GANDENG ORMAS AGAMA DAN PONDOK PESANTREN UNTUK PERCEPATAN VAKSINASI DI MADINA.

Kanan, Moechtar Nasutiom

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pemerintah Kabupaten Madina terus menggenjot program vaksinasi untuk masyarakat.

Langkah ini sebagai upaya untuk keluar dari pandemi Covid-19 menuju kehidupan normal baru (new normal) sekaligus juga sebagai syarat untuk penurunan level 3 sehingga aktifitas ekonomi masyarakat dapat menggeliat kembali dan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) dapat berjalan dengan optimal.

Untuk itu, perlu peran sejumlah kalangan khususnya para pemuka agama dan pondok pesantren untuk dilibatkan secara totalitas agar kegiatan vaksinasi berjalan lancar dan berterima dimasyarakat.

“Peranan tokoh agama dan kalangan pondok pesantren ini sangatlah penting dalam mensosialisasikan mengenai pentingnya Vaksinasi Covid-19 ini, bahkan jika dianggap perlu tokoh agama dan kalangan pondok pesantren ini secara struktural dilibatkan secara utuh dengan memasukkannya kedalam tim gugus tugas kabupaten/kecamatan/kelurahan dan desa agar potensi mereka dapat lebih dimaksimalkan untuk memberikan penerangan, pencerahan dan pengertian hingga level bawah sekalipun” ujar Kolumnis Malintang Pos, Moechtar Nasution saat bincang bincang dengan pimpinan Redaksi dikantor Malintang Pos Group, Jalan Bermula Utama, Kelurahan Sipolu-polu, Kamis (4/11).

Menurutnya, masyarakat harus secara massif diberikan pengertian bahwa vaksin Covid-19 yang diberikan tersebut adalah cara yang paling efektif untuk membentuk kekebalan secara komunal (heard immunity) dalam rangka menuju endemi menjelang kehidupan normal baru kedepan.

Disamping itu, vaksinasi ini sudah mendapatkan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan hasil uji klinis BPOM sehingga dalam taglinenya disebutkan aman, sehat dan halal.

Pria peraih “Malintang Pos Award” selama dua tahun berturut turut dalam kategori yang berbeda ini berpendapat bahwa mereka (para tokoh agama-red) harus diturunkan di daerah yang tingkat vaksinasinya masih rendah.

Dengan pendekatan keagamaan, kita berkeyakinan para tokoh agama ini akan mampu menjelaskan urgensi vaksin ini supaya lebih diterima masyarakat sehingga masyarakat dengan kesadaran sendiri mau untuk divaksin.

Intinya, kehadiran para pemuka agama dan kalangan pondok pesantren ini dalam percepatan vaksinasi ini sesungguhnya amat sangat penting dan vital untuk “mengcounter” berita hoaks terkait vaksin tersebut” paparnya.

Menurutnya, kampanye vaksinasi yang menitik beratkan kepada edukasi dengan pendekatan keagamaan ini harus terus dilakukan agar tidak terjadi salah tafsir di masyarakat.

Para tokoh agama dan kalangan pondok pesantren ini menyampaikan bahwa tidak mungkin pemerintah mau mencelakakan masyarakat terkait dengan vaksinasi.

Oleh karena itu menurutnya, pemerintah harus memperkaya strategi dan melahirkan seribu metode dalam percepatan vaksinasi ini, tidak semata mata hanya dengan pendekatan “medical”dan ” economic” centre.

Tetapi metode dengan pendekatan keagamaan juga begitu pentingnya karena metode ini jauh lebih berterima dikalangan masyarakat.

Ini belum terlambat saya pikir.Beberapa hari yang lalu, ormas Pemuda Pancasila juga sudah melaksanakan vaksinasi massal.

Ini sesuatu yang strategis sekali dan positif untuk menumbuhkembangkan partisipasi publik.

Kolaborasi dan sinergi dengan kalangan Agamawan dan pondok pesantren juga mudah mudahan bisa berterima dimasyarakat melalui pengajian dan ceramah keagamaan baik yang terjadwal atau insidental disurau,langgar, mushola dan mesjid bahkan khotbah jum’atan juga bisa diisi dengan ajakan/himbauan untuk vaksinasi, pun juga hal yang sama dapat juga dilaksanakan di majelis-majelis taqlim, majelis zikir, perkumpulan wirid dan yang sejenisnya” jelasnya lanjut.

Dan hal ini juga dapat diberlakukan untuk agama yang lain misalnya para pendeta untuk mengajak jemaatnya mengikuti vaksinasi dan yang lainnya.

Madina ini sebutnya dikenal dengan julukan “negeri beribu santri” dan memiliki ratusan pondok pesantren.

Dan ini ujarnya adalah kekuatan yang bisa dioptimalkan dalam rangka percepatan vaksinasi tersebut.

Mari kita libatkan mereka, kita rangkul, kita dekati untuk bersama sama melaksanakan vaksinasi massal.

Peran alim ulama, Agamawan dan kalangan pondok pesantren akan berdampak luas bagi masyarakat.

Dan jangan lupa ajak bicara ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Al Washliyah dan ormas agama lainnya PGI, HKBP dan yang lainnya karena kita yakin semua komponen pasti mendukung percepatan vaksinasi ini” sebutnya serius seraya mencontohkan pondok pesantren Subulussalam, Sayur Maincat, Kotanopan yang telah sukses menggelar Gebyar Vaksinasi kerja sama dengan Pemda, TNI/Polri.

Masyarakat Madina khususnya daerah pedesaan dalam penjelasannya masih sangat banyak yang bertumpu pada tokoh agama dan orang terdidik jebolan pondok pesantren seperti uztad untuk mendapatkan validasi informasi terkait pandemi ini.

“Guru mereka tempat bertanya dan mengadukan masalahnya iya itu.. kepada uztad, alim ulama, hatobangon, cerdik pandai” tambahnya menegaskan.

Pada kesempatan itu, Moechtar Nasution mengingatkan masyarakat untuk tetap tidak lengah dan abai, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga berdampak positif dalam penanganan dan pengendalian Covid-19, yang saat ini terus semakin membaik terlebih lagi dalam mengantisipasi kemungkinan terjadi nya lonjakan penyebaran virus Corona ini menjelang hari Natal dan tahun baru mendatang.(Redaksi)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.SE.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.