Disperindag Madina Jangan Asbun, Harga Sembako di Madina Bergerak Naik

Pedagang Daging di Pasar Baru

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sejumlah pedagang Sembilan Bahan Pokok( Sembako) di Pasar Baru Panyabungan, Pasar Lama Panyabungan, Pasar Sinonoan Kec.Siabu, Pasar Laru Kecamatan Tambangan, Pasar Gunung Baringin di Panyabungan Timur, mengharapkan kepada Dinas Perindag UKM dan Pasar Madina, untuk tidak Asbun(Asal Bunyi) terkait harga menjelang ramadhan.

            “ Kalau mau gelar razia itu Disperindag Madina, jangan bilang-bilang duluan, lakukan razia, jika menemukan dagangan atau produk sembako yang ngak layak jual silakan bawa ke penegak hukum, razia kok bilang-bilang, kalau dibilang ngak razia, operasi pasar boleh,” ujar Nurainun Nasution salah seorang pedagang di Pasar Baru Panyabungan,Rabu(10-05).

            Kata Nurainun, yang dibutuhkan pedagang sekarang ini adalah modal, mau razia atau operasi apa sajapun silakan sepanjang untuk membantu konsumen dan pedagang, sebab dagangan kita tiap harinya ngak laku, sebab setiap hari harga bergerak naik.

            Sementara itu, Ridwan pedagang di Pasar Lama Panyabungan, menilai langkah-langkah Disperindag setiap menjelang ramadhan maupun Idul Fitri tidak lain hanya menghabiskan anggaran yang ada di APBD, manfaatnya bagi pedagang seperti kami ini ngak ada, justuru membikin repot kepada pedagang.

            Harusnya, ujarnya, Kadis Perindag UKM dan Pasar Madina,cepat melihat kondisi Pasar, kalau memang harga sembako naik silakan carikan solusinya, bukan nampang kesana nampang kemari sambil selfi, sebab masalah sembako adalah sudah biasa naik setiap menjelang ramadhan maupun Idul fitri.

            “ Tim Razia secepatnya lah turun ke pasar, jangan menunggu bupati langsung turun, sebab selama ini yang namanya rasia atau operasi pasar ngak ada pengaruh, Cuma habiskan anggaran saja, sebab biayanya ditampung di APBD,” katanya.

Gelar Razia Mamin Kepasar.

Pedagang Beras di Pasar baru sepi dari pembeli.

Tidak berapa hari lagi, Bulan suci ramadhan akan tiba,  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina)  akan secepatnya melakukan monitoring ke Pasar untuk pengawasan peredaran makanan dan minuman (Mamin).

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Drs Musaddad Daulay melalui Kepala Bidang Perdagangan Pangidoan mengatakan dalam waktu dekat ini akan segera di lakukan razia ke pasar yang di poskan di Pasar Baru Panyabungan untuk mengantisifasi peredaran mamin yang kadaluarsa dan tidak memiliki izin. Rabu (10/05).

Dikatakan Pangidoan,  memang setiap tahunnya kita melakukan monitoring menjelang Ramadhan dan Hari raya Idul Fitri ke pasar untuk mengantisifasi permainan para pedangang, namun masih melakukan koordinasi ke instansi terkait dan menunggu arahan dari Bupati Madina.

Apabila ditemukan makanan dan minuman kadaluarsa dari peredaran,  kita masih menunggu kepastian dari Bupati Madina apa mamin di tarik langsung atau di laporkan ke Provinsi.

Disperindag Madina akan membentuk  tim lintas instansi dan aparat Kepolisian  guna memonitoring apakah ada makanan dan minuman berformalin, memakai zat pewarna terlarang, atau mengandung borak.

Razia akan di pokuskan ke bahan pokok makanan seperti ikan basah, ayam potong dan danging yang diduga mengandung ketiga jenis bahan berbahaya agar diteliti dan diuji di laboratorium.

Memang diakuinya, dari pengalaman monitoring peredaran makana dan minuman di lapangan tahun lalu tidak ada ditemukan barang-barang dagangan mengandung seperti diatas (formalin, borak, zat pewarna terlarang), kendati begitu kata dia jelang Ramadhan pihaknya akan melakukan monitoring ketat supaya konsumen tidak dirugikan.(Gus/Red)

Admin : Dina Sukandar Hasibuan,a.Md

 

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.