Jangan Hanya Rakyat Ditangkap, Satma AMPI Madina Desak Aktor Intelektual Kasus Tambang Berdarah Dibongkar ”

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sekretaris Jenderal Satma AMPI Madina, Mulya Harisandi, kembali melontarkan kritik keras terkait penanganan kasus tewasnya Ferdiansyah (36) di kawasan tambang emas ilegal di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat.

Meski aparat telah menetapkan 6 orang tersangka dari kalangan masyarakat, Mulya menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.

“Kenapa yang ditangkap hanya masyarakat? Lalu aktor intelektualnya mana? Jangan berhenti di pelaku lapangan saja. Ini harus diusut sampai ke otak di balik peristiwa ini,” tegasnya.

Ia menegaskan, kejadian ini tidak bisa dilepaskan dari keberadaan aktivitas tambang dan pengolahan emas ilegal yang selama ini diduga beroperasi secara terbuka tanpa penindakan tegas.

“Peristiwa ini terjadi di lokasi yang jelas ada penguasanya. Tidak mungkin aktivitas seperti ini berjalan tanpa ada yang mengatur, membiayai, dan melindungi. Ini yang harus dibongkar,” ujarnya.

Mulya juga mempertanyakan mengapa hingga saat ini belum ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban terkait kepemilikan maupun penguasaan lokasi pengolahan tersebut.

“Kalau benar lokasi itu diduga milik seseorang, maka harus diperiksa. Siapa pemiliknya, siapa yang mengelola, siapa yang mendapat keuntungan. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” katanya.

Menurutnya, narasi bahwa kasus ini murni pencurian lalu berujung aksi massa tidak boleh dijadikan alasan untuk menutup kemungkinan adanya peran pihak lain di balik kejadian tersebut.

“Jangan sederhanakan kasus ini. Ada konteks besar di belakangnya, yaitu praktik tambang ilegal yang selama ini dibiarkan. Ini bukan sekadar pencurian, ini soal sistem yang rusak,” ucapnya.

Ia juga menyinggung dugaan adanya pembiaran, bahkan kemungkinan keterlibatan oknum tertentu yang membuat aktivitas ilegal tersebut terus berjalan.

“Kalau tidak ada yang ‘membackup’, tidak mungkin lokasi seperti ini bisa bertahan lama. Publik tidak bodoh. Aparat harus berani membuka semuanya,” tegas Mulya.

Mulya mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Mandailing Natal, agar tidak setengah hati dan benar-benar mengusut kasus ini secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya.

“Kami minta ini dibuka terang benderang. Periksa semua pihak, dari pekerja, pengelola, hingga yang diduga sebagai pemilik dan yang membekingi. Siapapun dia, jangan ada yang dilindungi,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika penanganan kasus ini hanya berhenti pada masyarakat, maka akan semakin memperkuat ketidakpercayaan publik terhadap penegakan hukum.

“Kalau hanya rakyat kecil yang dijadikan tersangka, sementara aktor besar dibiarkan, maka ini bukan keadilan. Ini ketidakadilan yang dipelihara,” katanya(Isk)

Admin :  Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Wartawan Senior Madina Iskandar Hasibuan Soroti Hubungan Wartawan dan Pemerintah Pada Acara Halal Bihalal Korwasis

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Wartawan senior Mandailing Natal (Madina), Iskandar Hasibuan, menyoroti hubungan antara wartawan dan pemerintah daerah saat memberikan sambutan pada kegiatan Halal Bihalal Koperasi Wartawan Siabu Sekitar (Korwasis) Madina, Kamis…

    Read more

    Continue reading
    Polres Madina Tetapkan Enam Tersangka Kasus Pembunuhan di Desa Runding Kec.Panyabungan Barat

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Kepolisian Resor Mandailing Natal (Polres Madina) menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Ferdiansyah (36), warga Desa Panyabungan Tonga, yang terjadi di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat,…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses