Harga Karet Rp 6.000/Kg, Warga Parmompang Mengeluh

Dengan Bayo Dalimunthe dan istrinya di Desa Parmompang/Dita Risky Saputri, SKM

PARMOMPANG(Malintangpos Online): ” Harga karet sampai sekarang masih Rp 6.000/Kg, setiap minggu bisa dapat 40 Kg, ” Ujar Bayo Dalimunthe.

Kata Dalimunthe, yang 40 Kg x Rp 6.000 Rp 240.000.- dan itu bagi dua dengan pemilik kebun karet, yang kita terima Rp 120.000.-/Minggu. Untuk menghidupi kami 7 orang.

Hal itu disampaikan Bayo Dalimunthe menjawab pertanyaan Wartawan, Kamis(29/10) di lokasi kebunnya di Desa Parmompang.

Kata Dalimunthe, uang Rp 120.000.- harus dipadakan menutupi kebutuhan anak satu di SMA dan dua di SD, sera biaya hidup kami sekeluarga.

Memang, masih ada kebun karet yang kami deres, juga hasilnya hampir sama, tapi tetap kita syukuri, karena memang itulah hidup kita, ujar istrinya Br. Nasution menimpali cerita suaminya.

” Setahu kami harga karet di tingkat pengumpul di desa ini hanya Rp 6.000./Kg, tidak benar ada kenaikan harga, mungkin karet kering belum tau harganya, ” Ujar Br. Nasution itu.

Disebutkannya, keluarganya dibuat Kades penerima PKH, Alhamdulillah lah, bisa kita sekolahkan anak hingga SMA, kalau sampai perguruan tinggi, belum mampu kita.

” Sekarang kita harus tetap jaga kesehatan, jangan sampai terjangkit Virus Corona, ” Ujar Bayo Dalimunthe dan istrinya.(Dita)

Admin : Iskandar hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Perkuat Solidaritas, IMA Madina Pekanbaru Halal Bihalal dan Dialog Interaktif di Dilan Coffee Shop Panyabungan

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online):Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru sukses menggelar kegiatan Halal Bihalal sekaligus Dialog Interaktif yang berlangsung dengan penuh khidmat, kehangatan, dan semangat kebersamaan di Perkuat Solidaritas, IMA Madina…

    Read more

    Continue reading
    Soal Mundurnya Pejabat Eselon II, Ini Komentar Ketua DPRD dan ASN Madina

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Saat ini sejumlah Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemerintah Mandailing Natal, memilih Mundur dengan alasan yang belum diketahui secara jelas, sebab para pejabat yang mundur masih memilih Bungkam…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses