Fraksi NasDem DPRD Madina Desak Kapoldasu Tindak Anggotanya Yang Melakukan Salah Tangkap

PANYABUNGAN (Malintangpos Online): Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Sekretaris Fraksi Wildan SH mendesak Kapoldasu tindak tegas sejumlah anggotanya yang melakukan salah tangkap terhadap Ketua DPW Partai Nasional Demokrat Sumut Iskandar ST di Bandara Kualanamu.

“Kapoldasu secepatnya menindak sejumlah personil polisi yang dinilai ceroboh karena melakukan salah tangkap terhadap Ketua DPW Partai NasDem Sumut saat berada di dalam pesawat,” tegas Wildan SH Sekretaris Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Madina kepada Wartawan, Jumat (17/10) via seluler dari Kantor DPRD Madina.

Dijelaskan Wildan Lubis, tindakan salah tangkap tersebut merupakan tindakan yang tidak profesional, selain membuat malu dan perasaan tidak senang Ketua DPW Partai NasDem juga mencoreng institusi Polri.

“Selain oknum-oknum polisi yang ceroboh itu ditindak, kita juga meminta klarifikasi dari Kapoldasu agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali,” pinta Wildan.

Selain itu, tambah politisi Partai NasDem ini, pihak Avsec Bandara Kualanamu dan maskapai penerbangan Garuda juga tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya, tanpa data akurat, dinilai membantu untuk menangkap seorang penumpangnya.

“Padahal, sesuai ketentuan yang berlaku, tidak boleh menangkap penumpang yang berada di dalam pesawat, apalagi pesawat akan segera berangkat menuju Jakarta, kecuali orang yang akan ditangkap adalah teroris. Pak Iskandar itu adalah Ketua Partai DPW NasDem Sumut, sosok yang dikenal luas oleh publik di Medan dan Sumatera Utara,” terang Wildan.

Wildan juga menegaskan, seharusnya pihak Polrestabes Medan, Poldasu, Avsec Bandara dan maskapai penerbangan memverikasi data-data yang akurat sebelum menangkap atau memaksa seseorang keluar dari dalam pesawat.

Sebagaimana diketahui sebelumnya,
Ketua NasDem Sumut Iskandar ST menjadi korban salah tangkap oleh polisi Polrestabes Medan, Rabu (15/10) malam.

8Iskandar dipaksa turun dari pesawat saat dirinya berada di dalam pesawat yang hendak terbang dari Bandara Kualanamu menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Saat itu Iskandar sudah duduk di kursi penumpang dan pesawat sudah mau terbang.

“Saya sedang duduk di dalam pesawat, tiba-t8iba datang polisi dan petugas Avsec yang memaksa saya turun dari pesawat,” sebut Iskandar.

Dijelaskan Iskandar, saat itu petugas Avsec menyatakan bahwa Iskandar dilarang terbang karena sudah menjadi tersangka namun setelah petugas Kepolisian berpakaian preman datang, ternyata salah orang.

Belakangan para polisi berpakaian preman tersebut langsung menghilang setelah diketahui orang yang hendak ditangkap ternyata salah orang.(BS/ATT/Isk/Dita)

 

Admin: Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Pasca Libur Lebaran, Bupati Madina Sidak Pelayanan di RSUD Panyabungan

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Hari pertama masuk kerja pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution melakukan peninjauan pelayanan publik di RSUD Panyabungan, Rabu (25/3/2026). Dalam kunjungan tersebut,…

    Read more

    Continue reading
    Disiplin Masyarakat Disorot, Publik Pertanyakan Konsistensi H. Saipullah Nasution dalam Tata Kelola ASN

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pernyataan H. Saipullah Nasution yang menilai masyarakat kurang disiplin dalam pembukaan tradisi Lubuk Larangan di Mandailing Natal, menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Aktivis mahasiswa Mandailing Natal, Rio Wahyudi,…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses