Liku – Liku Menjadi Seorang Wartawan di Tabagsel (3) Jangan Salahkan Wartawan Menulis

MEMBICARAKAN Bagi – bagi THR (Tunjangan Hari Raya) yang dibagikan Dinas Komimfo Mandailing Natal, Selasa(18/4) yang lewat di Aula Kantor Bupati, sama saja dengan ” Mencoreng “ Profesi Wartawan yang setiap hari bertugas di Bumi Gordang Sambilan.

Kenapa..? Sumber dana yang dibagikan oleh Dinas Komimfo,atas nama Bupati/Wakil Bupati Mandailing Natal, telah di bolak – balik APBD Tahun 2023, tidak ada satu kalimatpun tertulis ” THR Untuk Wartawan ” dan informasinya dana tersebut diperoleh dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah( OPD) dengan kisaran Rp 10.000.000.- ( Belum Pasti/ rumor ) yang diterima Wartawan.

Sebanyak itukah Wartawan di Mandailing Natal..? Sangat tidak mungkin, kenapa harus Profesi Wartawan yang dicantumkan, kenapa tidak Instansi terkait dibuat, separah itukah Wartawan.

Penulis sebagai salah satu Wartawan di Kabupaten Mandailing Natal, merasa ” Tercoreng ” dengan kegiatan Diskomimfo Mandailing Natal, yang membagi – bagi Uang Rp 350.000.-/ orang dan 1 Pcs Kain Sarung Merek Wadimor.

Kenapa..? Sumber Dana dari yang dibagi – bagikan tidak bisa di pertanggung jawabkan oleh Diskomimfo, dan nama Wartawan sudah tercantum dalam bagi – bagi THR di Aula Kantor Bupati dan Himbauan Dewan Pers telah diabaikan Wartawan Madina.

 

Memang, Menjadi Wartawan harus memiliki mental yang kuat, dan berpikir kritis.untuk berpikir kritis, maka Wartawan harus berpikir skeptis, yang artinya harus selalu mempertanyakan hal yang dianggap tidak benar.

Kenapa..? Pasti ada saja yang merasa ” Terpojokkan ” karena bisa jadi karena memang yang terpojokkan telah berbuat salah dan terpaksa ” Disudutkan ” Wartawan yang menulis berita dan bila perlu orang atau pihak yang terpojokkan memarahi si Wartawan, itulah liku – liku menjadi Wartawan di Tabagsel dan mungkin juga di daerah lain.

Jangan Salahkan Wartawan

Kamis malam(20/4) Redaksi Malintang di hubungi sejumlah Wartawan, bahwa akhir – akhir ini ada pihak – pihak yang menyalahkan Wartawan, yang kerap mengkritisi Pemerintah Mandailing Natal.

” Janganlah Salahkan Wartawan, karena Wartawan itu tugasnya Menulis ditempat Media dia bertugas, jangan jadi pejabat jika salah dikritisi,” ujar salah seorang Wartawan berkomentar melalui WhatsApp ke Redaksi.( Bersambung Terus)

Penulis : Iskandar Hasibuan

Admin  : Dita Risky Saputri.SKM

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    PT.SMGP Siap Membantu, Petani Kec.PSM Mohon Bupati dan Ketua DPRD Madina Melihat Langsung Irigasi Aek Roburan Yang Rusak

    HUTALOMBANG(Malintangpos Online): Warga Petadi Desa Huta Lombang Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM) mengharapkan kehadiran Bupati/Wakil Bupati & Ketua DPRD Mandailing Natal, untuk melihat secara dekat kerusakan Irigasi Aek Roburan yang…

    Read more

    Continue reading
    Irigasi Aek Roburan Rusak, Warga Puncak Sorik Merapi Menunggu Kebijakan 7 Wakil Rakyat Dapil Madina Dua

    PUNCAK SORIK MARAPI(Malintangpos Online): Terkait rusaknya Irigasi Aek Roburan di Desa Huta Lombang Kecamatan Puncak Sorik Marapi, mengharapkan kepada 7 Orang Wakil Rakyat( Anggota DPRD) Dapil Mandailing Natal Dua(2) dari…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses