Hidup Rahmad Tidak Seindah Namanya(1), Wajar Dermawan dan Pemerintah Ikut Membantu

Ibu Meratapi Kondisi Anaknya/ Syahren Hasibuan

SEWAKTU  Saya membaca berita hasil liputan dari Wartawan Syahren Hasibuan di Akun Facebooknya, kembali muncul naluri Wartawan ku di era tahun 1993 yang lalu, karena Rahmad (21) Penduduk Kelurahan Murasipongi Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailing Natal, yang sudah lama menderita lumpuh layu tanpa ada perobatan dari siapapun disebabkan kondisi ekonomi yang dibawah garis kemiskinan.

            Padahal, kita tau bersama bahwa sekarang ini baik pejabat maupun elit politik serta bahkan mungkin orang kaya lebih mengurusi “ Pemilihan Presiden/Wakil Presiden dan Calon DPRD “ daripada membicarakan kondisi masyarakat seperti yang dialami oleh Rahmad dan ibunya Masripah yang sangat mengharapkan uluran tangan/bantuan dari pemerintah maupun dermawan untuk membantunya agar terbebas dari penyakit yang dideritanya.

Rahmad dan Ibunya/ Syahren Hasibuan

Seperti yang diliput Wartawan Syahren Hasibuan ketika Menyambangi sebuah gubuk kecil dan kumuh di Kelurahan Pasar Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailing Natal,  Rabu (13/2)menyapa seorang ibu tua yang sedang duduk dipinggiran rumahnya, dengan sampah berserakan tak terurus.

 Ketika bertanya “ Bagaimana Kondisi Rahmad Buk “ sontak saja ibu janda tua itu berpaling dan langsung menangis berurai air mata,  karena selama ini belum ada yang bertanya kondisi kesehatan anaknya,  dia berharap adanya bantuan pemerintah ataupun dermawan untuk mengobati anaknya.

            “Jangankan bantuan dari pemerintah pak, BPJS,  KK atau KTP pun Rahmad anak saya tak punya,  hanya pak Polisi saja yang pernah datang kemari untuk membantu”, ujar Masripah ibu Rahmad berusia 68 tahun memulai cerita sambil menyeka air matanya kepada Wartawan yang menyambanginya di rumahnya.

            Menurut Masripah, anaknya Rahmat terlahir biasa saja namun memasuki usia 1 tahun anaknya menderita sakit dan terus sakit sakitan,” semula saya dan suami (alm)  telah berupaya mengobatinya,  walaupun kurang biaya tapi kami selalu berusaha mengobati anak kami satunya ini,  baik medis ataupun alternatif namun hingga saat ini dia berusia 21 tahun tak sembuh dan mengalami kelumpuhan”, katanya sambil menangis dihadapan Wartawan.

            “Sejak suami saya meninggal, saat gempa 2006 lalu, (ibu tua itu kembali menangis) saya sudah tidak punya siapa siapa lagi selain Rahmad anak saya satu satunya yang saat ini sakit,  rasanya sangat berat memikul beban ini sendirian, tak ada yang perduli nasib kami”, sebut ibu Masripah sambil menutupi wajahnya kembali menangis.

            Ibu tua ini terlihat hanya berjualan dagang kecil-kecilan didepan rumah tuanya dan sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah ataupun uluran tangan dari dermawan untuk membantu dirinya dengan anaknya Rahmad Hidayat.

” Untuk makan saya hanya berjualan, terkadang sehari hanya dapat Rp. 20 ribuan,  inilah untuk makan kami berdua dan sisanya masih saya kumpulkan untuk mengobati Rahmad, saya masih terus berupaya mengobati anak saya sampai bisa sembuh seperti anak normal seusianya”, ujar Masripah dengan deraian air mata.

Ketua DPC.PDI Perjuangan Kab.Madina Iskandar Hasibuan kepada Penulis, Jumat (15-2) di Halaman Mesjid Nur Ala Nur Aek Godang Panyabungan, mengharapkan kepada Lurah dan Camat Muarasipongi untuk segera membicarakan keadaan Rahmad kepada Ka.Puskesmas Muarasipongi, Kadis Sosial, Kadis Kesehatan serta anggota DPRD Madina Dapil 2 agar keadaan Rahmad bersama Ibunya yang sudah tua dapat diatasi.

Sebenarnya, kata Iskandar Hasibuan, harusnya Lurah Pasar Muarasipongi maupun Camat Muarasipongi membuat laporan ke Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial agar mendapatkan perhatian dan juga Lurah bisa melakukan konsultasi dengan anggota DPRD daerah Pemilihan 2 yang jumlahnya 6 orang agar dicarikan solusinya.

“ Pokoknya kita yang mempunyai APBD Tahun 2019 lebih Rp 1, 6 Trilun sangat wajar dibagikan kepada keluarga miskin yang membutuhkan untuk perobatan, bagaimana mekanismenya tentu ada instansi yang bisa untuk menanganinya,” kata Iskandar Hasibuan lagi ( Bersambung)

 

 

 

 

Liputan : sri Aida Lubis

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.