Bupati dan DPRD Madina Harus Turun Tangan, Desa Hutadangka ” Hilang ” Dari Kecamatan Kotanopan.

MASYARAKAT Desa Hutadangka yang dulunya ada diwilayah Kecamatan Kotanopan dan saat ini secara Administerasi berada diwilayah Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal dan diharapkan Bupati dan DPRD Segera turun tangan.

Makanya, sejak adanya surat Kades Hutadangka Kec. Kotanopan Nomor : 474/297 / 2013/2022, Hal : Permohonan Revisi penetapan Administrasi Wilayah Desa yang ditujukan kepada Bupati Mandailing Natal tanggal 30 Juni 2022 ditanda tangani Kades Hutadangka Muhammad Suaidi Parinduri

Dan tembusan ke Ketua DPRD, Kadis PMD, Kadis Kependudukan, Kadis Sosial, Camat Kotanopan, barulah warga yang kurang lebih 920 jiwa ” Mulai Ribut ” dan Protes menuding Pemda dan DPRD Mandailing Natal ” Membuarkan ” nasib warga.

Kenapa..? Dalam surat Kades tersebut, Sehubungan dengan keputusan Menteri Dalam Negeri No. 146.1 – 4717 Tahun 2020 tentang Penetapan Nama Kode, dan Jumlah Desa seluruh Indonesia Tahun 2020 yang menetapkan Desa Hutadangka pindah ke Wilayah Kecamatan Huta Bargot atas dasar Surat BAK No. 125.1 /4912 / BAK.

Berkenaan dengan hal tersebut kami mermohon kepada Bapak Bupati Mandailing Natal untuk dapat kiranya berkomunikasi dengan Kementrian Dalam Negeri untuk menetapkan Desa Hutadangka kembali ke wilayah Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal

Karena hal ini sangat berdampak besar kepada kami Penduduk Desa Hutadangka atas tidak terlayaninya dalam hal pengurusan administrasi kependudukan begitu juga persoalan Bantuan Sosial kepada masyarakat dan yang menyangkut Dana Desa dan lain-lain karena hal
ini telah kami sampaikan beberapa kali kepada Pemerintah Kecamatan Kotanopan maupun Pemerintah Kabuputen seiak Tahun 2020

Sedangkan, surat Camat Kotanopan Nomor : 140/583/KTNOPAN /2022, Menerangkan dengan sebenarnya bahwa Desa Hutadangka adalah benar berada di
Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara di Tanda Tangani Camat Kotanopan
Pangeran Hidayat,SH.

Makanya ” Aneh bin ajaib atau Simsalabim – Abracadabra ” sangat cocok ditempatkan untuk menggambarkan kondisi di Desa Hutadangka.

Kenapa..? Desa Hutadangka Muara Tagor yang mulai zaman penjajahan Belanda secara geografis berada di wilayah Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal ( Tepsel dulu juga Red) tiba-tiba hilang secara administrasi pemerintahan.

Anehnya sejak tahun 2020 Desa Hutadangka – Muara Tagor secara administrasi pindah ke wilayah Kecamatan Hutabargot ( 40 Km lebih pindah wilayah ).

Lebih ironis lagi administrasi kependudukan warga Desa Hutadangka tidak ada lagi di Dinas Kependudukan dan Catatan Supil Madina dan  administrasi pemerintah pusat.

Akibatnya mulai tahun 2021 warga desa hutadangka terkendala dalam pengurusan surat-surat seperti kartu tanda penduduk , kartu keluarga , BPJS dan jenis administrasi kependudukan lainnya

Padahal menurut kepala desa Huta dangka pihaknya tidak pernah mengusulkan nama desa hutadangka pindah ke wilayah Htabargot.

Begitu juga keterangan pihak pemerintah Kecamatan kotanopan menurut Camat kotanopan pangeran Hidayat maupun pejabat Camat sebelumnya pihaknya tidak pernah mengusulkan nama desa Huta dangka pindah ke wilayah Hutabargot.

Lantas siapa yang mengusulkan nama desa ini secara administrasi pindah dari Kecamatan Kotanopan ke Hutabargot sampai sekarang jawaban atas pertanyaan itu masih misteri dan Tim Redaksi Wartawan Malintang Pos akan membuat Liputan Khusus ( Bersambung Terus).

 

Admin : ISKANDAR HASIBUAN.

 

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.