Eksistensi Kopri Dalam Membangun Gerakan Intelektual Perempuan

Wahyuni Sapriani Hutasuhut
Kopri PMII Padangsidimpuan

Korps PMII Puteri atau yang disingkat KOPRI merupakan or bhganisasi berstatus semi otonom yang tidak dapat dipisahkan dari wadah utamanya yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Hal ini dilakukan agar eksistensi KOPRI dapat terus berlangsung.

Jika dilihat dari segi kualitas keberadaan KOPRI tidak hanya melahirkan elit pimpinan perempuan.

Akan tetapi mampu berkiprah dalam transformasi pengetahuan dan perubahan sosial kemasyarakatan dengan cara memperkuat basis organisasi.

Sehingga selama permasalahan perempuan ada, KOPRI harus hadir sebagai garda terdepan sebagai problem solving.

Kesetaraan atau keadilan gender adalah pandangan bahwa semua orang harus menerima perlakuan yang setara dan tidak didiskriminasi berdasarkan identitas gender mereka, yang bersifat kodrati.

Kesetaraan gender bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi laki-laki dan perempuan dalam hal partisipasi ekonomi, kesetaraan akses pendidikan, kesehatan, pekerjaan, serta political empowerment.

Pada masa kini perempuan memiliki akses yang sama untuk sekolah setinggi mungkin.

Kenyataan ini juga bisa kita lihat secara keseluruhan, perempuan sudah diperbolehkan menempuh pendidikan formal sampai tingkat tertinggi.

Gerakan yang dapat dilakukan KOPRI sebagai wujud perubahan dalam wacana-wacana baru dan menjawab permasalahan-permasalahan perempuan baik internal dan eksternal KOPRI yaitu dengan dua gerakan strategis yang dapat dilakukan yaitu;

Gerakan politik dengan pencapaian output berupa penguasaan leading sektor oleh KOPRI Gerakan sosial dengan pencapaian output berupa advokasi kepada masyarakat.

Dan berupa advokasi kebijakan publik yang tidak berpihak kepada perempuan.

Dalam mendukung dua gerakan strategis di atas, maka KOPRI harus mampu menyusun strategi-strategi pengembangan agar peka terhadap persoalan-persoalan dan isu-isu tentang perempuan, strategi-strategi tersebut diantaranya:

Strategi awal adalah strategi pengembangan internal.

Sebuah organisasi menjadi cukup strategis karena terdapat sistem yang mengatur bagaimana strategi dibangun, kepemimpinan bekerja dan mekanisme diatur agar gerakan dapat terarah dan terpimpin.

Peningkatan kualitas SDM merupakan kekuatan jaringan pengetahuan dan sosial yang perlu dibangun untuk memantik kepekaan akan persoalan dan isu perempuan.

Pertama, dilaksanakannya jenjang kaderisasi KOPRI yakni SIG, SKK, dan SKKN.

Jenjang kaderisasi ini merupakan alat yang bisa digunakan untuk meningkatkan intelektualitas kader KOPRI yang disertai dengan implementasi.

Kedua, menjadikan study fakultatif sebagai bagian pengkaderan non formal bagi kader KOPRI.

Ketiga, mendorong budaya ilmiah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan pengembangan, penelitian, advokasi, dan diskusi rutin.

Aswaja merupakan salah satu metode berfikir yang penting dalam pembacaan persoalan, khususnya kesetaraan gender yang menjadi fokus utama KOPRI.

Dengan melalui bimbingan bagaimana KOPRI mengajak kader dan masyarakat untuk menjadi cerdas dalam menghadapi kehidupan, mengajak mereka untuk mengetahui dan memahami pentingnya hak-hak perempuan di negeri tercinta ini.

Penulis : Wahyuni Sapriani Hutasuhut
Kopri PMII Padangsidimpuan.

admin : Dita Risky Saputri, SKM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.