Bocah Warga Batang Natal Tanpa Lobang Penis Butuh Bantuan Dermawan

MASYARAKAT Banyak yang bilang bahwa  daerah Batang Natal ” Gudang Emas ” Tapi buktinya ada Bocah warga Desa Batu Madingding yang lahir tanpa Anus sangat mengharapkan bantuan Dermawan guna untuk biaya Operasi di RS. Bukit Tinggi Provinsi Sumatera Barat.

” SEDIH MEMANG ” Mendengar keluh kesah kedua orangtuanya ” Pak kalau minta bantuan ke Pemerintah sama siapa pak, saya tidak punyak uang dan saya harus ngutang sana sini agar anak saya di bawak ke Rumah Sakit Bukit Tinggi untuk menjalani operasi penyakit yang ia derita sejak lahir, sudah 10 tahun anak saya menahan derita sakit setiap buang air kecil,” sebut kedua orangtua bocah sambil meneteskan air matanya.

Warga Batu Madingding Pasangan suami – istri Sabaruddin Lubis dengan Sahara warga Desa Batu Madinding, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara sambil menetaskan cucuran air matanya, Kamis (18/03) mengeluhkan keadaan anaknya.

Untuk kita ketahui, Sabaruddin Lubis bekerja sebagai petani ayah kandung Muhammad Ardil bocah penderita penyakit tanpa lobang penis sangat mengharapkan bantuan dari dermawan untuk biaya mereka selama berobat di rumah sakit Bukit Tinggi.

Sementara untuk biaya berobat anak saya sudah di tanggung BPJS , namun biaya sehari hari kami yang berangkat berobat ini terpaksa ngutang ke tetangga. Ungkapnya.

Penyakit bawaan sejak lahir anak kami ini semakin memburuk, kami tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk kesembuhan putra kami.

Sementara Sahara mengaku hanya bisa pasrah menerima kenyataan yang menimpa putranya, karena untuk berobat secara medis maka ia tak mampu membayar beban biayanya.

Selama ini anak saya untuk buang air kecil saja harus mengeluarkannya dari lobang pembuangan air besar, ungkapnya.

Sahara menambahkan, ia sangat ingin melihat anaknya tersebut hidup normal seperti anak anak lainnya dan bisa belajar di bangku pendidikan dan bermain dengan temannya sebagaimana anak sekampungnya.(Agus)

Liputan : Agussalim Hasibuan

Admin   : iskandar hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.