DD Tambangan Jae Diprotes, Rabat Beton ke Saba Salak Kualitasnya Diragukan

Rabat Beton Desa Tambangan Jae/Suaib Nst

TAMBANGAN(Malintangpos Online): “ Katakan Sejujurnya,” Kalimat itulah yang disampaikan masyarakat Desa Tambangan Jae,Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, ketika melihat secara langsung pembangunan Jalan Rabat Beton ke Saba Salak yang langsung dikelola Kades dan TPK desa itu.

            Kata warga, anggaran pembangunan Jalan Rabat Beton menelan biaya Rp 80.892.500,- untuk Volume 2 x 01 x 150 Meter dan sudah selesai, tapi masyarakat menilai anggaran yang dibuat untuk pembangunannya adalah terlalu besar sekali.

            “ Kami tidak menuduh Kades Korupsi, karena yang memegang uang adalah Bendahara, yang melaksanakan TPK nya dilapangan, hanya saja anggaran tersebut jika langsung di audit diperkirakan biayanya hanya separoh dari yang dianggarkan, sebab pembangunannya kualitasnya sangat diragukan akan bertahan lama,” Ujar warga Desa Tambangan Jae S.Lubis kepada Wartawan Malintangpos Online, Sabtu(30-11) kemaren ketika melihat secara langsung bangunan DD di desa itu.

            Kata Lubis, masyarakat kan boleh protes dan mengawasi kegiatan Dana Desa(DD), karena Kementerian Desa juga sering mengatakan agar masyarakat ikut mengawasi, makanya kami ada hal untuk mengawasinya, karena kepentingannya untuk masyarakat, bukan untuk Kepala Desa dan Istri Kepala Desa, gitu kan.

            Karena itu, jika memang Inspektorat dan Kejaksaan Mandailing Natal, menilai proyek Dana Desa(DD) di Desa Tambangan Jae sudah sesuai dengan pelaksanaannya Alhamdulillah, tapi herannya kami Kades jarang dirumah sejak adanya Dana Desa(DD) dan jika pihak Wartawan, Polisi, Kejaksaan maupun Pihak Kantor Camat datang, sepertinya Kades jantungan kami lihat, ada apa sebenarnya kondisi Dana Desa kami, itulah pertanyaan kami yang muncul.

            “ Masyarakat itu boleh mengawasi, sepanjang tidak melontarkan fitnah, makanya kami membawa wartawan ke lokasi melihat secara langsung bangunan Dana Desa(DD), kenapa kades harus menghindar, jika benar berikan penjelasan, jika salah perbaiki,” katanya.

            Kepala Desa Tambangan Jae Abdul Wahab yang berkali-kali mau dikonfirmasi dirumahnya selalu gagal, karena sama sekali menghindar dari Wartawan dan ketika dihubungi HP dan WA tidak diangkat, di SMS/WA juga tidak memberikan jawaban.

            “ Kalau mau jumpa dengan Kepala Desa kami datanglah tengah malam, kalau tidak tunggu di Kantor Camat Tambangan, baru nanti muncul, kalau di desa ini sekalipun ada dirumahnya, tidak akan dikasih tau keluarganya,” ujar warga ketika ditanya didepan rumah kades ( SN/Red)

 

 

Liputan : Suaib Nasution

Admin   : Iskandar

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.