Kebebasan Pers di Madina Masih Dilema(1)

Iskandar HasibuanHari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day (WPFD) ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap 3 Mei dan tahun ini jatuh pada hari Minggu tahun 2020.

Bagaimana di Kab.Madina..? Pada hakekatnya Kebebasan Pers di Bumi Gordang Sambilan tidak ada masalah,hanya saja terkadang Pers dimata sebagian pejabat ” Manis Diluar,Pahit di dalam”

Maksudnya..? Pejabat dikritik sering menimbulkan antipati, sehingga sosial kontrol yang dijalankan sering tidak sesuai dengan hakikat Pers itu sendiri,artinya pejabat nampaknya belum memahami betul apa itu Pers,apalagi kebebasan Pers itu sendiri dan lebih sering dijadikan sebagai musuh oleh pdjabat yang dikritik oleh Wartawan.

Selain itu, baik pejabat maupun DPRD,serta tokoh yang dijadikan sumber informasi lebih sering ” Tidak Bersedia ” dijadikan sumber,atau sering mengelak,apakah karena mengelak atau kurang memahami ” Wallohu Aklam” hanya mereka yg tau jawabnya.

Disisi lain memang Jurnalis terkadang kurang menjaga Kode Etik Jurnalistik itu sendiri,sehingga sering narasumber mengelak ketika dijadikan sebagai sumber informasi.

Selain itu, banyak terkadang Pejabat memang pura- pura baik maknai tugas Jurnalis tersebut,karena ketika ada Wartawan yg melakukan konfirmasi suatu info,pihak yang dikonfirmasi selalu mengelak ketika di konfirmasi,sehingga berita yang muncul sering kurang berimbang.(Bersambung Terus)

 

Admin : iskandar hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.