Diduga Modifikasi Tangki, Puluhan Mobil Antri BBM Subsidi di SPBU Panggautan Kec.Natal

NATAL(Malintangpos Online): Puluhan kendaraan tampak berjejer panjang mengantre BBM jenis solar subsidi di SPBU Desa Panggautan, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Jumat (16/1) malam.

Setiap malam, kendaraan-kendaraan tersebut mengantri untuk mendapatkan BBM, bahkan kenderaan ini
diduga telah dimodifikasi agar mampu menampung bahan bakar dalam jumlah lebih besar dari standar.

Antrian panjang ini didominasi mobil jenis minibus, truk, hingga mobil pribadi yang diduga sengaja mengantre untuk mendapatkan solar subsidi yang selanjutnya akan dibawa ke lokasi pertambangan emas ilegal di wilayah tersebut.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, praktik pengompengan BBM subsidi di SPBU Panggautan telah berlangsung setiap hari.

Mobil-mobil pengangkut BBM secara bergantian mengantre sejak siang hingga malam untuk mendapatkan pasokan solar dan pertalite subsidi.

Ironisnya, setelah mendapatkan BBM, sejumlah kendaraan ini kembali masuk ke antrean, akibatnya masyarakat banyak yang tidak kebagian akibat
stok BBM subsidi di SPBU itu cepat habis.

Kondisi tersebut membuat warga di Kecamatan Natal merasa dirugikan dan kecewa terhadap praktek tersebut.

Selain kesulitan memperoleh BBM subsidi, antrean panjang kendaraan pengompeng juga menyebabkan kemacetan dan gangguan lalu lintas, karena memakan bahu jalan di sekitar SPBU yang memiliki ruas jalan sempit.

BBM subsidi yang dikumpulkan itu diduga kuat disalurkan ke lokasi tambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Natal, Ranto Baek, dan daerah sekitarnya.

Masyarakat pun mendesak Kapolres Madina yang baru agar segera turun tangan menindaklanjuti keluhan warga.

Pasalnya, persoalan ini disebut telah berlangsung cukup lama, namun belum terlihat tindakan tegas dari aparat setempat, khususnya Polsek Natal, yang dinilai seolah tutup mata terhadap praktik tersebut.

“Malam ini saja di SPBU Panggautan ada lebih dari 25 unit mobil pengompeng yang antre BBM subsidi, baik pertalite maupun solar.

Mereka mulai antre sejak jam satu siang, setelah dapat BBM masuk antrean lagi. Ini terjadi setiap hari dan sangat meresahkan. Jalan di sini sempit, antrean panjang sampai memakan bahu jalan dan mengganggu pengguna jalan,” ungkap seorang warga. Jumat (16/1).

Warga berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan ketat dan penindakan tegas terhadap penyalahgunaan BBM subsidi, agar distribusi BBM tepat sasaran dan hak masyarakat tidak terus dirampas.

Kapolres Madina,AKBP.Bagus Priandy.S.IK.M.Si yg dikonfirmasi,Via WhatsApp nya,Sabtu malam( 17/01) mengucapkan terimakasih atas informasinya.
” terimakasih informasinya, saya akan chek,” ujar Kapolres Madina.(Isk/Dita/Putra)

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Diduga Gunakan Enam Unit Dompeng, Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Padang Bulan Kotanopan Disebut Sudah Lama Beroperasi

    KOTANOPAN(Malintangpos Online): Didugaan aktivitas tambang emas ilegal kembali mencuat di wilayah Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Seorang warga berinisial CD,disebut-sebut terlibat dalam kegiatan pertambangan emas tanpa izin dengan menggunakan mesin dompeng…

    Read more

    Continue reading
    Telat Bertindak, Sampah Jadi Pemandangan Sehari-hari di Kota Panyabungan

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online):Permasalahan sampah di Kota Panyabungan kian memprihatinkan. Bahkan, di mata sebagian warga, kondisinya sudah tergolong parah. Tumpukan sampah yang kerap terlambat diangkut memunculkan tanda tanya besar, seolah ada yang…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses