
Membicarakan Kota Panyabungan yang juga sebagai Ibukota Kabupaten Mandailing Natal, maka kita akan ingat ” Tumpukan Sampah ” yang terkadang mengeluarkan bau busuk yang sangat mengganggu bagi masyarakat yang lewat.
Padahal, pihak Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) yang saat ini dipimpin,Khairul kabarnya sudah sering Sosialisasi kepada masyarakat agar jangan membuang Sampah sembarangan.

Tetapi, justuru masyarakat Kota Panyabungan, masih tetap Membuang Sampah Sembarangan, tanpa merasa bersalah sedikitpun, justuru ikut menghujat Pemerintah Mandailing Natal, yang tidak mampu membersihkan Kota Panyabungan.
Misalnya, coba kita perhatikan keadaan Aek Mata, Aek Tolang, Aek Sipolu – polu di Kota Panyabungan, terlihat kumuh/ Kotor ,karena sampah yang membusuk, tidak jarang jika hujan deras turun akan banjir,seperti Jalan Nasional sering banjir disebabkan banyak sampah.

Siapa yang buang sampah..? Apakah Lurah/Kades, Camat, Bupati/Wakil Bupati, atau sengaja dibuang Kadis Lingkungan Hidup, tentu jawabnya yang buang warga/ masyarakat yang dihulu Sungai(Aek) dan warga yg hantam kromo membuang sampah.
Karena itu, agar Sungai( Aek) kita Bersih dan tidak menyebabkan Banjir, peranan Lurah/Kades, Camat dan seluruh elemen masyarakat untuk saling ” Tegur dan Ingatkan ” Jangan Membuang Sampah Sembarangan.

Kenapa..? Jika kita buang Sampah Sembarangan, maka yang cium bau busuk dan mengalami banjir nanti tetap masyarakat, ngak mungkin Bupati/ Wakil Bupati Mandailing Natal, yang menjadi korban banjir.

Begitu juga dengan petugas Kebersihan yang ada, kita harapkan Bekerja sesuai dengan tugas yg di amanahkan oleh Pemerintah,C/Q. Dinas Lingkungan Hidup Mandailing Natal ( Bersambung Terus ).
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








