Bupati Madina: Siap Menanggung Kebencian Rakyat, Demi Memperjuangkan Hak Anak Cucu Kita Kedepan

Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution

PANYABUNGAN(Malintang pos Online) : “Maraknya tambang emas yang tidak mengantongi izin di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) seperti di Tor Desa Hutabargot, Tor Desa Naga Jaung, Tor Muara Sipongi dan di daerah Pantai Barat, yang akan membuat masa depan anak cucu kita suram, pasalnya, sawah- sawah sudah di hancuri, kebun- kebun sudah di hancurkan, sungai sudah di kotori oleh penambang.

Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution yang di jumpai Malintangpos Online di Taman Raja Batu, Selasa (10/01) menegaskan saya meminta kepada penambang emas ilegal di wilayah Madina agar membuka hati nurani untuk berhenti melakukan penambangan, sekian lama sudah tambang berlanjut belum ada juga kesadaran untuk berhenti.
Kalau memang tidak ada kesadaran saya akan stop tambang emas ilegal di wilayah Madina dan akan membawak ke ranah hukum.
Dimanakah rasa kemanusiaan kita, saya tidak takut di benci rakyat karena saya tidak ikut lagi pemilihan Bupati kedepan, mau benci rakyat bencilah saya siap menanggungnya, saya hanya memperjaungkan hak anak cucu kita kedepan.
Namun saya meminta kepada penambang emas ilegal baik di Hutabargot, Nagajuang, Muarasipongi dan pantai barat berhentilah melakukan penambangan emas ilegal itu, sebelum saya membawak ini keranah hukum.
Masyarakat penambang ilegal jangan hanya mementingkan pribadi saja, coba kita lihat bagaimana epek dari tambang emas untuk anak cucu kita, paparnya. (Gus)
Admin : Dina Sukandar A.Md

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Bupati Madina Jadi Pembicara Utama Diskusi Panel di UMA

MEDAN(Malintangpos Onlinr): Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution didaulat sebagai pembicara utama dalam panel diskusi bertajuk Pengembangan Wilayah Berbasis Komoditas Unggulan: Integrasi Perkebunan Presisi dan Manajemen Rantai Pasok Pisang…

Read more

Continue reading
Akhirnya listrik Negara Sampai Juga di Patialo

*** Oleh: Moechtar Nasution *** Bagi masyarakat yang tinggal atau sering bersinggungan dengan wilayah pinggiran, peta pembangunan daerah selalu terasa seperti garis ketimpangan yang tebal. Wilayah pelosok yang tersembunyi di…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses