Jelang Lebaran, Belanja Sesuai Kebutuhan

Suasana pasar tradisional di Medan jelang beberapa hari lebaran Rabu (27/4/2022).

MEDAN (Malintangpos Online): Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara kembali mengimbau masyarakat pada kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) untuk tetap berbelanja secara bijak guna menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri yang semakin dekat.

“Belanjalah sesuai kebutuhan guna menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri yang semakin dekat,” kata Doddy Zulverdi, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Rabu (27/4/2022).

Menurutnya, memborong belanja bisa mempengaruhi meningkatnya inflasi. Pada April 2022, Inflasi Sumut diperkirakan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, khususnya pada komponen volatile food (komoditas hortikultura dan perikanan) seiring dengan melimpahnya pasokan (musim panen) yang juga didukung dengan cuaca yang baik.

Doddy menyebut peningkatan konsumsi masyarakat, khususnya pada periode Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, berpotensi mendorong kenaikan harga. Pada Maret 2022, inflasi mencapai sebesar 0,71 persen (mtm) atau 3,26 persen (yoy) yang didorong kenaikan harga tanaman hortikultura seperti cabai merah.

Berdasarkan pengamatan hingga menjelang Idul Fitri, harga beberapa komoditas seperti minyak goreng dan gula pasir cenderung mengalami peningkatan.

Sementara itu, harga komoditas daging sapi, cabai merah, serta cabai rawit terpantau menunjukkan tren penurunan, dan untuk harga komoditas pangan lainnya relatif stabil.

Sebagai antisipasi kenaikan harga pada masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta untuk memastikan ketersediaan barang di pasar, TPID Sumatera Utara dan Tim Pengendali Investasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota bersama Satgas Pangan dan Bulog telah melaksanakan monitoring harga dan sidak pasar selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

Secara keseluruhan tahun 2022, inflasi Sumatera Utara diperkirakan akan lebih tinggi dari tahun 2021, namun masih dalam rentang sasaran 3 persen ±1 persen. Peningkatan inflasi didorong oleh pemulihan ekonomi, tercapainya herd immunity, penanganan pandemi Covid-19 yang semakin baik, serta mobilitas masyarakat, dan permintaan yang meningkat.

“Berbagai potensi sumber tekanan inflasi, baik dari internal maupun eksternal, perlu menjadi perhatian untuk menjaga pengendalian inflasi tahun 2022,” kata Doddy. (wie)

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.