Evakuasi Dipimpin Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, Warga Sitamiang Temukan Pria Meninggal Dunia

PADANGSIDIMPUAN(Malintangpos Online):  Warga Jalan Sisingamangaraja, Gang A. Lubis, Lingkungan I, Kelurahan Sitamiang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, dikejutkan dengan penemuan seorang pria Diietahui Bernama Ramli Efendi Nasution(61) yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Jumat (18/9) sekitar pukul 11.00 WIB.

Informasi yang diterima Wartawan, Penemuan tersebut bermula ketika warga merasa curiga karena korban sudah sekitar dua hari tidak terlihat beraktivitas maupun keluar dari rumah.

Kecurigaan semakin menguat setelah warga mencium aroma tidak sedap yang berasal dari dalam rumah korban.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kepala Lingkungan I Kelurahan Sitamiang, Sofyan, bersama warga dan didampingi Bhabinkamtibmas AIPTU Supriono, S.H., mendatangi rumah korban.

Setelah rumah dibuka, warga mendapati korban telah meninggal dunia di kamar depan, tidak jauh dari pintu rumah. Warga kemudian menghubungi pihak keluarga dan kepolisian.

Kasat Reskrim Pimpin Evakuasi Jenazah

Mendapatkan informasi tersebut, personel Polres Padangsidimpuan bersama personel Polsek dan piket fungsi segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Hasiholan Naibaho, S.H., M.H., memimpin langsung penanganan dan evakuasi jenazah bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Padangsidimpuan.

Penanganan di lokasi turut melibatkan personel piket, Satreskrim, Satintelkam, satuan fungsi lainnya, serta personel Babinsa Kodim 0212/Tapanuli Selatan.

Unit Inafis melaksanakan pemeriksaan dan identifikasi terhadap korban di lokasi kejadian. Kegiatan tersebut berada di bawah koordinasi Kaur Identifikasi Aipda Fahrizal Sofyan Nasution.

Petugas melakukan pengecekan TKP, dokumentasi, serta pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Setelah pemeriksaan awal selesai, jenazah dievakuasi ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan medis.

Kehadiran petugas gabungan tersebut merupakan bagian dari penanganan kepolisian guna memastikan proses pemeriksaan, identifikasi, dan evakuasi berlangsung sesuai prosedur.

Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Hasiholan Naibaho, S.H., M.H., dalam keterangan berdasarkan laporan kepolisian menyampaikan bahwa petugas telah melaksanakan olah TKP, identifikasi, pemeriksaan saksi, dan evakuasi jenazah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis atau visum et repertum (VeR) sebagaimana tercantum dalam laporan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis atau visum et repertum (VeR), tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit dan selama ini menjalani pengobatan rutin,” demikian draf pernyataan Kasat Reskrim.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menyatakan tidak keberatan atas meninggalnya korban dan tidak menghendaki dilakukannya autopsi.

Setelah seluruh proses penanganan kepolisian selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Tinggal Sendiri 

Berdasarkan keterangan Rahmat Hidayat Nasution, anak korban, ayahnya selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut sejak sekitar Maret 2026, setelah terjadi perselisihan keluarga.

Rahmat menerangkan bahwa ayahnya telah mengalami sakit selama bertahun-tahun dan menjalani pengobatan jalan secara rutin di Rumah Sakit Meta Medika sejak Oktober 2024.

Komunikasi terakhir antara Rahmat dan korban berlangsung pada 25 Agustus 2026. Saat itu, Rahmat menanyakan kondisi kesehatan ayahnya.

Rahmat yang sebelumnya berada di Medan kemudian pulang ke Padangsidimpuan pada Kamis (17/9/2026). Ia berencana menjumpai ayahnya pada Jumat (18/9/2026).

Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, warga menghubunginya dan menyampaikan kabar bahwa ayahnya telah meninggal dunia di dalam rumah.

Rahmat kemudian mendatangi rumah tersebut dan mendapati ayahnya sudah tidak bernyawa.

Keluhan Korban Sesak Dada

Keterangan lain disampaikan Nurmayani, anak korban, yang menyebutkan bahwa selama ini ayahnya masih kerap datang ke rumah keluarga untuk makan maupun meminta didampingi berobat ke Rumah Sakit Meta Medika.

Menurut Nurmayani, korban terakhir kali datang ke rumah keluarga pada 16 September 2026. Saat itu, korban sempat mengeluhkan dadanya terasa sesak.

Dua hari kemudian, tepatnya Jumat (18/9/2026), Nurmayani menerima informasi dari warga mengenai meninggalnya ayahnya.

Ia kemudian mendatangi rumah korban dan mendapati ayahnya telah meninggal dunia.

Keterangan keluarga tersebut menjadi bagian dari informasi yang dihimpun petugas dalam proses penanganan peristiwa tersebut.

Penyerahan Jenazah

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis atau visum et repertum (VeR) sebagaimana tercantum dalam laporan kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat diabetes akut, kolesterol, dan asam urat serta rutin menjalani pengobatan.

Pihak keluarga menyatakan tidak keberatan atas meninggalnya korban dan tidak menghendaki dilakukannya autopsi. Keluarga kemudian membuat surat pernyataan tidak keberatan atas kematian korban.

Setelah proses penanganan selesai, jenazah diserahkan oleh pihak kepolisian kepada keluarga dengan disertai surat penyerahan jenazah.

Petugas Gabungan Kumpul Keterangan

Selain personel Satreskrim dan Unit Inafis, penanganan peristiwa tersebut turut melibatkan Satintelkam Polres Padangsidimpuan.

Satintelkam melakukan pengumpulan bahan keterangan di lapangan dan menyusun laporan terkait kejadian tersebut.

Keterlibatan sejumlah satuan fungsi kepolisian bersama Babinsa Kodim 0212/Tapanuli Selatan menjadi bagian dari koordinasi penanganan di lokasi.

Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan menghimpun keterangan dari pihak keluarga untuk melengkapi informasi mengenai peristiwa tersebut.

Polisi Imbau Masyarakat 

Dalam penanganan peristiwa tersebut, kepolisian melakukan sejumlah tindakan, antara lain mendatangi TKP, melaksanakan olah TKP, dokumentasi, pemeriksaan saksi, identifikasi, serta evakuasi jenazah.

Kasat Reskrim mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian serupa atau hal-hal yang memerlukan penanganan petugas, sehingga dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar, terutama karena korban diketahui telah sekitar dua hari tidak terlihat beraktivitas di lingkungan tempat tinggalnya.

Dengan selesainya proses pemeriksaan dan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, penanganan di lokasi kejadian dilaksanakan oleh petugas sesuai prosedur kepolisian(Rel/Isk/SS)

Admin : iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Kadis Perikanan Madina Larang Warga Konsumsi Ikan Jurung Yang Mati Mendadak

    TAMBANGAN(Malintangpos Online): Dinas Perikanan Mandailing Natal (Madina) Sumut, telah melakukan pemeriksaan puluhan Ikan Mera atau Jurung yang mendadak mati di Aek Tambangan Desa Tambangan Jae Kecamatan Tambangan. Menurut pemeriksaan sementara…

    Read more

    Continue reading
    Kadis Perikanan Madina Turun Langsung Ke Lokasi Lubuk Larangan Anak Yatim Tambangan Jae

    TAMBANGAN JAE(Malintangpos Online): Lebih 50 ekor Ikan Mera atau Ikan Jurung yang merupakan ikan lokal Mandailing mati mendadak di Lubuk Larangan Tambangan Jae, Tambangan, Mandailing Natal, Sumut. Plt Kadis Perikanan…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses