
MANDAILING NATAL(Malintangpos Obline): Warga Kecamatan Siabu dan Kec.Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, kesulitan memperoleh Gas Elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg). Pasalnya, pasokan gas di tempat pengecer dan Warung -Warung sudah 1 Minggu Kosong.
” Gas Elfiji 3 Kg Kosong, Warga dan Pedagang Makanan Mengeluh, siapa yang Tanggung Jawab, Pemda Madina Juga Sepertinya Tidak Peduli, nggak Mungkin Wartawan yang tanggung jawab,” Ujar Nur Nasution warga Panyabungan II di Jln.Pemuda,Minggu(23/4) sore.
Kata Br.Nasution, hilangnya Gas Elfiji 3 Kg seperti disengaja,karena menjelang Idul-Fitri 1444 H sudah mulai langka dan harganya diatas Rp 25.000.-
” Gas Bersubsidi kok bisa langka, bukankah jauh – jauh hari Pemerintah sudah tau kebutuhan diwilayah Mandailing Natal, siapa yang bermain,” ujarnya.
Lain lagi, Risna (36) Seorang ibu rumah tangga mengaku Kepada Wartawan media ini, sulit mencari gas di Kecamatan Siabu.
” Kita sudah mencari ( untuk dibeli) mulai dari desa Sinonoan hingga Desa Sihepeng namun tidak ada yang menjual ( Stock kosong). Beberapa pengecer gas tidak ada barangnya ” Beber Risna, Siabu, Minggu, (23/04/2023).
Dikatakan Risna mulai kemarin mereka mencari gas itu hingga kini tapi tidak ada yang menjual. Pengecer tempat biasa Risna membeli gas tidak ada Stock ( Gas).
Biasanya, agar pembeli tidak saling berebut gas, pengecer berinisiatif mendata konsumen yang memesan gas terlebih dahulu.
” Sehingga mereka bisa mendapat gas dengan cara menunggu giliran. Bagi yang memesan lebih awal bisa mendapat gas terlebih dahulu” jelas Risna
Salah satu pengecer gas 3 kg di Desa Simaninggir Mengatakan pada bulan Ramadhan sudah mengusulkan 70 tabung namun yang datang hanya 10 tabung gas.
” Gas itu datang pada H-1 IdulFitri dan langsung habis. Saya tidak tahu kapan lagi gas itu diantar ke pengecer ” ungkap Pengecer Gas Desa Simaninggir
Sementara, Parlin kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Kabupaten Mandailing Natal, mengatakan yang mengawasi gas 3 Kg ( bersubsidi) adalah Bagian perekonomian
” Selama ini yg mengawasi gas 3 Kg bersubsidi adalah bagian perekonomian. Saya tidak bisa berkomentar lebih banyak , nanti takut salah” jelas Parlin
Namun, Mulia Raja Kabag Perekonomian Kabupaten Mandailing Natal menjelaskan kelangkaan gas 3 kg bukan urusan bagian perekonomian.
Bagian perekonomian yg sekarang tugasnya membantu pak sekretaris Daerah ( Sekda). Kelangkaan gas secara tekhnis yang membidangi hal tsb adalah Dinas Perdagangan sesuai surat dari Mendagri cuma suratnya di kantor, nanti kalo kantor sudah buka bisa kita cek sama- sama suratnya” jelas Mulia Raja
Dijelaskan Raja, da beda Tugas Pokok dan fungsi (tupoksi) dinas dan bagian yg memang belum semua orang memahaminya. Perlu memang diberi pemahaman masing-masing
Raja juga mengatakan , beda bagian, perekonomian yg dulu dan yg sekarang berbeda tugasnya.
Kinerja Pemerintah Daerah sangat diharapkan warga untuk setiap tugas masing-masing.
Namun, Kedua pejabat pemerintah tersebut saling tuding tanggung jawab dan tidak ada solusi untuk warga dalam kondisi kelangkaan gas.
” Perkara Gas saja tidak ada solusi bagaimana hal lain. Kinerja pejabat di Madina perlu di evaluasi oleh Bupati Mandailing Natal,” sebut warga dengan kesal di Kec.Siabu.
Jatah Madina Dikurangi.
Sedangkan salah supir pengangkut Gas Elfiji 3 Kg di Panyabungan yang dicegat Wartawan,Sabtu(22/4) mengakui bahwa jatah Gas Elfiji 3 Kg untuk Madina dikurangi.
” Jatah Madina dikurangi, waktu kemaren juga begitu sampai ke Psnyabungan langsung habis,” ujarnya.
Kapan Normal..? Tanya Wartawan ” Kita Senin berangkat lagi, soal kapan Normal kita nggak bisa tentukan, kita hanya mengangkut Gas,” ujarnya ( Regar/Red)
Admin : Iskandar Hasibuan








