibenarkan yang namanya pacaran” (kata kak akbar, dengan ekspresi marah dan menekan)

“ta..tapi kami nggak pacaran kak” (jawab alex dan salsa serentak)

Namun kak akbar tetap tidak ingin mendengar penjelasan mereka. Sampai akhirnya kak akbar menyuruh mereka untuk pulang pada malam itu juga. Tapi sebelumnya kak akbar membawa mereka kelapangan dipermalukan didepan peserta yang lainnya, karena salsa dan alex mencotohkan hal yang tidak benar.

Mendengar penjelasan dari kak akbar membuat salsa tidak berhenti menangis dan yang lebih parahnya alex sampai jatuh pingsan.

Jam pun menunjukkan pukul 00.30 wib. Setelah alex sadar, kak akbar dan kak fadil dkk serta para tamu yang hadir membawa salsa dan alex kelapangan. Ketika semuanya tiba dilapangan, semua peserta pun heran melihat salsa dan alex menangis terisak-isak sambil membawa barang-barang mereka.

“ baiklah, orang berdua didepan kalian ini adalah contoh yang tidak, disaat peserta lain sibuk untuk persiapan pelantikan kacu, mereka pun asyik pacaran ditempat yang gelap dan juga sepi”(ucap kak akbar).

Semua peserta pun heran, mereka terlihat kurang percaya dengan pernyataan kak akbar, karena mereka sangat tahu,rasanya tidak mungkin hal itu dilakukan oleh salsa, karena salsa juga terpandang sebagai siswa yang pintar, baik, rajin, sangat sopan dan patuh terhadap semua gurunya.

Mendengar pernyataan dari kak akbar tersebut, hal itu pun sangat memancing kemarahan kakak- kakak penegak bantara lainnya. Dan mereka langsung bersorak agar salsa dan alex dipulangkan saja kerumahnya masing-masing.

“perbuatan mereka sudah keterlaluan kak, sebaiknya mereka tidak diikutsertakan lagi dalam kegiatan ini, kita biarkan saja mereka pulang kerumahnya masing-masing. Supaya orang tuanya pun tau atas perbuatan mereka”(ucap kak reno, yang lagi bersama dengan peserta yang dilapangan).

Tapi disaat seperti kak rini tidak terlihat ada dilapangan, seharusny dia ada disana, karena dialah yang merencakan semunya sampai akhirnya salsa dan alex dituduh pacaran disela-sela acara.

“kak itu semua tidak bernar, tapi jika memang kakak tidak percaya, oke saya akan pulang kerumah, tapi tidak untuk malam ini, ini sudah tengah malam dan saya hanya pulang sendiri, saya sangat takut kak, izinkan saya untuk pulang besok pagi aja kak”( ucap salsa)

“ tidak bisa, kamu harus menerima hukumannya”(jawab kak akbar)

Sementara peserta yang lain tampak sedih melihat salsa dan alex dimarahi seperti itu.

Salsa dan alex pun bingung, bagaimana untuk menjelaskannya lagi agar kak akbar dan yang lainnya percaya. Sampai akhirnya mereka pasrah atas semua keputusan kak akbar. Disaat salsa dan alex sedang menyalami kakak-kakak dari penegak dan para tamu yang ada untuk perpisahan. Tiba-tiba kak akbar menahan mereka.

“salsa, alex sebelum kalian pulang, kakak ada tugas untuk kalian” (ucap kak akbar, sambil memberikan selembar kertas kemasing-,masing mereka).

“setelah hitungan ketiga, kalian harus baca tulisan yang ada dikertas itu dengan keras dan serentak, Paham!”(lanjut kak akbar)

“paham kak”(jawab salsa dan alex)

Kak akbar pun mengajak semua peserta yang ada dilapangan untuk menghitungnya.

1…2…3….(teriak semua pesertaa,salsa dan alex pun membuka kertas tersebut)

“Selamat Ulang Tahun” (ucap salsa dan alex )

Semua peserta pun heboh setelah mendengar ucapan tersebut, ternyata tanpa mereka sadari, bahwa salsa dan alex berhasil dikerjai oleh kakak –kakak dari penegak bantara, dikarena hari itu adalah hari ulang tahun mereka. Dan seketika itu juga kak rini muncul dengan membawa kue. Salsa dan alex terlihat menangis bahagia , mereka sama sekali tidak menyadari bahwa mereka ulang tahun di hari itu. Akhir cerita semua peserta pun ikut merayakan ulant tahun salsa dan alex, makan kue bersama, menikmati hiburan yang juga sudah direncanakan dan melanjutkan acara PERSAMI yaitu pelantikan kacu.

Admin : Dina Sukandar Hasibuan.A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.