
AEK NABARA(Malintangpos Online): ” Kami Belum Merdeka dari Segala Hal,” Kalimat itulah yang terucap dari warga Desa Aek Nabara Kec.Panyabungan Timur, karena baik apa saja, khususnya jalan sudah mau 77 Tahun Republik Indonesia dan 23 Tahun Kab.Madina pembangunan jalan belum pernah ke desa itu.
” Sebenarnya kami belum ikut merasakan arti Kemerdekaan itu, akses jalan saja belum tembus sampai sekarang, apalagi yang lain,” Ujar warga Desa Aek Nabara kepada Wartawan di Kota Panyabungan,Senin(18/7) sore.

Kata Bayo Nasution, Sampe saat ini warga Desa Aek Nabara Panyabungan Timur masih ada yang belum pernah melihat mobil secara nyata,karena sejak lahir sampai sekarang tidak pernah keluar dari desa itu.
Sedangkan Kepala Desa Aek Nabara Mahdi, Sebagian Warganya ada yang saat ini masih tinggal Desa Pagur yaitu dusun Aek Gorsing
” Kami berharap pemerintah segera membangun jalan kedesa kami,karna sejak dulu hingga saat ini belum pernah ada yang namanya pembangunan jalan,” Ujar Mahdi di Panyabungan.

Yang sedihnya , sampe saat ini warga saya masih ada yang belum pernah melihat mobil
Dan kemaren waktu hari Raya Idul Adha untuk mengantar hewan Qurban ke dusun Aek Gorsing, butuh banyak perjuangan yang mana Sapi itu di dorong pantantatnya agar bisa berjalan
Dan melewati tanjakan yang tinggi dan melewati lereng yang mana di sampingnya jurang yang curam.

Itu masih dusun Aek Gorsing , belum lagi Desa Aek Nabara yang jaraknya dari Desa Pagur berkisar 3,5 Km, yang akan di tempuh masyarakat
” susahnya rute ke Desa Aek Nabara sempat masyarakat menamainya jalan dengan Tangkokan simulak anjing dan ada juga 1000 lagi ongkos kelangit,”ungkapnya
Mendengar dan melihat itu semua yang sungguh berharap pemerintah dapat hadir,ungkapnya
” Melihat Dinas PUPR yang terus membangun jalan di sejumlah titik, kiranya Desa Aek Nabara lah dulu di bangun” harap Kades.

Kepala Desa yang menceritakan keadaan desanya , sempat mengeluarkan air mata, karna merasa sedih melihat kondisi menuju desanya belum ada yang memperhatikan desanya hingga saat ini.
Mendengar pengaduan Kepala Desa tersebut,media Malintang Pos Group, mencoba menghubungi Kadis PUPR di ruangannya meminta petunjuk untuk hal ini.

“suruh kepala desa membuat surat landasan dari kecamatan dan di tembuskan untuk Bupati agar kita sampaikan dan kita lakukan pengukuran nantinya,” Ujarnya(Nanda)
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








