
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Komisi III DPRD Madina gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT. Sorikmas Mining pada hari Senin (20/07).
Rapat tersebut dipimipin oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Teguh W Hasanatan yang diikuti oleh Ketua Komisi III Bahran Saleh Daulay, Anggota Komisi III Zubaidah Nasution, Khairul Anwar, Soripada Lubis, dan Rivaldi.
Usai RDP, Teguh W Hasahatan kepada Wartawan menjelaskan bahwa PT. Sorik Mas Mining adalah salah satu perusahaan tambang emas dengan lahan konsesi seluas 66.200 Ha di peroleh melalui Kontrak Karya dari Pemerintah Pusat pada tahun 1998.
”Namun ada beberapa kendala yang di hadapi mereka sehingga belum berproduksi sampai hari ini, salah satunya adalah terkait izin atau rekomendasi dari Gubernur Sumut untuk pembangunan jalan dan jembatan menuju titik yang mau di bor/kerjakan karena jalan tersebut melewati kawasan hutan,” ujarnya.
Teguh juga merasa miris dengan keberadaan PT. Sorikmas Mining selama 27 tahun diberikan izin konsesi tapi belum berproduksi hingga saat ini.
”Memang agak miris kedengarannya sebab hampir 27 tahun semenjak di berikan izin konsesi tapi belum berproduksi, dan
menurut keterangan dari Manager PT. SMM, Desember 2027 di proyeksi kan baru berproduksi. Kendati demikian, walaupun mereka belum berproduksi tapi kewajiban pajak dan lain-lain tetap mereka bayarkan.”
”Ya, tentu bagi kami masyarakat Madina, jika berproduksi lebih cepat maka akan ada tambahan dana bagi hasil nanti untuk daerah dalam rangka percepatan dan peningkatan pembangunan, serta akan ada multiplayer efek yang di rasakan masyarakat dari perputaran uang yang ada terutama bagi masyarakat yang bersentuhan langsung dengan wilayah konsesi,” pungkasnya.
Sementara itu Manager External Relation, Ade Hendy kepada Media mengatakan bahwa PT. Sorikmas Mining berencana memulai konstruksi pada kuartal 1 tahun 2026. Kegiatan penambangan pertama dijadwalkan dimulai pada kuartal IV tahun 2027.
”Dengan rencana Konstruksi tahap 1 kami akan melakukan pembangunan jembatan Tanjung Sialang serta pembukaan jalan menuju lokasi pertambangan dan rekomendasi sudah kami sampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara pada tanggal 21 November 2025 kemarin, dan kami berencana awal produksi di awal Desember tahun 2027 setelah semua perijinan pengeborannya sudah lengkap” ungkapnya.
Ade Hendy juga menjelaskan bahwa selama ini PT. Sorikmas Mining memiliki program komunitas seperti Pendidikan, Kesehatan, Pendapatan, Sosial Budaya, Lingkungan Hidup, Insfrastruktur.
”Selama periode 1999-2025 PT. Sorikmas Mining telah menanamkan investasi sebesar RP. 2.2 Trilyun. Dan di periode yang sama kegiatan perusahaan telah berkontribusi kepada negara sebesar Rp. 229 Milyar melalui pajak dan non pajak.”

“Tentunya kami berterima kasih kepada Bupati Mandailing Natal yang telah memberikan warning kepada kami, semoga pimpinan yang dipusat dapat segera mendengarkannya,” tandasnya(Isk/Dita/Dav)
Admin : Iskandar Hasibuan








