Catatan Redaksi Malintang Pos Group(1), Bantuan Pasca Bencana Harus Diawasi Agar Jangan Melenceng

Banjir Hutabargot kondisinya yang rusak.

MASYARAKAT Korban banjir untuk wilayah Kabupaten Mandailing Natal,begitu mendengar kedatangan Kepala BPBD Provinsi Sumut Riadil Akhir Lubis,Minggu(2-4) untuk meninjau kondisi banjir yang melanda wilayah Bukit Malintang, Hutabargot, Panyabungan Barat, langsung angkat bicara, sembari berharap jika memang ada bantuan untuk korban banjir dari Pemerintah Provinsi Sumut maupun Pusat untuk dilakukan pengawasan.

            Kenapa rupanya…? Mau tau, ingat banjir Aek Rantopuran Panyabungan, yang pada tahun 2015 lalu ada kucuran anggaran sekitar Rp 19 Milyar lebih dan dibangunkan Tahun 2016 oleh BPBD Kab.Madina, ternyata nasib warga Desa Manyabar tetap terancam jika hujan turun dan jika sungai meluap, karena dana Pasca Bencana itu dibangunkan untuk Jembatan yang tidak ada kaitannya dengan bencana.

            Ironis memang, padahal Kepala Desa Manyabar Alimusa Nasution selalu angkat bicara, selalu protes ketika ada Musrenbang di Kecamatan Panyabungan, namun sangat disayangkan sekali yang dibangun dari anggaran Pasca Bencana adalah Jembatan yang sama sekali ngak ada kaitannya dengan bencana dan malahan Jembatan yang seharusnya dibangun seperti Jembatan Aek Kitang Manyabar, justuru ngak dibangun.

Banjir Malintang kondisinya

Padahal, siapapun ditanya mana lebih layak dibangun Jembatan Aek Donok dari pada Aek Kitang, kalau pikiran warga atau pejabatnya ingin menyelamatkan masyarakat, maka pasti mengatakan lebih layak segera dibangun Jembatan Aek Kitang yang berada diantara Desa Manyabar dengan Pagaran Tonga Kecamatan Panyabungan.

            Karena itu, adanya kalimat Kepala BPBD Provinsi Sumut Riadil Akhir Lubis yang meminta Pemda Madina mendata korban banjir dan apaapa yang mau dibangun, hendaknya Kepala BPBD Sumut harus langsung menurunkan Tim guna untuk melakukan pendataan,sebab kalau melihat kinerja BPBD Madina selama terjadinya bencana banjir, banyak masyarakat korban banjir yang bersumpah serapah disebabkan kelambanannya BPBD Madina.

            “Alhamdulillah, berkat bantuan Sinsaw dari bapak Kapolres Madina AKBP.Rudi Rifani yang lima(5) unit, satu tumpukan kayu bisa dibersihkan, sudah tentu menyelamatkan Trauma maupun kehawatiran warga korban banjir,” ujar Ketua Naposo Bulung Desa Malintang Julu Dodi Kurniawan Nasution,SH

Warga Bersihkan Kayu dari hulu sungai di Malintang Julu.

Coba kita simak baik-baik perkataan dari Ketua Naposo Bulung Desa Malintang Julu Dodi Kurniawan Nasution,SH, apakah kita ngak malu mendengarnya, dimana tanggung jawab BPBD Kab.Madina, padahal Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution,telah memerintahkan langsung agar segera diatasi dihulu sungai penyebab banjir.

            Karena itu, jika memang Kepala BPBD Provinsi Sumut ingin membantu menyelesaikan korban banjir, ada baiknya pihak BPBD Sumut, turun langsung melakukan pendataan, sebab tidak tertutup kemungkinan akan terjadi lagi seperti anggaran Pasca Bencana Aek Rantopuran Panyabungan.(Bersambung ).

Admin : Dina Sukandar Hasibuan.A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.