Harapan Warga , Kapolres Madina Periksa Kades Bukit Malintang dan Siabu

Dana Desa yang dikelola Kades Bukit Malintang diperbaiki

MEDAN(Malintangpos Online): Sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Mandailing Natal, yang tinggal di Kota Medan, mengharapkan kepada Kapolres Madina AKBP.Irsan Sinuhaji,S.IK.MH untuk segere memerintahkan anggotanya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Bukit Malintang dan Kecamatan Siabu yang diduga telah nyata-nyata menyalahgunakan Dana Desa (DD) tahun 2017-2018.

            Pengharapan warga tersebut disampaikan secara terpisah di Kota Medan, Jumat (10-5) setelah warga Mandailing Natal di Kota Medan itu membaca berita Online dan Media Cetak(Koran) terkait dengan Dana Desa (DD) di dua kecamatan itu.

            Mayuddin Nasution warga Bukit Malintang di Medan, mengaku sudah bosan melakukan protes terkait dengan Dana Desa (DD) Desa Malintang Jae, Desa Malintang, Desa Malintang Julu, Desa Lambou Darul Eh-san, Desa Janjimatogu, Desa Bange serta Desa Pasar Baru Malintang.

            Kenapa Bosan..? saya tidak mau ber andai-andai, Cuma mau nanya baik-baik melalui Media Online kepada Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Madina, apa alasan meloloskan DD Tahun 2018 yang dikelola lima(5) Kades untuk membangun Jalan Rabat Beton di Jalan Nasional- Saba Holbung/Saba Suluk yang bangunannya asal-asalan.

            Saya bukan menuduh, ujarnya, siapapun orangnya atau pejabat manapun ditanya, kalau melihat kondisi Jalan Rabat Beton Tahun 2018 yang dibangun Lima(5) Kepala Desa(Kades) itu tidak akan meloloskannya, kalau tidak ada kata sepakat antara Kades dan Inspektorat, makanya kita meminta Kapolres Madina AKBP.Irsan Sinuhaji,S.IK.MH untuk segera melakukan pemeriksaan.

            “ Kita sangat optimis sekali, kalau Kapolres Madina mau menurunkan anggotanya, bakal ada Kepala Desa dari Kec.Bukit Malintang masuk Sel atau masuk Penjara, karena nyata-nyata Dana Desa disalahgunakan pelaksanaannya,” ujar M. Faizal Hamdani Pulungan,ST di Jalan Sisinga Mangaraja Kota Medan, JUmat(19-5) siang

Website

Kata dia, misalnya seperti di Kecamatan Siabu yang program 2018 lalu seperti pembuatan Website Desa yang anggarannya ratusan juta rupiah, terpaksa dikembalikan karena setelah diperiksa Inspektorat anggarannya Mark Up dan lucunya tidak ada yang jadi Website desanya, begitu juga dengan sosialisasinya.

            “ Harusnya Polisi langsung masuk melakukan pemeriksaan terhadap Kades, Camat Siabu dan juga Kontraktor yang memasang Website tersebut,” katanya lagi ( Sir/Red).

Admin : Dina Sukandar Hasibuan,A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.