Gepeng Tanggung Jawab Siapa…?(1)

Seorang Anak Kecil Tidur Di emperan Toko di Panyabungan Madina.

PERDEBATAN di Media Sosial terkait dengan adanya seorang Ibu yang membawa anak-anaknya tidur diberbagai tempat di Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal,suatu bukti bahwa sekarang ini sudah ada Gelandangan dan Pengemis yang harus mendapat perhatian bukan saja oleh pemerintah, namun seluruh elemen masyarakat saatnya melihat kondisi tersebut dan ikut serta mencari jalan keluarnya.

            “Gepeng (Gelandangan dan Pengemis) Tanggung Jawab Siapa “ itulah judul tulisan yang sangat sederhana ini, sebab perlu kita ketahui bersama bahwa Gelandangan adalah seorang yang hidup dalam keadaan yang tidak mempunyai tempat tinggal dan tidak memiliki pekerjaan tetap dan mengembara ditempat umum sehingga hidup tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat.

Sedangkan Pengemis adalah seorang yang mendapat penghasilan dengan meminta minta di tempat umum dengan berbagai cara dan alasan untuk mendapatkan belas kasihan dari orang lain dan Gepeng (gelandangan dan pengemis) adalah seorang yang hidup menggelandag dan sekaligus mengemis.

Oleh karna tidak mempunyai tempat tinggal tetap dan berdasarkan berbagai alasan harus tinggal di bawah kolong jembatan, taman umum, pinggir jalan, pinggir sungai, stasiun kereta api, atau berbagai fasilitas umum lain untuk tidur dan menjalankan kehidupan sehari-hari.
Secara jujur kita masyarakat yang tinggal di Mandailing Natal,kalau kita tarik garis kekeluargaan boleh dikatakan masih mempunyai tali persaudaraan berdasarkan marga atau family, namun semua itu akan hilang ketika ada satu(1) keluarga seperti ibu yang diberitakan di Media Sosial akhir-akhir ini banyak orang/manusia yang sekalipun itu family atau keluarganya pasti dia akan mengelak dengan mengatakan” Saya Tidak Kenal Itu”

Coba, kalau ibu yang membawa anak-anaknya hilir mudik ke sana kemari adalah mendadak kaya atau mendadak jadi Artis dipastikan banyak yang mengatakan itu “ Family Saya,Itu Keluarga Saya, Itu Dekat Rumah Kami dan sebagainya” dan tentu gambaran itulah yang harus kita secara bersama-sama dengan pemerintah untuk mencari jalan keluarnya.

Penulis pernah mengajaknya dialog, bahwa anaknya yang dibawanya pindah kesana kemari bukanlah keinginannya seperti yang dituduhkan, tetapi nasibnya yang seperti itu disebabkan ayah si anak yang tidak mempunyai rasa tanggung jawab, apalagi untuk membiayai hidupnya, siapa sih yang mau hidup seperti ini…? Saya juga mau hidup layak seperti yang lainnnya, tapi iyah beginilah nasibku sekarang, ujar ibu dengan logat bahasa daerah Mandailing bercampur bahasa angkola.

Gepang Tanggung Jawab Siapa..? sudah tentu adalah tanggung jawab Pemerintah, sebab Gepeng pun adalah manusia, kalau Gepeng tersebut di Kota Panyabungan tentu tanggung jawab Pemerintah Mandailing Natal dan juga tanggung jawab semua pihak, khususnya orang-orang yang peduli dengan nasib Gepeng.

Makanya, sudah saatnya Pemerintah Mandailing Natal Cq.Dinas Sosial yang sekarang dijabat oleh Taufik Lubis,SH.MM menjadi orang yang pertama untuk mencari jalan keluar mengatasi Gepeng, silakan ajak semua elemen masyarakat, bukan dengan hanya memberikan uang dan biaya kontrakan, tapi ayo berikan jalan keluar agar Gepeng yang muncul di Kota Panyabungan mampu merobah dirinya.

Apa mungkin..? Siapa bilang ngak mungkin, banyak orang yang teriak-teriak dengan mengatakan kalimat-kalimat pedas kepada si Ibu tersebut, bahkan ada yang mengatakan kalimat “ Ibu Itu menjadikan Anaknya Sebagai Alat Cari Makan” tentu itu semua dinamika perkembangan kebebasan mengeluarkan pendapat, tapi bukan kebablasan( Bersambung).

Admin : Dina Sukandar Hasibuan.A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.