Komentar Warga Madina Dari Jakarta, Ngeri Juga, Persoalan Sampah di Panyabungan Tidak Bisa Diatasi

Sampah di Jalan Samping SPBU kel.Sipolu-polu/Dokumen Malintang Pos

JAKARTA(Malintangpos Online): “ Awak Menjadi Malu Sendiri,” Bayangkan, apa ngak Negeri juga itu, persoalan Sampah yang setiap hari menumpuk di jalan-jalan sterategis di Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, sampai Juni 2019 belum bisa diatasi oleh Pemerintah Mandailing Natal yang APBD nya Tahun 2019 lebih Rp 1,6 trilun.

            Kalau di Facebook, banyak yang memberikan komentar, ada yang menyalahkan masyarakat, ada yang menyalahkan pemerintah dan tidak sedikit masuk SMS atau WhatsApp ke Wartawan Malintang Pos Group yang menuduh dengan kalimat “ Bersih Kali Kamu, Beteng Kali Kamu, Kaulah Yang Bersihkan “ itulah kondisi ataupun keadaan di Mandailing Natal, dalam persoalan berita-berita atau informasi tentang sampah di Kota Panyabungan.

            Informasi tersebut disampaikan warga Kab.Madina di Jakarta setelah mendapat sebagian informasi dari Pimpinan Redaksi Malintang Pos Group, Minggu (16-6) di Jakarta terkait dengan persoalan Sampah di Panyabungan Kab.Madina Sumatera Utara (Sumut).

            Warga Madina di Jakarta Suryani Safitri Nasution,S.Sos kepada Ka.Biro Malintang Pos Group di Jakarta, Minggu (16-6) mengaku heran dan bingung, karena persoalan Sampah sampai sekarang ini belum mampu pemerintah dan masyarakat mengatasinya, sebab orang sekarang bicara IT bukan lagi soal Sampah seperti itu, bagaimana kita mau maju, persoalan sampah saja tidak bisa diatasi.

            Awak heran, negri juga ia, setahu saya ada Lurah/Staf, ada Camat Panyabungan dan Staf, ada Dinas Lingkungan Hidup dan Staf, ada Dinas Perkim dan Staf, ada Dinas PUPR dan staf, lalu kenapa tidak bisa diatasi, kenapa justuru Polisi pula yang bersihkan, aneh juga, bagaimana masyarakatnya kok menonton, itukan sampah dibuang masyarakat, bukan hantu yang buang.

            Kata dia, beberap hari lalu di telephonnya salah satu anggota DPRD Madina mempertanyakan soal Sampah, dapat jawaban yang lucu dari anggota DPRD kita itu “ Ulang Au Dabo Mangkuling, Goyak Naron Bupati ( Jangan Aku Bicara, nanti Marah Bupati ), kan aneh itu namanya “ dan wajarlah Sampah ngak bisa diatasi, anggota DPRD nya saja takjut ke Bupati untuk bicara.

            Ditempat terpisah, Syukri Gozali Pulungan,ST warga Panyabungan di Jakarta, mengutarakan persoalan Sampah saja harus diributkan sama saja dengan membicarakan kebobrokan masyarakat dan pemerintah, harusnya DPRD bicara dong, tanyakan kepada pemerintah soal anggarannya, jangan pula DPRD ngak mengetahui sampah yang menumpuk di Kota Panyabungan.

            Kata dia, bicara tokoh-tokoh kita di Mandailing Natal, setinggi langit, yang mau inilah, mau itulah, begitu juga pejabatnya bicara sampai ke Luar negeri, bukan salah, tapi mengatasi masalah sampah di Kota Panyabungan saja sudah sakit pinggang mereka, atasilah dulu masalah sampah biar enak mendengar bicara ngorol-ngidulnya.

            “ Silakan pejabat dan Tokoh nya bicara ke luar angkasa, tapi persoalan daerah kita harus diutamakan, persoalan sampah saja ngak bisa diatasi, apalagi anda-anda melihat ke tempat pembuangan sampah di Banggua Kecamatan Panyabungan Barat, ngeri juga bau nya diwilayah itu, coba anggota DPRD kita tinggal di daerah itu, mungkin mereka ngak mau,” katanya ( Rin/red)

 

 

 

 

Liputan : Rinawati Alamsyah

Admin   : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.