
TABUYUNG ( Malintangpos Online) : Ketua LSM.LIRa Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal Parwis Batubara , mengutarakan bahwa Proyek Pekerjaan Perkerasan Jalan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) Kabupaten Mandailing Sumatera Utara, terkesan tak bertuan, karena tidak ada Plank Merek nya.
“ Sejak dimulainya pekerjalan Jalan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis tersebut, setiap harinya menjadi bahan perbincangan ditengah-tengah masyarakat, karena tidak diketahui anggaran dari mana proyek tersebut,” ujar Ketua LSM.LIRa Kec.Muara Batang Gadis Parwis Batubara kepada Malintang Pos, Jumat(6-9)
Kata dia, Beberapa hari terahir ini, proyek pekerjaan perkerasan jalan di Desa Tabunyung ramai diperbincangan masyarakat setempat, Kenapa rupanya…? Sesuai dengan informasi yang didapatkan dilapangan ada beberapa kejanggalan pada pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut atau diduga proyek siluman.
“Benar perkerasan jalan itu ramai diperbincangkan warga, tidak satu atau dua orang warga yang datang menanyakkan soal pekerjaan perkerasan jalan tersebut kepada saya, dan kebanyak pertanyaan dari masyarakat soal keterbukaan dan transparansi informasi publiknya,” katanya.
Seperti. Kenapa tidak ada plang proyeknya,,? Dari mana anggarannya,,? Berapa anggarannya,,? Tidak sampai disitu, Parwis Batubara juga menyampaikan, “lemahnya pengawasan pekerjaan didaerah hingga hal penting seperti plang proyeknya bisa ditiadakan, sehingga terkesan mengabaikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Yang Mengatur Tentang Kewajiban Memasang Plang Papan Proyek.” Sebut Parwis Batubara
Plang proyek yang seharusnya menjadi dasar kebutuhan publik dalam mengawasi suatu pekerjaan milik Pemerintah, baik itu yang bersumber dari ADD/ DD maupun APBD, namun kebutuhan publik tersebut tidak kita dapatatkan pada proyek pekerjaan Perkerasan jalan di Desa Tabunyung.
Parwis bersama Masyarakat Desa Tabuyung juga berharap kepada Instansi terkait supaya pro-aktif mengawasi pekerjaan yang sedang berjalan dilapangan untuk menghindari ketimpangan – ketimpangan pembangunan hingga berjalan sebagai mana semestinya(rsh)
Liputan : Riky dan Ali Usman
Admin : Dina Soekandar Hasibuan






