
Munculnya Fostingan Foto Sampah di Facebook Iskandar Hasibuan, baik melalui percakapan Facebook dan melalui WhatsApp ke – Redaksi Media PT.Malintang Pos Group, sampai Sabtu(30/6) masih banyak yang mengirim.
Isinya..? Mau tau saja, yang jelas ada yang beri saran, ada yang beri kritik, ada yang bilang ” Emang Gue Pikiran ” serta lebih banyak memberikan masukan agar Pemda Madina dibawah Komando HM.Jafar Sukhairi – Atika Azmi Utammi, membuat semacam Lomba Kebersihan antar Desa/Kelurahan.
Seperti yang disampaikan Elli Pulungan Bide : Isepe pemimpinna anggo budaya ldg soni, berat brobah bang…

Cara lain adalah coba para guru atau uztadz2 yg ceramah2 di pengajian di sekolah2 supaya tema SAMPAH jangan buang sembarangan di gaungkan trus jangan bosan…
bila perlu tekankan bahwa.. yg mmbuang sampah sembarangan bisa mmpercepat masuk neraka…
Atau cara cepat masuk sorga salah satunya adalah… dengan memubguti sampah lalu melbuangnya ke tempat sampah.
Cara lain lagi bang
Pemimpin adakan perlombaan KEBERSIHAN LINGKUNGAN antar KELURAHAN… (dlm kota panyabungan sj dulu) hadiahnya buat besar dan berupa UANG…. tp gunakan juga uang hadiah tsb tsb untuk keindahan setiap kelurahan.
Kayak orba dulu bang. tp buatnya banyak juara….
Muncul dari Ludfan Nasution : Elli Pulungan Bode wah, kak. Betul juga itu. Tapi jangan lempar bola. Para ustadz tidak dapat uang dari negara untuk urusan pengelolaan sampah.

Yang bertugas dong yang harus tugas dan tanggung jawab. Soal annashofatu minal iman…. itu urusan kita semua yg mangaku Muslim/muslimah.
Elli Pulungan Bode : Ludfan Nasution Mereka bukan mngelola tp mngajak! karena satu2 nya para ulama uztadz dan pengajar2 lah yg dekat lgsg kpda rakyat..
Jadi boleh dong mereka bantu pemerintah untuk kpda kebaikan, toh kebersihan juga bahagian dari iman.
Kan biasanya banyak tuh pengajian2, acara2 ngumpul2… ya apa salahnya diajak…. siapatahu kena dihati para pendengar..
Lebih bagus lagi para wakil rakyat turun juga… Ngajak..!
sekalian memperjelas kpd PLN knpa lampu listrik mati2, itu tugas wakil rakyat lo sebenarnya… Bertanya dan mencari solusi untuk kpntingan rakyat.. Banyak
Ludfan : Elli Pulungan Bode nah, kalau soal bantu-bantu pemerintahan, ya itu tak pernah lepas dari dirimu mereka.
Dan, anggota dewan itu, kalau mau terlihat dalam hal ini bukan lagi bantu-bantu namanya, tapi juga menjadi tugas bergaji mereka.
Kak, di medsos ini saya pun sering bilang, pengelolaan sampah dan penataan wajah ibukota Panyabungan itu harus ditangani secara terpadu oleh tim terpadu
” tidak bisa asal-asalan dan tiba-tiba, tiba-tiba goat ketika banjir dan tiba-tiba loyo dan malas saat tak banyak sorotan ” serta banyak lagi.

Hemat Penulis, apa yang disampaikan Elli Pulungan Bode dan Ludfan Nasution, serta lainnya adalah masukan yang sangat Fositif sekali buat dilaksanakan Pemerinta Desa/Kelurahan, Kecamatan hingga Kabupaten.
Persoalannya, mau nggak Laksanakan, itu yang menjadi Proflwmnnya. Karena mustahil dan sangat tidak mungkin Bupati/ Wakil Bupati tidak mengetahui soal Sampah yang belum bisa diselesaikan hingga Penghujung Juni 2024 ini.
Mungkin Bupati/Wakil Bupati Madina Ngak tau dan Tidak Pernah Lihat..? Berarti Lurah, Camat Panyabungan dan Kadis Lingkungan Hidup Mandailing Natal, Harus Ditegur dan bila perlu dicopot dari Jabatannya.
Sebenarnya, Bupati/Wakil Bupati, soal Sampah di Kota Panyabungan bukan urusan Bupati/Wakil Bupati, hanya mungkin ia, tidak menuduh, tingkat kemampuan Kadis Lingkungan Hidup Mandailing Natal, belum mampu, apalagi Camat dan Lurah ( Bersambung Terus).
Admin : Dita Risky Saputri SKM.








