Kerugian Milyaran Rupiah(3), Kebakaran Terbesar di Madina Siapa Yang Disalahkan…?

Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution naik ke Mobil Damkar mengarahkan stafnya

SABTU  dini hari pukul 02.30 Wib 16 Juni 2018 sejarah baru tercatat di Kota Panyabungan Kabupaten  Mandailing Natal, karena ratusan Lost dan Kios yang dibangun semasa Bupati Madina H.Amru Daulay,SH serta diresmikan oleh Presiden RI Hj.Megawati Soekarnoputri, ludes terbakar dan api baru bisa dipadamkan pukul 17.20 Wib yang dipimpin langsung Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution serta Kapolres Madina AKBP.Irsan Sinuhaji.

            Baik di Facebook maupun langsung SMS dan WA ke Redaksi Malintang Pos Group sejak Sabtu pagi(16-6) kalimat-kalimat yang masuk mayoritas keluhan datang dari pedagang maupun keluarga pedagang, sebab api yang bermula dari Lots pasar Baru dibangun paling belakang yang mayoritas pedagang Sembako dan Kelontong serta sayuran sewaktu kecilnya belum ada bantuan oleh Pemadam kebakaran disebabkan suasana Idul Fitri 1439 H ditambah boleh dikatakan masyarakat larut menonton bola melalui siaran TV.

            “ Mobil Damkar ada satu unit tidak jauh dari Pasar Baru tapi supirnya kemungkinan lagi asyik Lebaran, Kebakaran apakah murni Kosleting Listrik atau arus pendek, Kabid Pasar Disperindag Madina harusnya sigab, Bupati dan Kapolres Madina kami ucapkan terima kasih, namun sangat disayangkan Kepala Dinas Perindag dan UKM serta Bidang Pasar kurang profesional, Untung Ada Water Canon Polres Madina, Save Polres Madina dan Save Pemda Tapsel dan Pemko Padangsidimpuan“ itulah kalimat-kalimat yang masuk ke SMS Redaksi Malintang Pos Group sejak kejadian kebakaran hingga Sabtu malam(16-6).

Api di Blok M yang belum dipadamkan hingga pukul 10.00 Wib Sabtu(16-6)

Siapa yang disalahkan..? sebenarnya tidak perlu lagi dipermasalahkan karena semua sudah terjadi ditengah suasana hari kedua Idul Fitri 1439 H Tahun 2018, namun sebagai bahan koreksi untuk Pemerintah dan DPRD Mandailing Natal, bahwa Armada Damkar sejak era H.Amru Daulay,SH hingga Drs.H.Dahlan Hasan Nasution harusnya mobil Damkar sudah lebih banyak untuk wilayah Mandailing Natal yang cukup luas, sebab mobil Damkar Madina yang ada sekitar 6 Unit ada di Kotanopan, Natal dan Panyabungan dan ketika terjadi Kebakaran Pasar Baru kabarnya 4 Unit diturunkan.

            Selain yang empat(4) unit ada juga dua(2) Unit dari Damkar Tapsel, 1(Satu) Unit Damkar Pemko Padangsidimpuan, Satu(1) Unit Armada Tirta Madina serta ditambah bantuan dari masyarakat Mesin penyedot air, tapi masyarakat mayoritas mengatakan untunglah ada Mobil Water Canon dari Polres Mandailing Natal, kalau tidak kemungkinan api sangat sulit untuk memadamkannya disebabkan kondisi pasar yang begitu luas yang jumlahnya ratusan Lots dan Kios yang terbakar.

Barang pedagang yang berhasil diselamatkan di depan Pasar Baru

“ Kita Harus Introfeksi Diri,” kalimat inipun sering disampaikan beberapa pejabat dan masyarakat yang datang ke lokasi Kebakaran, karena kalau kita memperhatikan kondisi Pasar Baru Panyabungan selama ini sering menjadi bahan berita dan ocehan masyarakat disebabkan penataannya yang sangat jauh dari yang kita harapkan.

            Memang, dimana-mana pasar itu selalu kumuh dan kurang teratur, walaupun pengelola pasar sering berniat baik, tapi namanya manusia selalu ada saja alasan baik pedagang maupun pengelola yang mampu membuat alasan-alasan yang mementahkan program pemerintah, tetapi itu semua adalah harus kita ambil hikmah dari kejadian kebakaran yang beruntun diwilayah Mandailing Natal, karena itulah kita harus introfeksi guna untuk membuat yang lebih baik ke depan ataupun dimasa yang akan datang ini agar tidak terulang kembali. Insya Allah.

            Informasi yang dirangkum Tim Redaksi Malintang Pos Group sejak Sabtu(16-6) pukul 03.30 Wib baik dari masyarakat, pedagang maupun pihak-pihak lainnya, bahwa begitu api muncul dari lantai dasar Gedung belakang pihak PT.PLN Ranting Panyabungan langsung memadamkan lampu PLN dan memang akibat kobaran api terlihat terang, namun karena pihak Damkar belum muncul waktu itu, terlihat pihak Polisi dan TNI-AD serta masyarakat sekitar lokasi Kebakaran sedikit kewalahan untuk memadamkan api, sehingga muncul berbagai asumsi negatif terhadap pemerintah.

Lantai dasar Pasar baru

Tetapi, itu semua yang muncul kalimat-kalimat sumbang adalah ocehan masyarakat disebabkan banyaknya Lots dan Kios yang dilalap sijago merah “ Semua Barang-Barang kami dilantai atas khususnya pedagang bakal kain ludes dilalap si Jago merah “ kata seorang pedagang kepada Penulis dilokasi kebakaran dengan deraian air mata, sambil mengatakan kalimat “ Tuhan Berkehendak Lain, mungkin akan datang lebih baik,” Amin( Bersambung Terus)

 

 

 

 

 

Liputan : Dita Rusky Saputri

Admin : Dina Sukandar Hasibuan,A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.