Ketua KORNAS Sutrisno Pangaribuan : Menanti Keberanian Jaksa Menangkap Para Perampok Uang Jalan Tol Medan- Binjai

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Beberapa waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah menaikkan status kasus dugaan korupsi pengadaan lahan tol Medan-Binjai ke tahap penyidikan.

” Kasi Penkum Kejati Sumut, Rizaldi pada Minggu (19/4/2026) menyatakan: “Kasus tersebut di tahap penyidikan dan masih pemeriksaan saksi-saksi,” Ujar  Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS) Sutrisno.Pangaribuan yang juga Mantan Anggota DPRD Sumut, Minggu(11/10) ketika dihubungi dari Panyabungan.

Kata dia. Kasus pengadaan lahan untuk pembangunan jalan tol ruas Medan-Binjai seksi I, II dan III sepanjang 25, 441 kilometer.

Pembangunan ruas tol tersebut, dilaksanakan pada tahun anggaran 2016 dengan total nilai anggaran sebesar Rp 1.170.440.000.000.

Akan tetapi, enam (6) bulan pasca dilakukan penyidikan dugaan korupsi tersebut, penyidik belum menetapkan tersangka.

Sebelumnya, Kejatisu melakukan penggeledahan pada dua kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), yakni kantor BPN Provinsi Sumut di jalan Brigjend Katamso, serta Kantor Pertanahan Kota Medan di jalan STM, Kelurahan Sitirejo.

” dari penggeladahan tersebut, para penyidik menyita berkas dan dokumen terkait perkara yang tengah diselidiki.,” ujar Sutrisno.

Sedangkan di Kantor BPN Provinsi Sumatera Utara, penyidik melakukan pemeriksaan di ruang kerja Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan, ruang staf, hingga gudang arsip yang berkaitan dengan dokumentasi pengadaan tanah.

Sementara di Kantor Pertanahan Kota Medan, penggeledahan difokuskan pada sejumlah ruangan yang diduga menyimpan dokumen terkait proses pengadaan tanah proyek tersebut.

Dikatakan Sutrisno, Perkumpulan Semangat Rakyat Anti Korupsi (Semarak) menduga adanya pihak- pihak yang memiliki akses terhadap kekuasaan yang turut menikmati “permainan” pembebasan lahan jalan tol.

Foto Hanya Pemanis Berita

“Kami pernah bertemu dengan para petani di daerah Tanjung Mulia, Medan yang mengaku sebagai penggarap tanah, namun tidak menerima sepeser pun dari ganti rugi tanah yang dijadikan jalan tol” Ujar Presidium Perkumpulan Semangat Rakyat Anti Korupsi (SEMARAK) Sutrisno Pangaribuan.

Kata Sutrisno, Para petani saat itu menyebut Pemerintah telah menetapkan skema ganti rugi dengan pembagian ganti rugi antara pemilik sertifikat dengan penggarap yang menguasai dan mengusahai lahan.

Namun para pemilik sertifikat diduga sama sekali tidak mematuhi skema ganti rugi. Para penggarap tidak menerima sama sekali ganti rugi setelah para pemilik sertifikat menerima dari pemerintah.

Para penggarap juga mengaku bahwa mereka tidak mengenal orang- orang yang menjadi pemilik sertifikat di atas tanah yang mereka garap.

” Para penggarap menduga ada permainan antara oknum- oknum Kementerian ATR/ BPN, Kementerian PUPR dan oknum- oknum pemilik sertifikat,” Ujar Direktur Indonesian Government Watch (IGOWA) itu.

Sejumlah orang diduga tidak memiliki bidang tanah di Tanjung Mulia, namun memiliki sertifikat, menerima ganti rugi, dan tidak membagi dana kepada penggarap.

” Sebagai rekan juang rakyat, kami mendukung sepenuhnya Kejatisu untuk mengungkap kasus tersebut secara transparan,” Kata Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS) tersebut.

Pemufakatan jahat yang dilakukan oknum- oknum Kementerian ATR/ BPN, Kementerian PUPR, dan orang- orang yang diduga merekayasa kepemilikan tanah harus ditangkap.

Seperti para jaksa yang pernah membantu dan menyelamatkan Bobby Nasution dari kasus lampu pocong, para jaksa di Kejatisu juga diminta mampu menyeret para perampok uang negara dari dugaan kasus korupsi pengadaan lahan jalan tol Medan- Binjai, ujar Sutrisno( Rel/Isk).

 

Admin : Iskandar  Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Wali Kota Resmi Buka PORSADIN 2026, Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Diniyah di Padangsidimpuan

    PADANGSIDIMPUAN(Malintangpos Online): Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, secara resmi membuka Perlombaan Olahraga dan Seni Santri Diniyah (PORSADIN) Tahun 2026 tingkat Kota Padangsidimpuan di Lapangan Masjid Al-Mukarrom,…

    Read more

    Continue reading
    SEMARAK MUSDA GOLKAR MADINA (2

    Siap Menjadi Pilihan Indah Annisa tampil di gelanggang suksesi kepemimpinan Musda Golkar Mandailing Natal sebagai alternatif. Pertanyaan berikutnya bukan sekadar apa yang membedakannya dari kader lain. Lebih jauh, apa yang…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses