Harga Karet Melorot, Petani Harus Robah Tanaman Pengganti Karet

Salah seorang Penderes di Desa Pasar Malintang Kec.Bukit Malintang

BUKIT MALINTANG(Malintangpos Online):” Harga Karet minggu lalu Rp 9.000,- sampai Rp 9.500,- dan minggu ini hanya Rp 6.500,- tentu harganya sudah Melorot Tajam,” ujar Pendek si Penderes di Bukit Malintang.

            Jadi bagaimana lagi…? Bukankah Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution telah berulang kali mengatakan kepada masyarakat, sudah waktunya petani beralih menanam tanaman muda seperti sayur-sayuran ataupun tanaman holtikultura yang bisa menghasilkan cepat sambil menunggu harga karet kembali stabil.

            Hal itu disampaikan petani dan pengamat anggaran kepada Wartawan Malintangpos Online, Jumat(14-4) di Desa Malintang Kecamatan Bukit Malintang, terkait dengan merosotnya harga karet minggu ini.

            Dikatakan Pendek, bahwa kalau dibandingkan dengan tenaga yang dikeluarkan jika petani menderes setiap harinya tidak sebanding lagi, bayangkan dalam satu(1) minggu menderes paling banyak diperoleh warga penderes 30 Kg x Rp 6.500,- =Rp 195.000,-/minggu, tentu jumlah yang sangat sedikit sekali untuk menutupi satu keluarga.

            “ Yang 30 Kg belum seluruhnya kepada penderes, sebab karet tersebut milik orang lain, yang harus dibagi lagi kepada pemilik karet,” katanya.

            Pengamat Anggaran Erfandi Nasution, menghimbau kepada masyarakat petani yang selama ini menggantungkan hidupnya pada karet, dapat menyisip pekerjaannya dengan menanam sayur sayuran guna untuk membantu ekonomi keluarga.

            “ Saya pikir saatnya masyarakat petani mengalihkan sampingan dengan menanam sayur sayuran, agar dapat terbantu ekonomi keluarga, ini hanya saran,” katanya.(dodi).

Admin : Dina Sukandar Hasibuan,A.Md

 

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.