
PANYABUNGAN(Malintangpos Online):
Bupati H. Saipullah Nasution mengajak mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina) untuk melihat kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan perspektif yang luas, bukan sekadar seremonial.
“Tetapi saya ingin mengajak kalian melihat dengan perspektif yang lebih besar. PBKA bukan sekadar pintu masuk menuju kampus. PBKA adalah pintu masuk menuju sebuah perjalanan kemandirian,” kata Saipullah saat menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut di Kampus STAIN Madina pada Senin, 24 Agustus 2026.
Bupati menjelaskan, masuk dunia kampus bukan sekadar menuntut ilmu, tapi juga masa-masa pngujian pemikiran, penempaan karakter, penguatan idealisme, dan penentuan masa depan.

“Karena itu saya ingin mengingatkan kepada kalian, jangan datang ke kampus hanya untuk mengejar gelar, datanglah untuk membangun kapasitas diri anda sendiri,” pesan dia.
Saipullah menekankan agar para mahasiswa baru lebih mengedepankan critical thinking. Sebab dalam banyak momen, pertanyaan justru yang menjadi pemicu munculnya pengetahuan baru.
“Ilmu pengetahuan berkembang bukan hanya karena manusia menentukan jawaban. Ilmu berkembang karena ada manusia yang berani bertanya,” sebut dia.
Lebih lanjut, Bupati Saipullah menerangkan, salah satu modal penting mahasiswa adalah integritas. Namun, mengimplementasikan hal tersebut tidak semudah mengucapkannya.

“Integritas itu: Setiap ucapan, setiap perbuatan, setiap tindakan yang kita lakukan itu harus konsisten. Yang paling sulit itu konsisten,” ujar dia.
Di sisi lain, bupati mengingatkan pentingnya membentuk karakter di tengah berkembangnya teknologi, utamanya Artificial Intelligence (AI), yang memudahkan pekerjaan manusia.
“Pertanyaannya kalau mesin semakin pintar, manusia harus apa untuk terus unggul dari mesin. Jawabannya karakter karena mesin dapat menghitung, tetapi manusia memiliki nurani. Mesin dapat menghasilkan informasi, tetapi manusia memiliki nilai. Mesin dapat bekerja secara cepat, tetapi manusia memiliki tanggung jawab,” tegas Bupati Saipullah.

Sebelumnya, Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis mengatakan di bawah kepemimpinannya akan dibuka ruang-ruang kreativitas bagi mahasiswa berupa pembentukan kelompok studi dengan target setiap program studi memiliki setidaknya empat perkumpulan baru.
Dengan adanya kelompok-kelompok itu, dia berharap tumbuh dan lahir mahasiswa-mahasiswa yang berpikiran kritis. “Makanya ke depan, setiap prodi itu kami haruskan satu kelompok study club mengadakan diskusi, nanti berbagai topik yang mereka angkat itu untuk dibincangkan,” kata dia.
Mara Samin mengungkapkan, pembentukan kelompok studi berdasarkan pengalaman di masa lampau. sebagai mahasiswa yang berasal dari kampung, dia kesulitan mengaktualisasikan diri pada awal-awal perkuliahan.
“Jadi, mereka digalakkan untuk diskusi. jika keluar dari sini, alumni STAIN ini, di luar nanti sudah bisa bersaing, bahkan diharapkan lebih unggul dari yang lain. Sebab, mereka sudah biasa berdebat di dalam kampus, mereka sudah biasa terbiasa menghadirkan ide-ide,” tegas dia.

Dalam kesempatan ini, Bupati Saipulah hadir didampingi Pj. Sekda Afrizal Nasution, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sudrajat Putra, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. (DITA)
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








