
BUKIT MALINTANG(Malintangpos Online): Ini kata masyarakat Sejak beroperasinya Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Sabtu 11 Januari 2025 yang lalu, hingga 10 September 20025 ( 9 Bulan Red), keraguan dari Masyarakat Mandailing Natal, terhadap Keberadaan Bandara Perintis yang berada didaerah Kecamatan Bukit Malintang tersebut hampir menjadi kenyataan.
” Dari awal pertama dibuka Bandara ini, telah membuat kesalahan teknis Management, yaitu harga Tiket pesawat yang terlalu mahal tujuan Medan, membuat banyak orang atau calon penumpang malas naik Pesawat dari Bandara ini, ” Ujar Miswar Nasution, Rabu(10/09) di Akun Facebook yg dikutif Wartawan.
Lain lagi komentar Pemilik Facebook, Assudeis : dari awal juga tidak ada niatan untuk memajukan ekonomi masarakat setempat bang miswar..

” bandara ini hanya di jadikan pajagan .dan pencitraan ,” sebut Assudeis.
Sedangkan Pemilik Facebook Raja Lotung : Miswar Nasution di masa bupati Dahlan dan Pak suhaery madung Unjung do u sampeon katua Bahwa sude bandara perintis di indonesia indadong na sukses
Dan proyek on proyek gagal, contohna Bandara internasional Bandung sannari hanya jadi hanggar tempat service pesawat, bandara kali jati Subang , Aek Godang , apalagi bandara AH Nasution Inda dong faktor pendukung na mambaen bandara on rami penumpang
” Madina bukan kota Bisnis , bukan kota industri , pendapatan bandara dari tiket penumpang tidak akan mampu membiayai biaya operasional bandara…tp lek laluan na tu pejabat Madina ..mudah” an bandara on makin maju,” tulis Raja Lotung.
Lain lagi pendapat Faceboo Sulthon Nasution : Sedikit menambahkan Abanganda,,perlu kita ketahui bersama bahwa bandara ini hanya bandara perintis.

Hanya dalam provinsi,,dgn panjang runway hanya 1450 m, artinya hanya di lalui pesawat berbadan kecil(capung )dan bandara ini dikelola airnav cabang medan,,
Masalah teknis mungkin ttp dikelola dirjenhub,,spy kita tidak salah persepsi ttg bandara ini,,arti nya pemkab madina sudah berupaya bbrp x lobi – lobi Kemenhub ttng perpanjang runwaynya spy di lalui pesawat berbadan besar namun sampai saat belum ada lampu hijau
atau mungkin, ada kemungkinan sisi politik market nya,,termasuk juga lobi dgn pemilik maskapai RK,, tt dgn situasi ini kita harus bersabar banganda,,yg pasti pemkab madina ttp berupaya/mendorong spy bandara ini, bandara internasional
Sehingga , memudahkan akses kita ke berbagai tujuan, so pasti dgn situasi ini tumbuh kembang ekonomi di daerah kita,,wabil khusus Tabagsel, sebut Sulthon Nssution
Pemilik Facebook Ilham Rangkuty : Sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa meramaikannya selain harga tiket salahsatunya objek wisata l, sangat2 banyak objek wisata di Madina kalau dikelola dengan baik
” kalu objek wisatanya sudah bagus harga tiket mahalpun bakalan tetap ramai. Dari segi georafis Madina itu hampir2 mirip bali, adat/budaya kental ada, alamnya juga bagus,” ujarnya.
Pemilik Pemilik Facebook Mandongan Siregar, menyebutkan Selagi rute masih Medan blm ada langsung Jakarta , InSyaa Allah penumpang pasti sepi.
” Mhn maaf hr lebaran aja perantau yg ke Medan Jarang pulang kampung , apalg hr biasa..beda dgn Perantau yg ke Jabodetabek, Banten dan Jabar sll rindu akan kampung halaman,” katanya.
Disebutkan, memang pulang kampung tidak mesti disaat lebaran saja dan jauh lebih banyak org merantau ke jawa ini …heheheeee.
Dan Pemilik Facebook Fahrul Rozy : mengutarakan Pikirkanlah dulu harga tiket pesawat nya yg mahal.
Dan management di benahi, Jgn memikirkan dulu untuk balik modal pembangunan bandara.Kalo dengan harga tiket Pesawat yg mahal bagusan naik travel ato bus ke Mandailing, katanya.
Kasatpel Bandara Jenderal Abdul Haris Nasution, Doni Romandika, yang dikonfirmasi, Via WhatsApp pribadinya,Rabu(10/09) hingga berita ini ditayangka belum memberikan jawaban( Isk)
.
Admin : Iskandar Hasibuan.








