
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Mantan Anggota DPRD( 2009 – 2014) Kab.Madina Iskandar Hasibuan, mengaku heran dengan sikap PT.Rendi, yang tidak menggubris tuntutan warga Singkuang 1 Kec.Muara Batang Gadis, soal Plasma 20 % dari HGU yang dimiliki perusahaan Perkebunan Sawit daerah itu.
” Pada waktu PT.Rendi Permata Raya pertama sekali ingin buka kebun di Kec.Muara Batang Gadis, saya yakin orang perusahaan ramah dan sopan, setelah mereka kuasai, mereka tidak peduli,” Ujar Mantan anggota DPRD dan Mantan Ketua DPC.PDI Perjuangan Mandailing Natal Iskandar Hasibuan, Rabu malam(22/3) di Rumahnya Jln.Bermula Panyabungan.

Kata Iskandar, sebaiknya 8 Anggota DPRD dari Dapil 4 Madina, turun dan gabung dengan Komisi 2 untuk membicarakan dengan PT.Rendi Permata Raya.
” 8 Anggota DPRD dan Anggota Komisi 2 DPRD Madina, menjadi inisiator agar PT.Rendi Permata Raya dihadirkan ke DPRD untuk dikuliti,” ujar Iskandar Hasibuan.
Maksudnya..? Pemda Atau Forkofimda Mandailing Natal, jangan ragu – ragu, yang benar saja Bupati atau Forkofimda dan rakyat kalah dengan PT.Rendi Permata Raya, itu ngak benar lagi.
” Saya curiga dengan rekan anggota DPRD Madina, kenapa mereka Bungkam, apa ngak Kasihan melihat warga bermalam dilokasi PT.Rendi,” Ujarnya..
Kata Iskandar, jika benar Forkofimda mau membahas nasib warga Singkuang dengan PT.RPR, Kita acung jempol kepada Forkofimda.

” Bupati dan Forkofimda Madina, tidak boleh kalah dengan PT.RPR, Kalau kalah, nasib warga akan lain, pasti keributan akan terjadi nanti,” ujar Pemilik Media PT.Malintang Pos Group itum
Sebelumnya, Ketua KUD Hasil Sawit Bersama (HSB) Sapihuddin yang dihubungi, Rabu (22/3) malam, mengatakan hingga saat ini masih banyak warga yang bertahan di depan pintu masuk perusahaan. Warga, kata Sapihuddin, sepakat bertahan sampai hak mereka dipenuhi .
“Kami sepakat akan terus berunjuk rasa dan bertahan di sini sampai ada keputusan yang memihak petani plasma,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk malam pertama Ramadan belum dilaksanakan salat Tarawih di tempat tersebut. Meski demikian dia memastikan akan sahur bersama di bawah tenda.
“Untuk salat Tarawih di sini baru akan dimulai besok malam,” jelasnya.
Sapihuddin mengungkapkan, untuk hari ini tidak ada mediasi dengan pihak perusahaan karena warga hanya ingin berbicara dengan pembuat kebijakan, bukan karyawan.
Terkait konsumsi selama aksi, termasuk untuk sahur nanti, diperoleh dari bantuan dan kerja sama masyarakat. “Untuk konsumsi diantar oleh masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu salah satu warga yang berhasil dihubungi menambahkan, selain bantuan dari warga ada juga bantuan dari Partai Golkar yang diserahkan pengurus kecamatan (PK) Golkar Muara Batang Gadis.

Untuk diketahui, warga Singkuang I berunjuk rasa di depan kantor PT Rendi sejak Senin (20/3). Warga meminta perusahaan merealisasikan kebun plasma sebanyak 20 persen dari HGU. Unjuk rasa ini merupakan klimaks dari aksi-aksi sebelumnya.

Warga mengaku telah lelah menanti janji perusahaan dan pemerintah. Bahkan, dalam pandangan masyarakat pemerintah seolah kalah dan tak berkutik di hadapan PT Rendi.
Terkait aksi ini telah dilakukan mediasi. Dari hasil pertemuan warga, pihak perusahaan, dan Pemkab Madina disebut Forkopimda akan melangsungkan rapat pada Jumat (24/3). (SY/Dita/Nanda)
Admin : Iskandar hasibuan.








