
KEMUNGKINAN Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal, masih ingat dengan ” Keluh – Kesah ” 289 KK Penduduk Desa Aek Mata Kecamatan Panyabungan, karena sejak Indonesia Merdeka dan 23 Tahun Mandailing Natal pisah dari Tapanuli Selatan, jalan ke desa tersebut mulai dari Simpang Aek Mata – Desa Aek Mata, belum pernah di aspal.

Padahal, setiap Pilkada, Pileg yang namanya Calon DPRD , Calon Bupati/Wakil Bupati Pasti ” Bolak -Balik ” ke desa tersebut untuk membujuk warga agar memilih mereka, tapi janji tinggal janji, baru di Era Sukhairi – Atika lah mulai ” Menggeliat ” APBD Mandailing Natal.

Itupun, setelah berkali – kali warga ” Berteriak – teriak ” baik ke DPRD, surat Ke Bupati dan ekspos disejumlah media dan terahir, warga sepakat ” Menanam Padi ” di jalan berlumpur, karena tidak pernah dilirik DPRD maupun Bupati/Wakil Bupati Mandailing Natal.
Setelah itu, Kamis 07 Juli 2022, Bupati Memerintahkan Kadis PUPR Madina Ruly Andri Lubis,ST, agar segera menyahuti ” Keluh – Kesah ” warga Desa Aek Mata soal jalan Berlumpur.

Hanya sekitar 20 Menit Kadis PUPR dan staf sampai ke lokasi jalan berlumpur dan menyaksikan Mobil yang membawa penumpang dan barang terjebak dilumpur, seketika itu juga ” Menghubungi ” stafnya agar segera menurunkan alat berat ke lokasi untuk mengorek lumpur agar bisa dilalui.

” Alhamdulillah,” Ujar warga kepada Malintang Pos Group, jalan ke Desa Aek Mata, sekarang tidak berlumpur lagi dan telah di korek dengan memakai alat berat yang langsung diawasi oleh Kadis PUPR Madina Ruly Andri Lubis,ST ( Bersambung Terus)
Admin : iskandar hasibuan








