Kepala Desa Seperti ” Buah Simalakama ” di Kabupaten Mandailing Natal (1)

Pemerintah Republik Indonesia dibawah Kepemimpinan Presiden RI Ir.Joko Widodo tahun 2015 yang lalu menggelontorkan program Dana Desa(DD) ke seluruh desa,termasuk 377 Desa di Kabupaten Mandailing Natal dengan anggaran yang sangat tinggi dan hingga tahun 2021 ini mata semua orang sekarang tertuju ke desa -desa.

Kenapa rupanya..? Belum tau ia, makanya sekarang boleh dikatakan 377 Kades seperti pribahasa ” Buah Simalakama ” makanya tulisan ini dibuat judulnya Kades ” Buah Simalakama” di Kabupaten Mandailing Natal,karena banyak kebijakan,program ” Titipan ” yang sulit ditolak Kades sekalipun tidak ada manfaatnya bagi masyarakat desa -desa yang ada di Mandailing Natal.

Contoh, masa Awal Pandemi Covid -19 sekitar awal 2020 lalu, semua desa sudah Musydes dan punya program yang telah disepakati dengan terpaksa dirubah untuk kebutuhan program Covid -19, pembelian APD, Masker, Hensanitiser,serta keperluan lainnya,sehingga anggaran DD sebagian dibuat untuk BLT-DD sampai anggaran DD tahun 2021 sekitar 8 % untuk kepentingan Covid -19.

Selain itu, datang oknum atau mengaku mendapat restu agar dibuat Pengadaan Buku Perpustakaan,sementara Gedung Peepustakaan dan Kantor Desa masih dirumah Kades,tentu Kades Bingung Buku tarok dimana dan yang baca siapa,jenis Buku -Buku apa dibuat/ Dipesan,lagi -lagi Kades ngak bisa menolak.

Ada juga Program Bimtek entah berapa kali dibuat untuk Kades dan aparat desa serta akhir -akhir ini Bimtek Bu Kades, tapi hampir seluruh Kades masih mengupahkan pembuatan RAPBDes,SPJ dan segala tetek bengek menyangkut Pertanggungjawaban DD masih juga diupahkan, padahal Kades/Aparat desa sudah Bimtek entah berapa kali.

Apalagi Dana Desa tahun 2021 ini,selain kepentingan Covid -19 yaitu BLT – DD bagi warga desa, juga banyak Pesanan yang tidak bisa ditolak Kades masalah Pengadaan Buku dan Bimtek setiap desa, ironi memang dan wajar Kades bingung dan seperti ” Buah Simalakama ” jadinya.

” Sabarlah Pak Kades, ada masanya Pak Kades bisa menentukan kebijakanmu sendiri untuk kepentingan masyarakatmu sendiri,” sebut sejumlah pemerhati desa (Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar hasibuan.

 

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.