Harapan Perantau, Petani Pepaya di Runding ” Contoh ” Buat Pemda Madina

JAKARTA(Malintangpos Online): Sejumlah perantau asal Bumi Gordang Sambilan di Jakarta dan Bogor, mengharapkan kepada Pemerintah Mandailing Natal, agar menjadikan Petani Pepaya asal Runding sebagai contoh untuk meningkatkan ekonomi rakyat dimasa mendatang.

” Kami melihat di Facebook dan Media Online, bahwa Putra Lubis dan lainnya yang bertani Pepaya Calina, sudah berhasil dan wajar untuk di contoh dan diberikan penghargaan, ” Ujar Risna Khairani Nasution,SP kepada Ka. Biro Malintang Pos Jakarta, Selasa sore(21-7)

Terus terang, ujar Risna, dirinya tidak kenal dengan Putra Lubis warga Runding yang sudah berhasil menanam Pepaya dan berapa luas yang di tanam juga tidak tau.

Tetapi, sebagai Alumni dari IPB Saya pribadi salut dan salut kepada Putra Lubis, bukan mengabaikan yang lain, tapi saya bangga masih ada Generasi Muda dari Runding punya kemauan bertani.

Kenapa..?  Sangat jarang kita melihat seorang Generasi Muda mau bertani, apalagi di Desa Runding kabarnya banyak petani dari Generasi Muda.

” Kalau saya menjadi Bupati, Wakil Bupati, Kadis Pertanian, akan saya berikan kepada mereka motivasi dengan pemberian penghargaan, serta modal usaha, ” Ujar Risna lagi sambil menunjukkan Vidio dan foto – foto petani Runding Kec. Panyabungan Barat.

Secara terpisah Mhd. Risky Hamonangan,SP yang juga Alumni Pertanian, sangat bangga dengan petani muda asal Desa Runding.

Kata Risky, yang tinggal di Kota Bogor, banyak petani yang berhasil dari generasi muda, tapi Bukan di daerah kita, kalau di Madina memang salah satunya Putra Lubis.

” Kadis Pertanian, Kadis Perdagangan sebaiknya mengunjungi semua petani yang berhasil, jadikan contoh, berikan penghargaan dan bila membutuhkan kasih modal, ” katanya(RH/NT)

Admin : iskandar hasibuan

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan, Mendirikan Perusahaan Pers Adalah Hak Asasi

    JAKARTA(Malintangpos Online):Mendirikan perusahaan pers dalam berbagai platform, termasuk media siber adalah hak asasi manusia yang lindungi oleh PBB dan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang…

    Read more

    Continue reading
    ” Pers Kontekstual “

    Kalau lembaga pers tidak ada, apakah langit akan runtuh? Ya, kalau itu sebelum era medsos. Sekarang? Siapa peduli. Selama konten berita hanya berorientasi update informasi, semua ada di medsos. Upadate-nya…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses