Kenalan di Facebook, Warning Buat Ortu, Gadis Cantik Digilir Dua Pemuda di Padangsidimpuan

Kapolres kota Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya di dampingi kasat Reskrim AKP Abdi Abdullah SH saat memberikan keterangan kepada Wartawan terkait kasus pemerkosaan yang di alami gadis berusia 19Tahun

P.SIDIMPUANI(Malintangpos Online): Perkenalan di Facebook kerap menjadi awal terjadinya pemerkosaan dan pelecehan seksual. Para pelaku dan korban yang awalnya hanya kenal di dunia maya lewat Like status  dan dilanjutkan dengan chating chating  kemudian mengadakan pertemuan sehingga kejahatan pun terjadi. Dan ini menjadi Warning Buat Orangtua.

            Kasus-kasus tersebut biasanya berawal dari perkenalan di Facebook. Kemudian korban dan pelaku memutuskan bertemu. Saat pertemuan inilah biasanya timbul niat jahat dari pelaku. Ada korban yang diberi minuman tertentu sehingga mabuk dan kemudian di perkosa. Kemudian ada juga yang sampai disekap beberapa hari oleh pelaku pemerkosaan tersebut.

            Akibat perkenalan di Facebook itu , seorang  gadis 19 tahun di kota Padangsidimpuan menjadi korban perkosaan yang di lakukan oleh  dua pemuda,salah satu pelaku bernama  Alpin Majid Tanjung,m(19) ,Akhirnya berhasil  ditangkap personil Polres Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), di rumahnya di Pasar Sipirok,  Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (10/112018).

            Sayangnya, salah seorang tersangka Ridwan berhasil melarikan diri, sehingga, petugas kepolisian menetapkan statusnya sebagai daftar pencarian orang (DPO). Ketika ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolres Kota Padangsidimpuan, Jalan Baginda Oloan, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.”Dia (tersangka) diamankan ketika berada di rumahnya,”ujar Kapolres Kota Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya kepada  Wartawan ,Senin (12/11)

Tersangka Kaos Hitam diapit Polisi

Hilman  menjelaskan, aksi cabul kedua tersangka itu berawal ketika korban dan Alpin Trio Majid Tanjung berkenalan di media sosial. Sejak perkenalan itu, korban dan tersangka aktif komunikasi melalui facebook. Pada 10 November 2018, mereka berjanji bertemu disalah satu pasar tradisional di kota Padangsidimpuan,  karena pada saat itu juga  korban sedang di pasar ingin membeli sepatu.Saat itu, korban sudah ditunggu kedua tersangka.

            “Setelah terjadi perbincangan, kedua tersangka membawa korban dengan sepeda motor menuju Sipirok,”ujarnya. Ketika tiba di lokasi salah satu hotel yang ada di Kecamatan Sipirok, para pelaku membawanya kesalah satu tempat. Saling berganti kedua pelaku meminta agar korban mau berhubungan badan, namun korban tetap menolak.

            “Kedua pelaku memaksa karena korban tidak mau diajak berhubungan intim,”terangnya. Karena tenaga korban tidak kuat, akhirnya pelaku berhasil mencabuli hingga beberapa kali di tempat itu. Ironisnya, tindakan bejat itu tetap berlanjut, karena Alpin dan Ridwa membawa korban ke salah satu hotel di Padangsidimpuan.

            “Di hotel itu juga kedua tersangka mencabuli korban secara bergantian,”imbuh Hilman. Bahkan, dari hotel itu, kedua tersangka kembali membawa korban ke Sipirok dan lagi-lagi mereka mencabuli korban. Selanjutnya, korban diantar ke salah satu pasar tradisional dan mereka pulang. ( SM/Red)

 

 

 

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Pemda Madina Bergerak Lambat, Gelondongan Kayu dan Sampah Sumbat Terowongan Jembatan Aek Mata Panyabungan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (25/02/26) malam hingga Kamis (26/02/26) dini hari yg lalu, mengakibatkan peningkatan debit air Sungai (Aek )Mata yang melintas…

Read more

Continue reading
Advocat Nasional : Hal Kecil Saja DPRD Tidak Berani, Apalagi Soal APBD Madina

JAKARTA(Malintangpos Online): Advocat Nasional, Mohd.Amin Nasution,SH, Mengutarakan Soal kecil, masalah Lampu Penerangan Jalan Umum(LPJU) saja Anggota DPRD Madina II, Tidak Berani Bicara.   ” Masalah kecl saja mereka tidak berani…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses