Harga Getah Naik Turun di Kecamatan Barumun, Petani Karet Trauma

Agen getah karet Aris saat menimbang getah karet milik para petani karet di Jalinsum, Jalan Kihajar Dewantara Sibuhuan Kecamatan Barumun

SIBUHUAN (Malintang pos Online) ” Dari setahun belakangan ini, baru sekitar sebulan yang lalu harga getah karet mulai berpihak kepada para petani karet. Di tingkat agen harga untuk para petani di Kecamatan Barumun sekitar sebulan yang lalu, sudah mencapai Rp 8.500 per kilo gram, dari sebelumnya hanya kisaran Rp 4.000 – Rp 5.000 per kilogarmnya. Hari ini Senin (26/12)  harga getah  kembali menurun, sebesar Rp 300,- /kg, dengan harga di tingkat agen untuk para petani karet paling tinggi Rp 8.000 per kilo gram. Atas dasar itu salah seorang agen getah karet Aris warga lingkungan VI Pasar Sibuhuan saat di jumpai MP, di lokasi timbangan getah tempat usaha miliknya, di Jalan Lintas Sumatera Utara ( Jalan Kihajar Dewantara Sibuhuan), mengatakan para petani mulai resah dan trauma kembali, akibat turunnya harga getah karet saat ini.

Selain kondisi harga yang kembali meresahkan para petani karet, kondisi musim kemarau juga kembali mengurangi hasil produksi getah karet para petani saat ini, lanjut Aris.
“Kemarin para petani masih capai 30 kilo getah karet per hektar. Sekarang karena musim kemarau hanya kisaran 15 – 20 kilo perhari. Sudah harga kembali turun hasil produksipun mengurang, apa para petani tidak trauma kembali, macam setahun terakhir ini? para petani karet tidak bisa andalkan hasil kebun karet untuk mencukupi kebutuhan keluarganya masing – masing”. kata Asri.
Dalam hal itu Aris berharap kepada pemerintah, untuk dapat melirik kehidupan para petani karet di seluruh Indonesia, dengan menstabilkan harga karet, sebagi sumber pendapatan sebagian rakyat Indonesia.
“Kita sangat berharap pemerintah dapat meningkatkan harga getah karet kembali, supaya para petani karet tidak mencari pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluwarganya, seperti beberapa bulan belakangan ini, para petani karet Palas, kebanyakan memilih pekerjaan lain dari pada merawat kebun, karena hasil karet tidak mencukupi untuk memenuhi keluarga masing – masing”. harap Aris. (Kad)
Admin : Dina Sukandar

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.