Harusya,Kontraktor dan Ka.BPBD Madina”Ditangkap”

Bangunan BPBD Madina Tahun 2016 diwilayah Kecamatan Panyabungan.

MEDAN (Malintangpos Online):”Kalau memperhatikan seluruh paket proyek BPBD Tahun 2016 khususnya pembangunan jembatan dan Tanggul yang telah dikerjakan oleh kontraktor pemenang tender, baik kontraktor maupun Ka.BPBD Madina RJH harusnya ditangkap,” ujar Sofian Hamzari Hasibuan.SH salah seorang aktivis Hukum yang berasal dari Panyabungan tinggal di Kota Medan.

            Kenapa Ditangkap…? Iya apa lagi, kalau bukan untuk mempertanggung jawabkan seluruh paket proyek yang telah dikerjakan oleh kontraktor, sebab kualitasnya sangat diragukan yang dibuktikan dengan keluarnya stetmen Bupati LIRa Madina, LSM dan Ketua DPC.PDIP Madina sampai adanya pengaduan ke Kejagung RI dan KPK di Jakarta.
            Demikian ungkapan yang disampaikan oleh Aktivis Hukum asal Kota Panyabungan yang tinggal di Kota Medan kepada Wartawan Malintangpos Online, Kamis malam(02-02) menanggapi banyaknya sorotan masyarakat terkait proyek BPBD Kab.Madina senilai sekitar Rp 20 Milyar Tahun 2016 khusus Pasca Bencana.
            Menurut Sofian Hamzari Hasibuan.SH,kesalahan terbesar persoalan“Bobroknya” kualitas proyek Pasca Bencana diwilayah Panyabungan khususnya di Desa Pagaran Tonga, Manyabar dan Gunung Barani maupun Saba Jambu adalah akibat minimnya pengawasan yang dilakukan oleh BPBD maupun DPRD.
            Akibatnya, kontraktor pemegang tender yang sebelumnya mempunyai Ikatan Kontrak dengan pemerintah menyerahkan pekerajaannya kepada kontraktor yang lain setelah sebelumnya kontraktor pemenang tender mengambil keuntungan dan kontraktor yang mengerjakan kembali mengambil keuntungan, namanya juga kontraktor.
            Uniknya, semua proyek BPBD yang ditenderkan sama sekali ngak ada DPRD maupun Insfektorat melakukan pengawasan, artinya lembaga yang seharusnya mengawasi justuru bungkam seribu bahasa dan menjadi penonton budiman kayaknya menonton wayang golek.
            Makanya, kami meminta kepada Polisi maupun Jaksa agar segera melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap kontraktor maupun Kepala BPBD Madina RJH yang dinilai melalaikan tugasnya.
            Kepala BPBD Madina Risfan Juliardi yang puluhan kali mau dikonfermasi tidak berhasil, sebab sesuai pengakuan dari stafnya Ka.BPBD jarang masuk kantor, HP nya dihubungi ngak aktif.(red).
Admin : Dina Sukandar Hasibuan A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.