Catatan Wartawan Iskandar Hasibuan(1), Benarkah “ Korupsi “ Terjadi di Dinas Pertanian Madina..?

Iskandar Hasibuan,SE(Penulis)

BELAKANGAN Ini nama Kabupaten Mandailing Natal di Sumatera Utara, menjadi bahan perbincangan tidak saja di tengah-tengah masyarakat, tetapi juga di Media Sosial(Medsos) juga Viral disebabkan ditetapkannya Tiga(3) orang pejabat di lingkungan Dinas Perkim Kab.Madina, karena kasus pembangunan TSSS/TRB disekitar Komplek Perkantoran Bukit Payoloting.

                Padahal, sebelumnya yang ramai diperbincangan masyarakat adalah dugaan adanya indikasi”Korupsi” di Lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal, sebab hampir berbagai kegiatan-kegiatan baik yang tertampung di APBD Madina, APBD Provsu dan APBN, banyak yang menuding Kepala Dinas Pertanian Madina Taufik Zulhandra Ritonga terindikasi menyalahgunakan anggaran yang masuk ke instansi yang dipimpinnya selama 9 tahun lebih sejak dia menjadi Kepala Dinas Pertanian.

            “ Benarkah Korupsi Terjadi di Dinas Pertanian Mandailing Natal, selama kepemimpinan Taufik Zulhandra Ritonga,” kalimat ini selalu menjadi bahan perbincangan, aksi-aksi demo baik yang di ikuti oleh beberapa orang dan juga puluhan orang, hampir selalu terjadi medio tahun 2018-2019 belakangan ini, namun lagi-lagi tidak sampai ke Pengadilan dan aksi-aksi tersebut secara perlahan namun pasti redup tidak diketahui ujung dan pengkalnya.

Rodang Kec.Siabu/Dokumen

Kenapa begitu..? Pertanyaan itu terus muncul, apakah memang tidak benar ada dugaan Korupsi atau penyalahgunaan wewenang oleh Kepala Dinas Pertanian Madina Taufik Zulhandra,Ritonga,kalau memang tidak ada Korupsi kenapa selalu protes baik aksi demo maupun Viral di Media Sosial, terkadang banyak masyarakat bertanya “ Apa Sebenarnya Yang Terjadi di Dinas Pertanian Mandailing Natal “ atau jangan-jangan pihak yang protes karena tidak mendapat “Bagian” entahlah, tetapi yang jelas selalu ada-ada saja kalimat “Korupsi” di instansi itu.

            Mungkin, kita masih ingat kasus Proyek cetak sawah Baru di Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal mulai TA 2011-2012 yang lalu terindikasi tindak pindana korupsi, bahkan Lembaga penegak hukum di Sumatra Utara seakan tak punya nyali mengusut tuntas proyek cetak sawah yang merugikan Negara Miliaran, hal ini disampaikan ketua Anak Muda Indonesia melalui Sekretaris Julfian kepada Wartawan (dikutif  dari Berita Online).

            Pada TA 2011 proyek cetak sawah medapat anggaran 4,5 Miliar di dua Desa yaitu Desa Tunas Karya utara seluas 300 Hektar begitu juga Desa Banjar Aur Utara 300 Hektar dengan total 600 Hektar

sejumlah-petani-memanen padi/Ilusterasi

Kemudiaan pada TA 2012 Pemerintah  Mandailing Natal mendapatkan dana untuk proyek cetak sawah seluas 900 Hektar di beberapa lokasi yaitu Kecamatan Lingga Bayu dan Kecamatan Siabu dengan total anggaran sebesar 9 Miliar Dana yang fantastis” kata Julfian ada indikasi proyek cetak sawah ini hanya bohong belaka, kita tidak tahu dimana rimbanya sampai sekarang.

Kami dari Anak Muda Indonesia AMI Sumut akan membawa kasus ini ke Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara untuk mempertanyakannya dan meminta kepada penegak hukum Kapolda maupun Kejatisu agar memanggil Kadis Pertanian Madina Taupik Zulhendra Ritonga, seperti dikutif dari salah satu Media Online yang terbit di Kota Panyabungan.

Seperti ungkapan Masyarakat Kecamatan Siabu, yang diajak Penulis bincang-bincang di Rindang Hotel Panyabungan, Kamis (8-8) sore, mengutarakan persoalan Cetak Sawah Baru di Mandailing Natal, merupakan persoalan “Lawak-Lawak “ yang tidak lucu, karena makin banyak yang soroti dan mengadukan Kadis ke mana-mana di republic ini, tapi persoalannya hilang ditelan bumi alias tidak berbekas.

Uniknya, kata dia, pernah masalah Cetak Sawah Baru diwilayah Linggabayu, Sinunukan di Desa Banjar Aur Utara dan wilayah Kecamatan Siabu di komentar, tetapi justuru yang komentar dituding Kadis Pertanian yang memprovokasih, padahal siapapun ditanya masalah Percetakan Sawah Baru di Mandailing Natal adalah Gagal Total.

“ Saya mau tantang siapa saja yang bisa menunjukkan lokasi Percetakan Sawah baru diwilayah Mandailing Natal, yang berhasil, semua gagal total, tapi kita nggak mampu mengawasi, DPRD Bungkam, Penegak Hukum Tutup Mata, semua tutup mata, milyaran rupiah sia-sia kok dibiarkan begitu saja, katanya pemberantasan korupsi, katanya ini dan itu, mana semua yang suaranya keras dan lantang meneriakkan korupsi itu,” ujar Iskandar Hasibuan dengan nada tinggi sambil menunjukkan foto-foto Percetakan Sawah baru ( Bersambung Terus )

 

 

 

 

Admin : Siti Putriani

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.