*** Oleh : Muhammad Ridwan Pasaribu***

PELAKSANAAN Haji 1444 H/2023 M, Kementerian Agama Republik Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan Ibadah haji.
Salah satunya, kuota haji Indonesia kini kembali normal sebanyak 221.000 orang. Namun, terjadi penambahan sebanyak 8.000 kuota.
Tak hanya itu, tantangan ini semakin berat bagi Menag sebab Indeks Kepuasan Jemaah Haji (IKJH) saat musim haji 1443 H/2022 M mencapai 90, 45 persen.
Hasil ini patut disyukuri sekaligus menjadi tantangan ke depan agar dapat dipertahankan serta ditingkatkan.
Menariknya, musim haji 2023 ini Kementerian Agama RI mengusung slogan “Haji Ramah Lansia”. Hal ini membuktikan bahwa Menag berkomitmen untuk melayani umat dan menunjukkan dedikasi terhadap bangsa.
Salah satu eksistensi Petugas haji adalah memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji lanjut usia (lansia) dan menjadikan lebih mandiri.
Berdasarkan Big Data Menag, sebanyak 65. 802 jemaah haji yang lanjut usia, atau sekitar 33 persen dari jumlah keseluruhan, termasuk jemaah dengan resiko tinggi.
Idealnya, tema “Haji Ramah Lansia” tak hanya sebatas slogan semata melainkan sudah diaplikasikan melalui kegiatan nyata di lapangan.
Ada dua hal penting berkaitan dengan slogan bertajuk “Haji Ramah Lansia”.
Pertama, urgensi ketersediaan sarana prasarana, fasilitator yang dibutuhkan oleh jemaah, dan memenuhi hak usia lanjut dalam penyelenggaraan haji. Kedua, urgensi perlindungan terhadap jemaah haji lanjut usia yang mengalami keterbatasan baik secara fisik, sosial, mental, dan ekonomis.
Ada tiga pesan penting yang diutarakan oleh Menteri Agama RI ketika membuka Bimbingan Teknis Nasional penyelenggaraan Ibadah haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 6 April 2023 lalu.
Pertama, Hadirnya PPIH setidaknya menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh jemaah.
Dimana petugas diharapkan dapat menjaga perilaku, sikap serta menghindari tindakan yang bisa menimbulkan masalah baru, karena itu jangan ada petugas yang bermasalah dengan pihak keamanan Arab Saudi.
Kedua, para petugas harus menjaga kesabaran dalam bertugas. Sebab kesabaran selalu dianggap sebagai kunci kesuksesan, sehingga acap kali diingatkan kepada petugas untuk tetap bersabar dan ikhlas dalam melakukan tugas dan fungsinya.
Tak hanya itu, bagi petugas harus mampu bekerja dengan tim, jangan mengedepankan egosentris semata melainkan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada jemaah.
Pasca pulang jemaah haji keloter pertama ke Indonesia, Menag mendapat apresiasi dari berbagai pihak dilansir dari beberapa media online.
Seperti pemberitaan maupun testimoni dari jemaah saat melakukan ibadah haji. PPIH dianggap telah bekerja profesional serta memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji.
Karena itu, sudah sepatutnya kita memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PPIH yang sudah memberikan kontribusi nyata dalam mengejawantahkan pengalaman haji yang berkesan dan kondusif bagi jemaah haji.
Para tim PPIH telah membuktikan hasil kinerjanya secara maksimal serta dengan rasa bertanggung jawab atas tugasnya.
Penyelenggaraan Ibadah haji 2023 yang tertajuk haji ramah lansia ini sebagai contoh konstruktif betapa pentingnya komitmen, menghormati, dan mengakomodir kebutuhan jemaah lansia dalam menjalankan Ibadah haji.
Dilansir dari website kemenag.go.id bahwa Menag terus memantau fase akhir dari pelaksanaan haji.
Tambah lagi, ia akan menyelesaikan beberapa masalah yang terjadi saat penyelenggaraan haji kemaren. Salah satunya masalah ‘Armina’.
Menurut penjelasannya, Menag telah menemui langsung Mashariq serta sudah menuntut hak-hak jemaah haji Indonesia.
“Saat ini mereka tengah melakukan investigasi, idealnya hari ini keluar hasilnya berdasarkan kesepakatan yaitu pada 7 Juli 2023 ini”.
Terakhir, setelah keluar hasilnya nanti akan ditindaklanjuti oleh Menag serta menjadi bahan evaluasi dalam melayani haji di waktu yang akan datang.
Atas kerja keras dan upaya yang telah dilakukan oleh petugas haji, semoga menjadi amal jariyah bagi para petugas dan bisa ditingkatkan.
Untuk kedepannya, semoga bisa memberikan pengalaman yang lebih baik lagi untuk jemaah haji lanjut usia beserta seluruh jemaah haji Indonesia.
Penulis : Muhammad Ridwan Pasaribu.
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








