Kepada Siapa Bantuan Sebenarnya..?

Pada tahun ini kita telah di landa oleh bencana yaitu virus corona dimana musibah ini tidak hanya di Indonesia saja tapi seluruh dunia

Akibat dari musibah yang melanda khususnya Indonesia membuat perkonomian rakyat sengsara dikarenakan di berlakukannya PSBB, sebab itu masyarakat tidak di perbolehkan untuk beraktivitas selama wabah ini.

Diakibatkan perokonomian yang tidak stabil Presiden Jokowi dan Mentri perekonomian mengeluarkan bantuan untuk membantu masyarakat yang terdampak dari wabah ini, Bantuan yang diberikan seperti BST, PKH, atau BLT.

Dibalik semua bantuan yang ada, masih ada saja masyarakat miskin yang tidak terdata, tidak dapat bantuan sama sekali, kenapa? ini menjadi tanda tanyak besar bagi pemerintah.

Terkhusus yang baru saja terjadi di Mandailing Natal, banyak masyarakat yang melakukan Aksi Demo karena tidak meratanya bantuan yang ada.

Kita membahas bantuan yang ada ? Bantuan yang pertama BST ( Bantuan Sosial Tunai ) sebanyak 29. 857 yang mendapatkan bantuan BST, PKH sebanyak 19292 perkepala keluarga, belum dari BLT, Lastra, bantuan sembako Provinsi dan bantuan dari Pemkab Madina.

kepada siapa sebenarnya bantuan diberikan, Mengapa masih banyak masyarakat yang mengeluh belum mendapatkan bantuan.

ini perlu dibicarakan , kalo dilihat dari segi bantuan, sebenarnya untuk masyarakat miskin saja tercukupi bantuan ini.

Tetapi faktanya yang terjadi masih banyak yang tidak terdata. Pada Perekonomian saat ini, banyak yang membutuhkan bantuan tersebut, yang bisa disalahkan siapa, yang bertanggung jawb siapa, kenapa bisa masyarakat melakukan aksi Demo.

Seharusnya pemerintah bisa memanggil Camat, Kepala Desa, Dinas sosial, Dinas Kependudukan. untuk lebih membahas bantuan yang disalurkan, agar tidak terjadi lagi permasalahan yang terjadi sebelumnya.
Dari segi masyarakat kita bahas pasti banyak masyarakat biarpun dia kaya, pasti mengatakan berhak mendapatkan bantuan, pasti mengatakan juga terkena imbas dari wabah yang melanda dunia ini.

Memang terkena imbas dari wabah ini, tetapi Mandailing Natal masih terbilang zona hijau, Seharusnya yang lebih di utamakan masyarakat yang tergolong miskin, yang penghasilannya pas pasan untuk makan, seperti penjual kaki lima, supir angkot, tukang becak, yang mendapatkan bantuan seharusnya yang seperti itu, jangan masyarakat yang menengah keatas.
Saat saya berkunjung ke pasar bertanyak kepada pedagang, yang ada penghasilan mereka jauh merosot, untuk itu pemerintah lebih di khususkan kembali pendataan dan kalo bisa di data kembali masyarakat yang belum mendapat.

Pemerintah bisa merapatkan dan membicarakan bagaimana solusi untuk masyarakat yang belum sama sekali mendapatkan bantuan.

kita tunggu kelanjutan dari cerita bantuan yang ada. apakah ada perubahan atau masih seperti ini.( Bersambung)

Penulis : dita risky saputri hssibuan, SKM

Admin.  : iskandar

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.