Harapan Warga, BPKP Sumut di Tabagsel Harusnya Diusut KPK

Ket.gambar; Silahturahmi….? Walikota psp andar amin harahap dan Dra. Vincentia Moli Ambar Wahyuni, M.M.,Ak pimpinan BPK Perwakilan Sumut beberapa waktu lalu(sms)

TABAGSEL(Malintangpos Online):”Sepandai pandai Tupai Melompat, akhirnya tetap akan jatuh juga,” Kalimat itulah kemungkinan yang cocok disampaikan kepada pihak BPK Perwakilan Sumut yang akhir-akhir ini turun ke wilayah Tapanuli Bagian Selatan(Tabagsel) untuk melakukan pengawasan.

            Namun, banyak pihak yang menimbulkan praduga negative terhadap kehadiran BPKP diwilayah Tabagsel, seperti adanya kunjungan Silaturrahim ke Pemko Pedangsidimpuan dan diwilayah Mandailing Natal,terlihat pihak BPKP sama-sama dengan pihak Pemda Mandailing Natal disalah satu tempat.

            “ BPK Perwakilan Sumut yang kerap kali datang melakukan pemeriksaaan/pengawasan diwilayah Tabagsel,seharusnya juga KPK (Komi Pemberantasan Korupsi) melakukan pengusutan, sebab sangat banyak kejanggalan jika dilihat LHP BPK Perwakilan Sumut setiap tahunnya,” ujar Aktivis Hukum Tabagsel Zulfikar MD.Nasution,SH kepada Malintangpos Online,Selasa pagi(30-05) di Padangsidimpuan.

            Seperti yang disampaikan Sabar Sitompul di Padangsidimpuan, bahwa Badan Pemerikasa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara mengatakan bahwa kunjungan mereka ke Kota P.Sidimpuan hanya Silaturrahmi.

Kalimat ini di sampaikan salah seorang anggota BPK kepada Wartawan di Pendopo Kantor Walikota P.Sidimpuan Rabu (18-1-2017) lalu Hal itu pernah didebat  Aktivis Kota Padangsidimpuan  Sabar M Sitompul usai keluar dari ruangan Walikota P.Sidimpuan.”Kami ke sini hanya silaturrahmi ucap anggota BPK sembari menuju mobil yang di saksikan Walikota P.Sidimpuan Andar Amin Harahap”

            Kata dia,Di era keterbukaan Informasi Publik ini, ternyata masih ada saja pejabat negara ini yang berdalih Silaturrahmi ke Daerah, Aneh BPK ini “pertanyaannya, ”  Ada apa BPK Dengan Walikota”, Atau Ada uang dibalik Amplop” cetusnya kepada Wartawan beberapa hari lalu. .

            Padahal pada saat kunjungan mereka ke Kota P.Sidimpuan di ketahui bahwa banyak masalah yang terjadi khususnya mengenai pengelolaan anggaran di kota ini. Perlu di ketahui pada saat yang bersamaan, di seberang jalan di depan kantor walikota yakni Kantor di DPRD sedang terjadi pembahasan APBD Kota P.Sidimpuan yang belum rampung.

            Bungkamnya petugas terbaik yang di utus BPK Perwakilan Sumut kepada awak media usai pertemuan dengan walikota P.Sidimpuan adalah bukti yang terang benderang bahwa masih banyak petugas/ aparatur di Negara ini yang berusaha menyembunyikan kebenaran.

            Belakang di ketahui nama orang BPK yang mengatakan Silaturrahmi adalah Dra. Vincentia Moli Ambar Wahyuni, M.M.,Ak pimpinan BPK Perwakilan Sumut. Sementara itu para SKPD yang coba di konfirmasi tentang pertemuan mereka dengan pihak BPK, jawabnya Silaturrahmi.

             “ seperti yang di sampaikan ibu dari BPK tadi, kita hanya Silaturrahmi”. Pengertian silaturrahmi pada saat anggaran atau belanja daerah kota P.Sidimpuan yang akan devisit 60 milyar, layak di pertanyakan. “ sikap petugas yang sangat mengecewakan” ucap salah seorang wartawan yang coba ikutan konfirmasi.

            Nasruddin Nst warga P.Sidimpuan Utara dalam menanggapi hal ini mengatakan “ Sebenarnya bukan cerita baru lagi kalau BPK turun ke daerah maka ramai ramai seluruh jajaran ASN di daerah tersebut akan sibuk.

Mengingat BPK memiliki peran utama dalam memberikan pembinaan dan pengawasan pengelolaan keuangan daerah. Namun sejarah menunjukkan kepada kita, buruknya pengelolaan keuangan daerah telah menimbulkan berbagai macam penyakit seperti korupsi, kolusi, nepotisme dan telah mengakibatkan keterpurukan, toh kehadiran dan keberadaan BPK tidak berpengaruh. Maka wajar bila ada tanda tanya atau pertanyaan di balik itu”. Ujarnya.

 Dia menyarankan agar elemen masyarakat atau lembaga lainnya agar melihat dan mencari pasilitis apa yang di terima petugas dari BPK Perwakilan Sumut setiap turun ke daerah. “ contoh kecil, boleh saudara lihat siapa yang menanggulangi biaya Makan dan Hotel mereka selama bertugas di daerah” katanya

KPK Harusnya Turun ke Tabagsel

            Aktivis Hukum di Madina Solatiah Hasibuan.SH, mengaku sangat kecewa dengan sikap BPK Perwakilan Sumut selama ini yang datang ke Mandailing Natal, sebab unik rasanya temuan dari BPKP sangat minim dan sangat tidak masuk akal sehat kita temuan yang dibuat di LHP BPKP setia tahunnya.

            “ Kita minta BPK Perwakilan Sumut segera melakukan pemeriksaan terhadap Insfektorat Madina yang selama ini melakukan pemeriksaan dan pengawasan di kecamatan maupun desa desa khususnya masalah anggaran Dana Desa yang banyak disalah gunakan diwilayah Mandailing Natal,”Katanya.(Red/Rel).

Admin : Dina Sukandar Hasibuan,A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.