Direktur : Ke PPTK Saja, Pengelolaan Sampah Medis di RSUD Panyabungan Disorot Masyarakat, DPRD Madina Jangan Bungkam

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sistem Pengelolaan Sampah Medis RSUD Panyabungan, akhir – akhir ini mendapat Sorotan dari sejumlah maayarakat, karena tatakelola yang dinilai masyarakat asal – asalan dan terkesan dibiarkan.

Dan masyarakat mendesak Anggota DPRD Madina, segera melihat langsung keadaan Sampah Medis yang sudah meresahkan bagi keluarga pasien yg berkunjung ke RSUD Panyabungan.

” Hanya sekitar kurang lebih 250 Meter dari Gedung DPRD dan Kanrtor Bupati, DPRD sebaiknya lihat langsung, biar tidak muncul fitnah,” Ujar Mahmuddin Pulungan warga Kota Panyabungan,Rabu siang(06/05) kepada Wartawan.

Kata dia, layanan kesehatan terjadi di RSUD Panyabungan. Di saat rumah sakit ini fokus ingin menjadi  rumah sakit rujukan, kondisi pengelolaan sampah justru Amburadul.

Terlihat jelas tumpukan sampah menggunung di bangunan TPS RSUD Panyabungan.

Sampah plastik, botol infus, hingga limbah medis tercampur meluber keluar ruangan hingga ke tanah merah. Dinding kotor, bekas tangan, dan sampah berserakan di halaman.

Padahal di samping tumpukan sampah itu berdiri tong sampah hijau bertutup. Namun tong itu kosong, sementara sampah dibiarkan menumpuk di dalam dan luar bangunan TPS.

Kondisi ini jelas melanggar Permenkes 7/2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

Katanya, Limbah medis infeksius wajib dipisahkan, ditutup rapat, dan diangkut maksimal 2×24 jam. Bukan dibiarkan menggunung dan terbuka seperti di foto.

Publik mendesak Bupati Madina,Saipullah Nasution  sidak RSUD Panyabungan. Sebab limbah medis terbuka berisiko cemari air tanah dan jadi sumber penyakit baru.

“Kalau TPS saja tak sanggup diurus, gimana mau layani pasien? Bupati harus evaluasi Dirut RSUD Panyabungan kata salah seorang keluarga pasien yang saat itu berada di sekitar rumah sakit,” ujar Nasution warga Kec.Siabu.

Anehnya, RSUD Panyabungan kerap mensosialisasikan akan pentingnya menjaga kebersihan RSUD Panyabungan.

Misalnya, Sahnan Pasaribu selaku Dewan Pengawas Rumah Sakit dalam exposnya beberapa pekan lewat pernah mengatakan, ketersediaan fasilitas yang bersih sangat krusial mengingat RSUD Panyabungan kini telah dilengkapi peralatan medis modern, seperti Cathlab dan CT Scan 64 Slice.

Kehadiran alat-alat canggih ini harus diimbangi dengan lingkungan rumah sakit yang higienis.

Ternyata, Pakta dilapangan seolah bertolak belakang dengan kondisi yang ada. RSUD Panyabungan seolah melakukan pembiaran terhadap sampah yang menumpuk di areal rumah sakit.

Direktur RSUD Panyabungan, M.Rusli Pulungan, yang dikonfirmasi, Rabu(06/05) via WhatsApp nya, menguttarakan Ke wiwin aja, dia PPTK nya.

” Ke wiwin aja, dia PPTK nya,” sebut Rusli.

Sedangkan . PPTK RSUD Panyabungan, Wiwin yg dikonfirmasi, juga Rabu(06/05) hingga berita ini dikirim ke Redaksi, belum memberikan jawaban( Dita/Aris).

Admin Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    ANSOR MADINA: AKAR TERCERABUT, KE ATAS MAKIN MENTOK?

    SERIAL BULAN PEMUDA Mengeja Puzzle Potensi Pemuda Daerah dari Jakarta, Bercermin dari Madina Artikel Kripis: Gugus Literasi Mandailing Epicentrum Konfercab Gerakan Pemuda Ansor Mandailing Natal hari ini menghadirkan sebuah paradoks…

    Read more

    Continue reading
    BUMD BARU MADINA: DI ANTARA “VONIS” AKADEMIK DAN “VETO” POLITIK

    Artikel Kripis — Gugus Literasi Mandailing Epicentrum Pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru di Mandailing Natal perlu diuji dengan satu pertanyaan mendasar: apakah daerah benar-benar membutuhkan perusahaan milik pemerintah,…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses