Hukum Pascal dan Penyelematan Pertama Pada Penyakit Stroke, Oleh : Ali Amran,S.Pd.

Proses Belajar -mengajar

Tulisan ini dibuat sebagai sebuah kenangan pribadi penulis dengan niat tulus untuk berbagi kepada pembaca yang budiman. Awalnya saya terinspirasi dari buku IPA kelas VIII semester genap yang membahas tentang “Hukum Pascal” yang menyatakan bahwa konsep tekanan zat juga terdapat dalam tubuh makhluk hidup, seperti pada proses peredaran darah manusia.

 Tekanan yang terdapat pada pembuluh darah memiliki prinsip kerja yang sama dengan hukum pascal. Sebagaimana prinsip hukum pascal yaitu “tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan besar yang sama”.

Begitu juga yang terjadi pada proses tekanan pembuluh darah manusia. Tekanan pada pembuluh darah merupakan tekanan yang berada pada ruang tertutup, pada saat jantung memompa darah, darah akan mendapat dorongan sehingga mengalir melalui pembuluh darah.

anak-anak belajar

Agar tekanan darah tetap terjaga, maka pembuluh darah harus terisi penuh oleh darah. Bila terjadi kehilangan darah yang diakibatkan oleh kecelakaan atau akibat terjadinya plak atau kotoran yang menghalangi aliran darah sehingga darah tidak dapat mengalir dengan lancar menuju sel-sel diseluruh tubuh yang mengakibatkan sel-sel tubuh mati dan tidak dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Peristiwa itu yang kita kenal dengan Stroke.

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak (Kemenkes RI). Hal ini disebabkan karena sel-sel otak tidak mendapatkan asupan oksigen yang optimal dan nutrisi makanan dari darah, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Kondisi mengerikan ini mengakibatkan bagian-bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tadi menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

            Seperti yang kita ketahui, umumnya penderita stroke akan mengalami perubahan-perubahan pada fisiknya sesaat setelah terjadinya serangan stroke. Seperti ada bagian atau anggota badan yang mengalami kelemahan atau mati rasa dan tidak dapat digerakkan, salah satu sisi wajah yang tidak normal atau terlihat menurun dan tidak mampu tersenyum. Bahkan ada beberapa orang yang mengalami seluruh anggota badan tidak dapat berfungsi sama sekali sehingga hanya bisa terbaring atau menggunakan kursi roda.

Stroke dapat mengakibatkan kematian pada penderitanya. WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa stroke merupakan penyakit ketiga yang menyebabkan kematian di dunia dan menjadi pertama di Indonesia yang selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya (detik.com). Diperkirakan setiap tahun sekitar 500.000 orang penduduk Indonesia terkena serangan stroke, dan sekitar 25% atau125.000 orang meninggal dan sisanya mengalami cacat berat ataupun ringan (World Health Organization). Berdasarkan data dari WHO tersebut, stroke merupakan kondisi gawat darurat yang perlu penanganan cepat.

            Pengalaman penulis, pada tanggal 4 Mei 2013, mengalami serangan stroke pertama kali dengan tekanan systole mencapai 283 mm Hg. Badan terasa sangat lemas dan tidak berdaya, kemudian tangan juga lemah serta tidak dapat digerakkan lagi. Peristiwa itu terjadi ketika saya sedang di rumah bersama dengan anak bungsu saya yang berumur 10 tahun. Pada saat itu, saya hanya berfikir bagaimana caranya agar darah dapat kembali mengalir dengan baik.

Dalam posisi terbaring, saya meminta tolong kepada anak saya untuk menusuk semua ujung jari-jari tangan dan jari-jari kaki yang dimulai dengan jari tengah, selanjutnya jari manis, kemudian kelingking, dan seterusnya hingga semua jari-jari tangan tertusuk dan mengeluarkan darah. Setelah darah keluar dari semua ujung-ujung jari, secara berangsur saya merasa mulai segar kembali dan tenang. Kepala yang awalnya tidak dapat saya angkat juga mulai terasa ringan.

Pengalaman itu mengingatkan saya dengan Teori Pascal yang telah saya jelaskan diawal tadi, saat darah keluar dari ujung-ujung jari, maka oksigen akan masuk dari luar. Oksigen yang masuk memberikan tekanan pada darah yang baru dan memberikan dorongan kembali sehingga darah akan mengalir dengan lancar ke otak juga keseluruh tubuh untuk memenuhi sel-sel dengan oksigen dan nutrisi makanan. Rangkaian kejadian mulai dari penulis merasakan adanya serangan Stroke sampai pada ditusuknya ujung-ujung jari hingga mengeluarkan darah menurut hemat penulis menjadi bukti bahwa Hukum Pascal juga terjadi di dalam perederan darah manusia.

            Alhamdulilah, ucap syukur kepada Allah SWT. Dengan tindakan yang penulis lakukan secara spontan ketika mengalami serangan stroke tersebut, telah menyelamatkan penulis dari ancaman lumpuh sebagian atau seluruh anggota tubuh, bahkan dari kematian.

 Tentu saja hal buruk dan tidak dapat diprediksi bisa saja terjadi bila penulis tidak mengambil tindakan menusuk ujung-ujung jari hingga mengeluarkan darah.

Penulis berasumsi, bisa jadi karena ketidaktahuan akan berlakunya teori Hukum Pascal pada Peredaran Darah inilah yang menyebabkan banyak penderita stroke mengalami kelumpuhan sesaat setelah serangan stroke terjadi, ada yang tidak dapat berbicara ada yang tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya dan bahkan ada yang sampai harus merogoh kocek dalam-dalam untuk terapi pemulihan karena lumpuh total.

            Kesimpulannya ketika serangan stroke terjadi yang ditandai dengan mulai melemah atau tidak dapat digerakkan beberapa anggota tubuh, yang biasanya disebabkan oleh tingginya tekanan darah, maka jangan langsung panik, bila disekitar kita tidak ada tenaga medis yang ahli, segera minta tolong untuk menusuk ujung jari dengan jarum yang steril, tindakan ini tentu saja tetap dibawah pengawasan tenaga medis profesional dan tulisan ini tentu saja hanya sebagai respon terhadap pengalaman pribadi penulis dan Keterkaitan teori Hukum Pascal mengenai tekanan zat cair di dalam ruang tertutup dengan peristiwa serangan stroke yang kebetulan penulis ajarkan di bangku sekolah menengah pertama. Untuk diketahui menturut ilmu kesehatan, tekanan darah normal berkisar 120/80 mm Hg yang dapat diukur dengan menggunakan alat yaitu tensimeter atau syphygmomanometer.

            Semoga tulisan sederhana ini dapat menjadi sebuah inspirasi kecil bagi kita semua, tulisan ini tentu saja masih membutuhkan banyak kritik dan saran yang membangun dari pembacanya.

Penulis : Ali Amran,S.Pd. Guru IPA Terpadu Jurusan Fisika SMP Negeri 1 Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

 

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.