Ketika Korban Banjir Mengeluh(2), Bagaimana Nasib Kami Jika Sungai Meluap Lagi…..?

Tumpukan Kayu yang belum berhasil di singkirkan hingga Kamis(30-3) walau sudah Gotong Royong.

MENDENGAR Informasi yang disampaikan oleh puluhan warga Kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Mandailing Natal,yang melakukan Gotong Royong dihulu sungai(aek) Kayuara/Patabotung diwilayah Desa Malintang Julu Kecamatan Bukit Malintang,Kamis(30-3) bahwa ribuan kubik kayu bulat yang sudah lapuk masih bergelimpangan didalam sungai, karena belum bisa disingkirkan,membuat masyarakat mulai bingung.

            Kenapa Bingung..? bayangkan, jika hujan deras turun di daerah itu, tentu sungai akan meluap, sudah dapat dipastikan kayu-kayu yang bergelimpangan yang sudah lapuk dan baru tumbang akan hanyut dan akan menghantam apa saja yang ada di DAS( Daerah Aliran Sungai) Patabotung yang Minggu malam(26-3) lalu telah memporak-porandakan rumah dan areal pertanian masyarakat.

            Tim Redaksi Skm.Malintang Pos Group yang turun langsung kelokasi setelah mendapat informasi bahwa Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution,telah memerintahkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) untuk ikut serta membantu Gotong Royong masyarakat sedikit kecewa disebabkan alat yang dibawa ke lokasi jauh dari harapan masyarakat yang ikut gotong royong.

Ketika Warga Gotong Royong Menyingkirkan Kayu dihulu Sungai Aek Kayuara Malintang Julu

Memang, sejauh berita ini buat belum berhasil untuk melakukan konfirmasi kepada pihak BPBD, namun dari pihak Kecamatan Bukit Malintang diperoleh informasi bahwa ada lima(5) unit Sinsaw dibawa atas perintah pihak BPBD dengan biaya 1 liter bensin upahnya Rp 75.000,- kepada pemilik Sinsaw, tetapi ada tiga(3) unit Mesin Sinsaw belum apa apa sudah rusak, ada yang ngak bisa gergajinya, ada yang rantai putus, akhirnya masyarakat kecewa dan gagal menyingkirkan kayu bulat dari tengah sungai.

            Benarkah  cerita pihak Kecamatan Bukit Malintang itu…? Hanya pihak BPBD Madina yang mampu menjawabnya, tulisan ini bukan fitnah, namun sebagai wujud kepedulian kepada warga Bukit Malintang,apalagi media online ini namanya Malintangpos Online adalah tidak terlepas dari Bukit Malintang, tentu merasa ikut bertanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat jika memang dibutuhkan untuk menyalurkan asfirasi masyarakat.

            Sebenarnya, Malintangpos Online terus gencar mengangkat informasi ataupun asfirasi masyarakat korban banjir Bukit Malintang adalah disebabkan adanya harapan Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution pada malam kejadian,Minggu malam(26-3) agar masyarakat segera menelusuri hulu sungai penyebab banjir dan kalimat Bupati itu didengar Ketua Naposo Bulung Desa Malintang Julu Dodi Kurniawan Nasution,SH yang langsung Senin pagi(27-3) bersama anggotanya bergerak menelusuri hulu sungai.

Tumpukan Kayu yang gagal disingkirkan

Ternyata, Naposo Bulung menemukan tumpukan kayu-kayu lapuk maupun gelondongan besar yang kalau sungai meluap lagi akan terbawa arus sungai dan tidak tertutup kemungkinan akan menyapu bersih setiap yang menghalangi terhadap kayu-kayu lapuk, tentu mendengar informasi Naposo Bulung dan terbitnya di Malintangpos Online, masyarakat bertanya, Bagaimana Nasib Kami Jika Sungai Meluap Lagi….?

            Makanya, ketika tanggapan Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution cukup respon dengan keluhan masyarakat, lalu timbul pertanyaan, kenapa sampai sekarang ini Kayu-kayu yang bergelimpangan belum juga bisa disingkirkan, apakah Pemerintah Mandailing Natal,menunggu ada korban lagi, tentu tidak.(Bersambung).

Admin : Dina Sukandar Hasibuan.A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.