
Pengantar.
Strategi pembangunan, baik daerah maupun nasional, idealnya dapat memberi penenakanan yang besar terhadap pertumbuhan kebudayaan.
Kebudayaan bukan sekedar warisan kuno leluhur, apalagi sekedar mengambil hati para seniman budayawan.
Kebudayaan harus menjadi poin penting untuk memajukan suatu kawasan, baik lingkup nasional maupun daerah.
Pendidikan bisa memberi Anda keahlian, tetapi pendidikan budaya mampu memberi Anda martabat. (Ellen Key, Penulis Swedia)
Kearifan Lokal Mandailing
Kearifan Lokal Mandailing
No Tema Sub-tema
1 Sejarah Mandailing Natal Zaman Prasejarah, Hindu Budha Klasik, Masa awal Islam, Masa Kerajaan, Masa Kolonialisme, Masa setelah kemerdekaan.
2 Sistem Kepercayaan Sibaso, Datu, Mantra
3 Sistem Mata Pencaharian Sawah, Hopuk
4 Sistem Pemerintahan Struktur, sistem kekuasaan, pola.
5 Sistem Hukum Filsafat, distribusi, Alaman Bolak
6 Sistem Sosial Kekerabatan, Marga, Dalihan Natolu, Gender
7 Pola Perkampungan Berpusat Sungai, Bagas Godang, Mata Pencaharian
8 Sistem Bahasa Ragam Bahasa, Aksara Tulak-tulak, Tata Bahasa
9 Arsitektur Warna, Ornamen, Relief, Motif
10 Sistem Filsafat Kebersamaan dan Holong
11 Sistem Etika Poda
12 Budaya Gotong Royong Marsialap Ari, Manyaraya, Martoktok
13 Pakaian Adat Warna, pola, asesoris (bulang, ampu, dll.)
14 Seni Tembikar Mambayu, Anyaman, Gerabah
15 Seni Tradisi Ornamen dan Komposisi Musik, Tari, Seni Pertunjukan
16 Sastra Marturi, Ende,
17 Kuliner Bulung gadung na niduda, Sasagun, Itak, Santan
Kondisi Kekinian
Banyak entitas kebudayaan Mandailing Natal yang diambang kepunahan, misalnya:
1. Manuskrip
a. Tidak pernah ada dokumentasi manuskrip Mandailing di Mandailing Natal.
b. Minimnya atau nyaris tidak ada transliterasi atas naskah-naskah manuskrip yang kita miliki.
Manuskrip yang dimiliki Mandailing Natal:
a. Pustaha Laklak
b. Pustaha Bambu
2. Tradisi Lisan
a. Tidak ada dokumentasi sastra lisan tradisional seperti Marturi
b. Sastra lisan tidak lagi dikenal
Tradisi Lisan Mandailing:
a. Marturi
b. Epik: (Sibaroar, Sutan Parampuan)
3. Adat Istiadat
a. Adat Istiadat tidak lagi mengikat hubungan sosial
b. Adat istiadat tidak menjadi standar prilaku
Adat Istiadat Mandailing:
a. Dalihan na Tolu
b. Marga
c. Partuturon dan Hubungan Kekerabatan
d. Patik, Uhum, Ugari, Hapantunon
e. Sistem Filsafat
f. Manyaraya
g. Marsialap ari
h. Martoktok
4. Ritus
a. Prosesi adat hanya tampak dalam pernikahan, pemberian marga dan gelar.
b. Tidak ada keseragaman dalam berbagai proses adat istiadat antara satu daerah dengan daerah lain di Mandailing Natal.
Jenis Ritus
a. Paturun Daganak
b. Pabagaskon (Mangalap boru dan Pabuat Boru)
c. Patabalkon Goar dohot Marga
d. Mangupa
5. Pengetahuan Tradisional
Banyak pengetahuan tradisional yang tidak dikenali lagi.
Jenis-jenisnya:
a. Parkalaan
b. Tagor
6. Teknologi Tradisional
a. Semakin minim orang yang mampu membuat teknologi tradisional
b. Tidak ada pakem dalam teknologi tradisional semacam Gordang Sambilan
Jenis-jenisnya:
a. Gordang Sambilan
b. Tulila
c. Saleot
d. Uyup-uyup
e. Gondang Bulu
f. Gondang Topap
g. Rinti
h. Ultop
i. Losung Aek
7. Seni
a. Berbagai jenis seni tradisional yang tidak dipahami lagi bentuk dan komposisinya, baik di bidang Seni Musik, Seni Tari, Seni Ukir dan Pahat, Seni Tembikar, Seni Kuliner, Seni Busana, dan lain-lain.
b. Sulit menemukan orang yang masih menguasai berbagai jenis seni tradisional.
Jenis Seni Tradisi:
a. Seni Musik : Gordang Sambilan, Sitogol, Ungut-ungut, Onang-onang
b. Seni Tari: Tor-tor
c. Seni Sastra: Marturi, Pantun
d. Seni Lukis: Tata Warna dan Motif
e. Seni Pahat dan Ukir: Patung, ornamen
f. Seni Arsitektur: Bagas Godang, Sopo Godang, Sopo Gondang, Sopo Jago, Bindu, Rinti, Sarimbar, dll.
g. Seni Busana: Bulang, Ampu, dan kelengkapan pakaian pengantin
h. Seni Kuliner: Itak Poul-poul, Sasagun, Santan
i. Seni Anyaman: Mambayu, Irang, Induri, dll.
8. Bahasa
a. Bahasa asli Mandailing semakin punah karena dominasi bahasa lain. Lima jenis ragam bahasa Mandailing nyaris tidak dikenali.
b. Banyak naskah-naskah klasik Mandailing yang hilang karena tidak terdokumentasikan, sebagian di luar negeri.
c. Tidak ada sastra baru Mandailing dan sastra etnik lain di kawasan Mandailing Natal.
d. Aksara Tulak-tulak maksimal hanya dipahami satu persen penduduk.
Jenis-jenisnya:
a. Sistem Bahasa (sistem bunyi, tata bahasa, makna bahasa, umpama, dll.)
b. Sistem Aksara
9. Permainan Rakyat
Banyak permainan rakyat yang tidak dikenali lagi, seperti Orang Boruk.
Jenis-jenisnya:
a. Orang Burok
b. Berbagai permainan anak lain
10. Olahraga Tradisional
Olahraga tradisional Mandailing nyaris tidak dikenali lagi.
Jenis-jenisnya:
1) Moncak
11. Cagar Budaya
a. Tidak ada registrasi Cagar Budaya di daerah
b. Tidak ada Badan Cagar Budaya Daerah
c. Tidak ada perda tentang Cagar Budaya
d. Tidak pernah ada rekonstruksi Cagar Budaya
e. Banyak Cagar Budaya Benda Mandailing yang disimpan di luar Mandailing bahkan di luar negeri.
Apa yang harus dilakukan:
1. Mendorong pemerintah daerah dalam penguatan kebudayaan Mandailing Natal, melalui dukungan politik anggaran, kebijakan, dan peraturan perundang-undangan.
2. Mendorong penguatan peran masyarakat melalui dukungan kebijakan dan anggaran Desa.
3. Membuka hubungan penelitian dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri serta lembaga ekstra universitas, termasuk dengan UPT Kementerian Dikbud
Hal terpenting adalah pembelajaran Muatan Lokal Budaya Daerah di sekolah-sekolah. Sayangnya, dua tahun terakhir malahan tidak ada lagi pembelajaran itu di sekolah. Pelajaran Mulok diganti dengan Karakteristik Agama. Padahal karakteristik agama seharusnya ada dalam pelajaran inti.
Semua itu menjadi ancaman besar bagi daerah kita. Itu karena kita tidak memberikan ruang pewarisan budaya bagi anak-anak kita.
Admin : Iskandar Hasibuan..








