Debat Publik Analisis Rakyat Jalanan

Baru saja kita menyaksikan Debat Publik yg di laksanakan di Hotel Pandan Sibolga oleh KPU Mandailing Natal, debat tersebut berlangsung sangat meriah, pasangan calon sangat antusias memaparkan visi misinya.

Namun ada satu hal yang paling menarik dan perlu kita analisa bersama, yaitu ketika pasangan calon no urut 2 bapak Dahlan Hasan Nasution dan bapak Aswin Parinduri diberikan pertanyaan oleh moderator tentang SDM Pendidik dan guru, paslon no urut 2 memaparkan jawabannya dengan begitu singkat dan padat, setelah Paslon no urut 2 menjelaskan jawabannya masuk pada sesi tanggapan dari paslon no urut 3 dan 1.

Disinilah tanggapan dari paslon no urut 1 Atika Azmi Utami mempertanyakan tentang Transaksional nepotisme yang kerap terjadi di lingkungan Pemkab Madina.

Jawaban menggemparkan datang dari paslon no urut 2 Dahlan Hasan Nasution “Saya rasa jangan tanyakan pada saya, tanyakan pada yang sebelah kanan”. Pada saat itu yang disebelah kanan atika adalah pasangannya Jakfar Suhairi.

Mari kita tarik benang lurusnya.
Posisi Paslon no urut 1 Jakfar Suhairi dan pasangan No urut 2 Dahlan Hasan adalah sama-sama pertahana yang mana Dahlan Hasan dan Jakfar Suhairi adalah bupati dan wakil bupati madina pada priode lalu.

Tentunya, Dahlan Hasan tidak salah memberikan jawaban menohok seperti itu, karena beliau mengetahui bahwa wakilnya tahu akan perkara Transaksional dan Nepotisme yang kerap terjadi di lingkungan Pemkab Madina.

Dari jawaban tersebut juga memberitahu kepada kita bahwa Dahlan Hasan dan Jakfar Suhairi sama-sama mengetahui bahwa adanya Transaksional dan Nepotisme di lingkungan Pemkab Madina, bahkan terkesan membiarkan itu terjadi. Padahal jelas-jelas Undang-undang No 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme melarang Melarang itu.

Pertanyaan mendasar.
Jika ini terus di biarkan, Kapan Madina bisa berubah..?
Maka disinilah rakyat harus pintar memilih siapa yang harus dipilih pada 09 Desember 2020 nanti.

Cerdaslah memilih, insya allah perubahan itu akan benar-benar terjadi.
Pemilih Cerdas, Negara Berdaulat.

Dikutip dari Facebook : Halun Musthafa

Admin : dita risky saputri, SKM

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan, Mendirikan Perusahaan Pers Adalah Hak Asasi

    JAKARTA(Malintangpos Online):Mendirikan perusahaan pers dalam berbagai platform, termasuk media siber adalah hak asasi manusia yang lindungi oleh PBB dan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang…

    Read more

    Continue reading
    ” Pers Kontekstual “

    Kalau lembaga pers tidak ada, apakah langit akan runtuh? Ya, kalau itu sebelum era medsos. Sekarang? Siapa peduli. Selama konten berita hanya berorientasi update informasi, semua ada di medsos. Upadate-nya…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses