Hardiknas Diperingati(1), Saatnya Pendidikan di Madina Dibenahi Kembali

Kegiatan Siswa di Madina 17 Agustus yang lalu.

PERSOALAN  Pendidikan diwilayah Mandailing Natal,sebenarnya semua pihak harus mengakui dengan jujur bahwa kualitas pendidikan kita masih jauh dari yang kita harapkan, sekalipun pasilitas sudah boleh dikatakan memadai dari daerah lainnya di Sumatera Utara.

            Karena itulah, dihari Pendidikan Nasional 02 Mei 2017 sudah  saatnya Pendidikan di Mandailing Natal, untuk dibenahi kembali khususnya pendidikan anak kita di daerah terpencil yang masih membutuhkan penangan khusus dari pemerintah, sebab masih banyak sekolah dasar yang gurunya hitungan jari setiap sekolah.

            Untuk kita ketahui bersama, Hari Pendidikan Nasional adalah hari dari jati diri bangsa dimana hari pendidikan bisa menggambarkan atau ruh dari bangsa kita, bangsa yang besar adalah bangsa yang peduli akan pendidikan, dan pendidikan adalah modal awal dari perkembangkan bangsa.

Berbicara tentang pendidikan pasti kita mengenal sosok tentang Ki Hajar Dewantara,dengan itu kali ini kami akan mengupas tentang perjalanan Ki Hajar Dewantara  dan Hari Pendidikan Nasional nya Apa, Mengapa, Dan Bagaimana Pendidikan Nasional Dipandangan Ki Hajar Dewantara.

Kegiatan Dinas Pendidikan di Madina tahun 2017 ini

Tanggal 2 Mei Bangsa Indonesia memperingati hari pendidikan nasional. Tanggal 2 mei dijadikan sebagai hari lahirnya pendidikan di Indoensia diambil dari hari lahir salah satu tokoh perjuangan pendidikan di Indonesia. Ki Hajar Dewantara atau Raden Mas Soewardi dan mendedikasikan dirinya untuk pedidikan, di kala itu tahun 1922 Ki Hajar Dewantara mendirikan institusi pendidikan yang bernama Sekolah kerakyatan di Yogyakarta.

Sebuah perjuangan yang mulia dan juga tidak mudah. Waktu itu bangsa Indonesia masih dilanda kebodohan, keterbelakangan akibat penjajahan belanda. Pergerakan memajukan pendidikan telah mempersiapkan putra-putra bangsa yang siap berjuang untuk Indonesia menuju kemerdekaan.

Hasilnya pun terbukti, kita sekarang sudah merdeka. Namun apakah semangat perjuangan dari para pahlawan pendidikan kita terdahulu masih tejaga hingga saat ini.Kemerdekaan yang telah dicapai oleh bangsa Indonesia, belum membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju.

Bahkan Indonesia masih tergolong negera yang masih berkembang, kualitas pendidikan masih kalah tertinggal oleh negara jiran seperti Malaysia dan Singapura. Padahal kita tahu sendiri bahwa bangsa kita sudah lebih dahulu merdeka, yang lebih hebatnya lagi di tahun 1970 para putra bangsa Indonesia menjadi guru dan pengajar di Malaysia.

Kenapa kita jadi tertinggal ?, atau bahkan mungkin pendidikan kita berjalan ditempat ?, atau lebih parahnya lagi kualitas pendidikan kita saat ini menurun ?. Entahlah, yang pasti kita belum merasakan kualitas seluruh sumber daya manusia Indonesia saat ini mampu bersaing dengan bangsa-bangsa di Dunia ini.

Demo guru di SMAN 3 Panyabungan baru-baru ini

Yang terjadi sekarang justru masih banyak rakyat miskin, tidak mempunyai keahlian, pengangguran dimana-mana. Apa yang salah dengan bangsa ini ?. Padahal sekarang sekolah sudah lebih banyak dari pada zaman kita belum merdeka.

Semoga saja pada peringatan hari Pendidikan Nasional tahun ini, dijadikan sebagai tonggak perubahan ke arah yang lebih baik, Menjadi bangsa yang pintar dan bermatabat, yang akan membawa kepada kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

Mungkinkah Pendidikan kita makin baik…? Belum tentu, lihat saja Pemerintah juga sebenarnya setengah hati mewujudkan cita-cita dan keinginan dari Tokoh Pendidikan kita Ki Hajar Dewantara, sebab urusan SMA/SMK saja sekarang kembali ke Provinsi, akibatnya sangat banyak timbul masalah.

Contoh, persoalan SMA Negeri 3 Panyabungan, yang harus menjadi perhatian kita bersama, sekalipun sekarang ini banyak diantara kita masyarakat yang sama sekali ngak peduli dengan dunia pendidikan kita, buktinya sudah kita lihat bersama, jika kejadian seperti SMA Negeri 3 Panyabungan terjadi lagi disekolah lain di Mandailing Natal, akan kembali timbul masalah baru.

“ Saatnya Dunia Pendidikan d Mandailing Natal, untuk dilakukan perobahan, yaitu dengan mengedepankan kepedulian, bukan mengedepankan pembiaran, banyak anak didik di desa-desa membutuhkan pasilitas yang baik,” ujar pemerhati Pendidikan di Panyabungan dalam rangka menyambut HUT Pendidikan Nasional 02 Mei 2017 “ Dirgahayu Pendidikan Nasional” ( Bersambung)

Admin : Siti Putriani Lubis

 

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.